Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 17


__ADS_3

"Amanda, bangun." Alka menggoyang kan tubuh Amanda.


"Hmmmm, ada apa." Tanya Amanda.


"Bantu aku ke kamar mandi." Jawab Alka.


Amanda bangkit dari kasur dan membantu Alka berjalan menuju kamar mandi, Amanda merasakan tubuh Alka masih panas seperti tadi, wajah nya juga tampak begitu pucat.


Setelah selesai mereka kembali naik ke atas kasur, Alka merasa diri nya sangat tidak berguna, jangan kan untuk berjalan menggoyang tubuh nya saja sangat menyakitkan untuk nya.


"Bagaimana, dengan kandungan mu, apa ada masalah." Tanya Alka.


"Kamu masih memikirkan bayi ini."


"Dia anak ku Amanda, tidak mungkin aku tidak memikirkan nya." Ucap Alka.


"Sudah jangan kamu pikir kan, tubuh mu masih hangat dan demam mu juga belum turun, istirahat lah pulih kan diri mu." Kata Amanda.


"Aku tidak bisa tidur, tubuh ku sakit sekali, temani kau berbicara" Ucap Alka.


"Apa yang mau kita bicarakan, aku tidak mau membahas masalah kita untuk saat ini. Aku ingin melupakan nya untuk sesaat."


"Tidak, aku tidak akan membahas nya, terimakasih mau merawat ku, setelah apa yang ku lakukan pada mu." Alka menatap wajah Amanda.


"Sudah jangan banyak bicara, tidur lah besok tubuh mu akan lebih baik." Kata Amanda.


🍀🍀🍀


Beberapa hari telah berlalu, tubuh Alka sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, ia sudah bisa mengurus kebutuhan nya sendiri tanpa harus merepotkan Amanda lagi. Amanda juga sudah lebih banyak bicara pada nya, yang membuat hubungan mereka semakin membaik.

__ADS_1


Pagi ini pertama kali nya Alka turun makan ke bawa bersama keluarga besar. Alka masih merasa takut pada orang tua Amanda, sadari tadi ia hanya menundukkan kepala nya tanpa berbicara apapun.


"Bagaimana keadaan mu, sudah lebih baik." Tanya Andy.


"Sudah kak." Jawab Alka.


"Jika di tanya jawab menundukkan kepala tatap wajah orang yang bertanya pada mu." Ujar Vino.


"Sayang, jangan terlalu galak pada menantu kita." Ucap Citra.


"Dia menantu yang mengecewakan ku, bagaimana dengan Aska kau tidak kecewa dengan menantu mu? "


Aska tidak menjawab ucapan dari Vino, ia merasa Alka adalah diri nya yang dulu, beda nya diri nya tidak tau jika orang yang ia rusak mengandung anak nya.


"Sudah jangan di bahas, aku pergi dulu, Alka aku ingin berbicara pada mu jika kau sudah selesai sarapan." Ucap Aska dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Ada apa paman." Tanya Alka.


"Panggil aku seperti Amanda memanggil ku." Jawab Aska.


"Ada apa pah."


"Apa kamu benar-benar yang membuat anak ku hamil." Tanya Aska.


Alka berjalan mendekati Aska dan bersujud di depan Aska.


"Maaf pah, aku melakukan kesalahan besar, Amanda benar mengandung anak ku. Aku salah, aku pantas di hukum, Amanda juga sudah membenci ku."


"Berdiri lah, aku kecewa dengan mu, tapi mungkin ini juga salah satu karma untuk ku, di masa lalu aku berbuat dosa yang besar. Dan anak ku yang harus menganggu dosa itu. Papah minta pada mu rawat Amanda dengan baik, jangan sampai dia menangis, air mata nya air mata ku juga, sakit hati nya dia sakit hati ku juga. Papah percaya dengan mu." Ucap Aska.

__ADS_1


"Iya pah, aku tidak akan membuat Amanda menangis lagi, aku akan menjaga nya dengan sangat baik." Kata Alka dengan bersungguh-sungguh.


Setelah berbicara pada Aska, Alka kembali masuk ke dalam kamar. Ia melihat Amanda sedang menyusun baju nya.


"Amanda, kamu mau kemana." Tanya Alka.


"Aku ingin kembali ke apartemen, kamu sudah sembuh jadi tidak memerlukan ku lagi." Jawab Amanda.


"Amanda, kamu mau meninggalkan ku? "


"Alka bukan nya kamu menikah dengan ku karena terpaksa. Mungkin setelah anak kita lahir kita akan berpisah." Ucap Amanda.


"Tidak, aku tidak mau, Amanda tolong berikan aku kesempatan ke dua." Alka berlutut di depan Amanda.


"Amanda aku salah, aku mohon maaf kan aku, maaf kesalahan ku, aku ingin bersama mu selama nya, aku tidak ingin berpisah dengan mu. Aku mencintaimu Amanda, aku akan berubah menjadi suami yang baik untuk mu." Alka menangis di kaki Amanda.


"Alka, kamu yakin mau berubah." Tanya Amanda.


"Iya Amanda, aku janji aku akan berubah." Jawab Alka.


"Aku akan memberikan mu kesempatan kedua." Amanda menaikan tubuh Alka dan memeluk nya dengan erat.


"Terimakasih." Alka membalas pelukan itu.


"Aku hanya memberikan satu kesempatan untuk mu Alka, jangan sia-siakan kesempatan itu." Ucap Amanda.


"Iya sayang, aku tidak akan mengecewakan mu lagi." Kata Alka.


"Aku bingung dengan perasaan ku, aku masih mencintai nya, tapi aku masih terus memikirkan Calvin." Batin Amanda.

__ADS_1


__ADS_2