Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 146 S2


__ADS_3

Berubah.


Setelah acara makan malam di rumah andy selesai, vino langsung membawa citra pulang kerumah nya, hati nya benar-besar panas saat melihat kedekatan andy dan citra yang begitu akrab.


Vino terus mengengam tangan citra dengan erat tanpa berbicara dengan nya, citra yang menyadari vino yang mulai berubah hanya diam mengikuti langkah kaki vino yang semakin cepat.


"Awww." ucap citra saat kaki nya tersandung akar pohon.


Vino langsung menghentikan langkah kaki nya, dan memeriksa kaki citra yang sedikit lecet.


"Kamu tidak papa." tanya vino sambil meniup kaki citra yang lecet.


"Tidak, langkah kaki mu terlalu cepat, aku tidak bisa mengimbangi nya." ujar citra.


Tanpa aba-aba vino mengangkat citra dan membawa nya masuk ke dalam rumah, citra yang takut jatuh, tangan nya langsung ia kaluangkan di atas leher vino.


"Citra kenapa vin." tanya bella.


"Tidak ada mom, dia hanya sedang manja pada ku." jawab vino.


Citra menutup mata nya dan menyembuyikan wajah nya di dada bidang milik vino, ia benar-benar malu saat vino berkata seperti itu.


"Kami masuk kamar dulu mom." ucap vino dan langsung berjalan menuju lift.


"Jangan lupa cucu untuk kami." teriak stiven.


"Beres dad." balas vino.


Sesampainya di kamar vino meletakan citra secara perlahan di atas kasur, ia berjalan mengambil anti septik untuk kaki citra yang sedikit lecet. Dengan penuh perhatian vino mengoleskan anti septik itu ke kaki citra sambil meniup nya.


Jantung citra benar-benar ingin lepas dari tempat nya. Wajah nya merah seketika seperti kepiting rebus yang siap santap.


"Apa wajah mu juga sakit." tanya vino sambil mengusap wajah citra.


"Terasa hangat." ucap vino.

__ADS_1


"Tidak aku tidak papa, hanya terasa gerah." ujar citra.


"Tapi kenapa aku terasa dingin." ucap vino.


"Mungkin hanya perasaan ku saja, mari kita tidur." ucap citra dan bergerak mengambil posisi tidur.


Vino berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk mencuci kaki dan mengosok gigi nya, setelah itu ia berjalan mendekati ranjang dan tidur di samping citra. Batal guling yang memisahkan mereka berdua membuat vino tidak nyaman, ia menarik bantal itu dan membuang nya kesembarang arah.


Vino mendekati tubuh citra dan memeluk nya dengan erat, citra yang memang belum tidur terkejut saat vino memeluk nya.


"Ka." ucap citra.


"Diamlah, malam ini terasa sangat dingin." ujar vino mempererat pelukan nya.


"Turun kan sedikit tangan mu, kamu menyentuh dada ku." ucap citra.


"Begini." tanya vino yang malah menaikan tangan nya.


"Turun ka, bukan naik." ucap citra.


"Aku nyaman dengan posisi ini, jika ada gempa aku bisa berpegangan dengan ini." ucap vino sambil meremas buah dada citra.


Suara desahan citra memancing nafsu vino, ia membalik tubuh citra agat bisa menatap wajah nya. Citra menatap wajah tampan suami nya itu perlahan ia mendekati bibir vino dan melum*t nya dengan lembut, vino sangat menikmati lum*tan dari citra, perlahan vino membalas lum*tan itu dan semakin memperdalam nya.


Citra melepaskan ciuman itu karena sudah kekurangan pasokan oksigen, nafas mereka terenga-enga sambil saling menatap. Citra memeluk vino dengan erat dan mengendelam kan wajah ke dalam dada bidang vino, ia sangat malu karena yang memulai ciuman panas itu.


"Jangan menatap ku seperti itu." ucap citra.


"Kenapa." tanya vino.


"Tidak ada, sudahlah sekarang waktunya kita tidur. Aku sudah memeluk mu agar kamu tidak kedinginan lagi." ujar citra sambil mempererat pelukan nya.


Sebenar nya vino ingin melakukan itu pada citra sekarang, tetapi ia langsung teringat akan waktu 90 hari itu, ia takut jika dalam 90 hari kedepan belum mencintai citra. dan ia tidak ingin merusak citra karena hawa nafsu nya saja.


Vino membalas pelukan itu sambil memejam kan mata nya, walaupun terasa sulit karena junior nya yang sedari tadi sudah menegang.

__ADS_1


Malam telah berganti pagi, citra mulai terbangun dari tidur nya untuk membantu ibu mertua nya menyiapkan sarapan pagi.


"Ka bangun, aku mau kedapur." ucap citra yang tubuh nya di kunci oleh vino.


"Tugas mu hanya merawat ku, urusan dapur biar mommy dan pelayan yang mengerjakan nya." ujar vino yang masi memejam kan mata nya.


"Aku tidak enak dengan mamah, ayolah lepaskan aku." ucap citra.


"Cium." ucap vino.


"Ha apa." tanya citra.


"Cium sayang." ujar vino.


"Sayang." ucap citra.


"Cepatlah, atau aku tidak akan melepaskan mu." ujar vino.


Citra mencium wajah vino dengan lembut, membuat vino ketagihan dengan kelembutan bibir citra.


"Sudah lepas." ucap citra.


"Hawa nya semakin dingin." ucap vino sambil mengendelamkan wajah nya di dada citra.


"Seperti nya pagi ini aku tidak bisa lepas dari mu." ucap citra.


Vino tidak meperdulikan ucappan tadi citra, ia malah memasuk kan satu tangan nya kedalam baju citra dan menyentuh buah dada citra.


"Ka." ucap citra kaget.


"Aku hanya membetulkan posisi nya agar nyaman saat aku memeluk mu." ucap vino.


Sentuhan tangan vino membuat citra tergila-gila, ia hanya memejam kan mata nya sambil menahan suara desahan nya.


Tangan vino mulai masuk lebih dalam lagi, kini kedua tangan vino masuk kedalam baju citra dan melepaskan bra citra.

__ADS_1


"Kenapa di lepas." tanya citra masi dengan memejam kan mata nya.


"Ini menganggu ku." ujar vino.


__ADS_2