
"Ahhhh." Calvin jatuh di atas benda milik Nila karena kepala nya terasa sangat pusing.
"Sudah sayang, kamu masih sakit." Nila mengusap rambut Calvin.
Calvin menyingkir dari atas tubuh Nila, tapi tangan nya tetap berada di sana. "Jangan di tutup aku masih ingin memegang nya." Kata Calvin.
"Dasar mesum." Ucap Nila.
"Sayang peluk aku."
Nila memenangkan tubuh nya dan memeluk Calvin dengan erat, kepala Calvin sembunyi di benda milik Nila yang membuat nya sangat nyaman.
"Sakit sekali, kenapa dengan kepala ku, tahan Calvin jangan membuat Nila khawatir." Batin Calvin.
"Apa kau punya otak, bagaimana jika terjadi sesuatu pada nya." Ucap Stiven.
"Maaf dad, aku terlalu terbawa emosi."
"Kau awasi menantu mu, jangan sampai terjadi sesuatu pada nya, dia tanggung jawab mu." Ucap Stiven.
"Iya dad." Vino masuk ke dalam kamar nya.
"Ada apa, apa papah marah." Tanya Citra.
"Iya sayang, dia marah pada ku, aku sangat khawatir dengan Calvin, kamu lihat tadi betapa kasihan nya dia menahan sakit di kepala nya." Jawab Vino.
"Tidak akan terjadi apa-apa sayang, Calvin akan segera sembuh dan mengingat semua nya." Ucap Citra.
"Semoga saja." Vino memeluk Citra.
Sementara itu Amanda dan Alka sedang dalam perjalanan pulang ke rumah, Tiba-tiba amanda ingin memakan rujak, seperti nya ini ngidam pertama nya tentang makanan. Karena sebelumnya ia hanya ingin mendapat kan sentuhan dari suami nya.
"Apa enak." Tanya Alka.
__ADS_1
"Enak sayang, kamu mau? "
"Tidak, aku tidak akan suka." Kata Alka.
Alka terus saja memandangi wajah Amanda yang semakin berisi efek kehamilan nya. Ia tidak menyangka orang yang sejak kecil ia benci yang akan menjadi istri nya. Bahkan ia sangat mencintai Amanda.
"Kenapa tidak dari dulu kita menikah, kenapa tidak dari dulu aku mencintaimu." Ucap Alka.
"Kamu kenapa sayang, apa yang kamu katakan." Tanya Amanda.
"Kamu ingat dulu saat kita kecil, kamu selalu ingin bermain dengan ku, tapi aku selalu tidak mau dan membuat mu menangis." Ucap Alka.
"Kamu dengar sayang, betapa kejam nya ayah mu." Kata Amanda.
"Hehehe tidak sayang, ayah sangat mencintai mamah mu, bukti nya ada kamu." Ucap Alka.
"Uhuk uhuk." Amanda tersedak rujak yang ia makan.
"Kenapa saat aku mengingat malam itu, hati ku terasa sangat sakit. Apalagi saat Alka melakukan nya secara paksa pada ku." Batin Amanda.
"Maaf, kamu pasti ingat kejadian itu kan." Tanya Alka.
"Iya, tapi tidak papa." Jawab Amanda.
"Kamu boleh memukul ku, atau kamu mau aku ngapain sayang, aku akan melakukan apapun agar kamu memaafkan ku." Ucap Alka sambil mencium tangan Amanda.
"Tidak perlu sayang, aku sudah memaafkan mu, aku hanya tidak sengaja mengingat nya."
"Tidak pasti itu sangat menyakitkan untuk mu, aku tidak sekali memaksa mu untuk melayani ku, tapi dua kali. Dan yang kedua secara paksa dan sadar, aku benar-benar brengsek."
"Kamu sudah mendapatkan hukuman yang setimpal dari ayah dan papah ku. Kamu pasti merasakan rasa sakit yang luar biasa malam itu." Ucap Amanda.
"Memang sangat sakit, tapi itu hanya tubuh ku dan bisa cepat sembuh. Tapi rasa sakit di hati mu tidak akan mudah menghilang."
__ADS_1
"Sudah ayo kita pulang." Ucap Amanda.
"Iya, nanti malam dapat jatah kan." Tanya Alka.
"Tidak aku lagi dapat tamu." Jawab Amanda.
"Ya, aku akan puasa doang." Ucap Alka sambil menjalankan mobil nya.
Sore hari telah tiba, Nila merasakan tubuh Calvin cukup hangat, apalagi kepala nya yang berada di benda nya.
"Sayang kamu sakit." Amanda mengusap wajah Calvin.
"Hmmmm." Calvin berusaha membuka mata nya.
"Kepala ku pusing sekali." Ucap Calvin.
"Minum, obat sayang." Nila memberikan obat beserta air mineral pada Calvin.
"Jangan di tutup." Ucap Calvin.
"Nanti jika ada yang masuk bagaimana." Tanya Nila.
"Nanti aku tutup." Jawab Calvin.
Baru saja Nila berbicara, Tiba-tiba Vino dan Citra masuk ke dalam kamar. Sontak Nila langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh nya.
"Bagaimana Calvin, apa masih sakit." Tanya Vino.
"Sedikit yah." Jawab Calvin.
"Nila, tolong ambil kan minyak angin." Ucap Citra.
"Maaf bun tidak bisa." Kata Nila.
__ADS_1