
"Sayang, pelan-pelan." Ucap Amanda.
"Kenapa kamu menipu ku." Tanya Alka.
"Aku hanya mengetes mu sayang, ternyata kamu tidak sepintas yang telah ku pikirkan, suami ku ternyata memiliki kekurangan." Jawab Amanda.
"Ya ya ya, kamu mau berapa ronde malam ini." Tanya Alka.
"Jangan banyak-banyak kasihan anak kita."
"Dia senang sayang, dia mengerti kita. Dia anak yang pengertian." Ucap Alka.
"Pelan." Amanda terkejut ketika tiba-tiba Alka memasukkan milik nya.
"Kenapa sayang, kamu yang minta kan."
"Iya tapi pelan." Amanda berusaha mengatur nafas nya.
Sementara itu Calvin dan Nathan sedang berada di ruang keluarga, mereka berdua cukup akrab karena selain Alka, Nathan juga berada di Korea saat Calvin sedang sakit.
"Kau mau balik ke sana." Tanya Calvin.
"Iya besok, apa benar adik ku sudah hamil."
"Sudah, bahkan sudah satu bulan lebih." Ucap Calvin.
"Hmmm, bagaimana cara kau membuat nya hamil, jadi kalian benar-benar sudah pernah melakukan nya." Tanya Nathan.
"Jangan kau tanya aku, aku saja tidak mengingat nya, dia hamil anak ku berarti aku sudah pernah membobol nya, aku ingin membobol nya lagi."
"Boleh aku melihat nya." Tanya Nathan.
"Tidak boleh, cepat menikah dan kau akan membobol sendiri."
__ADS_1
"Ah masih lama, usia ku masih muda." Ucap Nathan.
"Kenapa jika mudah, itu lebih baik dari pada kau menjadi laki-laki brengsek meniduri para wanita." kata Calvin.
"Tidak seperti itu juga konsep nya, aku ingin menyelesaikan studi ku dulu, setelah itu masuk ke dalam Vins grup, baru aku akan memikirkan pasangan. Mungkin umur 24-25 tahun." Ucap Nathan.
"Terserah mu saja, yang terpenting yang terbaik untuk mu."
"Kau benar-benar, adik ipar mendukung ku." Kata Nathan.
"Sayang ayo tidur sudah larut malam." Ucap Nila.
"Baiklah, kau dengar dia sudah meminta jatah nya jangan menguping." Kata Calvin.
Calvin dan Nila masuk ke dalam kamar, sebelum tidur seperti biasa nya Calvin mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur.
"Pasti dulu aku sangat rajin berolahraga, tubuh ku benar-benar bagus, aku harus lebih rajin olahraga lagi, jika tidak otot ini akan berubah menjadi lemak." Ucap Calvin.
Calvin membiarkan Nila mengendus tubuh nya, ia juga mulai merasakan tangan Nila mulai nakal mengusap perut sixpack nya.
"Sayang." Ucap Calvin.
Calvin menggendong Nila dan membawanya naik ke atas kasur.
"Sayang aku ingin." Ucap Nila.
"Ingin apa, coba katakan yang jelas." Tanya Calvin.
"Sayang, aku ingin jangan seperti ini." Rengek Nila.
"Kamu yakin, kita sudah lama tidak melakukan nya pasti akan terasa sakit." Tanya Calvin.
"Kalau begitu tidak jadi." Jawab Nila yang memilih memeluk tubuh Calvin saja.
__ADS_1
Calvin membalas pelukan itu, ia tidak masalah jika Nila tidak bersedia melakukan hal itu dengan nya.
"Kenapa milik ku terasa seperti ini, ada apa dengan ku." Batin Nila.
"Sayang tidur lah, jika kamu banyak bergerak itu akan membuat milik ku terbangun."
"Sayang aku ingin, tidak masalah sakit." Ucap Nila.
"Ada apa dengan mu, kenapa kamu lebih mesum dari biasa nya." Tanya Calvin.
"Hmmm tidak tau, aku juga tidak tau, aku ingin sayang." Ucap Nila yang langsung menyerang bibir Calvin.
Calvin langsung membalas ciuman dari Nila sambil berpikir kenapa Nila mesum seperti ini.
"Apa ini seperti yang di katakan ayah, ibu hamil akan seperti ini." Batin Calvin.
Mereka berdua berciuman sangat lama, Calvin sangat senang karena bibir Nila yang terasa sangat manis.
Tangan nya juga tak kalah lihai nya membuka satu persatu pakaian Nila. Begitu juga dengan Nila yang juga melakukan hal yang sama.
"Karena sudah tidak tahan, Nila langsung mengarahkan milik Calvin ke sarang nya yang sarang nya lama kosong.
"Sakit." Ucap Nila.
"Sayang biar aku yang melakukan nya." Kata Calvin.
Dan "Ahhhkkk." Teriak Nila karena berhasil melakukan nya.
"Jadi begini rasa nya, sangat sempit dan nikmat." Batin Calvin.
Malam ini Calvin benar-benar di manja kan oleh permainan istri nya, tapi tidak bertahan lama karena Nila belum handal, Calvin membalik posisi mereka berdua dan bergantian memanjakan istri nya.
Panas......
__ADS_1