Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 166


__ADS_3

Pagi hari nya, Vino sedang bermain dengan dua keponakan kembar nya. Ia tidak menyangka Vira dapat melahirkan lagi seorang bayi kembar. Padahal di lihat dari usia Vira yang sedang menginjak 40 tahun itu hal yang cukup mustahil.


"Bagaimana hasil cetakan ku Vin, apa keren," tanya Kevin.


"Kau membuat adik ku dalam bahaya, anak ku hamil usia muda dan adik ku hamil di usia tua, ini benar-benar terasa cukup aneh," kata Vino.


"Yang penting tidak terjadi apa-apa pada Vira, dan kami menghasilkan bayi kembar," ucap Kevin.


Mark sedang berada di kamar Nathan karena memang Mark tidur di kamar Nathan, ia cukup dekat dengan Nathan karena Nathan banyak bertanya tentang pelayaran. Dulu Nathan pernah bercita-cita ingin menjadi nahkoda tetapi cita-cita itu harus padam karena Vino sangat melarang Nathan, apalagi Nathan akan menjadi penerus Vino di Vins grup.


"Kau sudah mau bekerja," tanya Mark.


"Iya paman, tapi Marvin lama sekali, aku tidak bisa mengambil baju ku," jawab Nathan.


"Kenapa tidak bilang dari tadi, kan bisa paman bantu," kata Mark.


"Tidak, aku malu," ucap Vino.


"Kenapa malu, paman laki-laki kau laki-laki jadi buat apa malu, dengan Marvin kau tau malu," tanya Mark.


"Iya Marvin kan saudara kembar ku, jadi aku tidak malu jika dengan nya, jika paman aku sangat malu," jawab Nathan.

__ADS_1


"Tunggu-tunggu setau ku, kembaran mu adalah Nila. Dulu saat kau bayi aku sering menggendong kalian," ucap Mark.


"Marvin itu kembaran ku yang hilang, cerita nya panjang paman, inti nya Marvin saudara kembar ku meskipun kami berdua tidak mirip," kata Nathan.


Tak lama orang yang mereka bicarakan datang dengan pakaian yang sudah sangat rapi.


"Maaf Nat, aku kesiangan," ucap Marvin dan langsung mengambilkan perlengkapan Nathan.


"Kau saudara kembar nya Nathan," tanya Mark.


"Iya paman, maaf paman Nathan pasti merepotkan mu," jawab Marvin.


"Enak saja aku hanya merepotkan mu," ucap Nathan.


"Untuk apa kau malu, sudah paman tidak akan melihat milik mu," kata Mark dan langsung membalik tubuh nya sambil memainkan hp nya.


"Dengan aku kau tidak malu, dengan paman kau malu, dasar aneh," ucap Marvin.


"Marvin aku baru akan ikut pelatihan agar aku bisa berjalan kembali," kata Nathan.


"Bagus aku akan menemani mu, tapi jangan sampai luka di kaki mu itu tergores."

__ADS_1


Setelah bersiap-siap mereka berdua langsung keluar dari kamar, di ikuti Mark di belakang mereka.


"Ayah tidak bekerja," tanya Nathan.


"Sudah ayah katakan kemarin ayah tidak bekerja hari ini, apalagi ada paman Kevin datang," jawab Vino.


"Kalau begitu aku juga tidak masuk, aku mau berlatih berjalan saja," ucap Nathan.


"Ya sudah kalau itu kemauan mu, hari ini kau ayah bebaskan."


Di rumah Erwin. Calvin dan Nila masih belum bangun tidur, Rebecca merasa ini kesempatan nya untuk mengerjai Calvin dan Nila. Ntah apa yang ada di dalam pikiran Rebecca sampai ia ingin mengerjai orang yang sudah membantu nya.


"Obat ini, aku sudah lama mendapatkan nya," ucap Rebecca.


Piter dan Erwin juga sudah berangkat ke kantor baru nya, mereka sudah mendapatkan alamat Kantor mereka dari Calvin kemarin.


"Aku harus pulang, di sini sangat berbahaya," ucap Calvin.


Calvin keluar dari kamar nya, untuk mencari ayah nya tetapi ia tidak menemukan ayah nya malahan ia melihat Rebecca sedang memasukan sesuatu di makanan yang tersedia di meja makan.


"Dasar wanita ular, kau pikir keberuntungan memihak mu," batin Calvin.

__ADS_1


"Mati kau ular," ucap Calvin dengan senyum kelicikan nya.


__ADS_2