
Bermain api.
"Apa bagaimana bisa." ucap vira kaget saat mendapatkan kabar dari bella tentang kakak ipar nya yang kecelakaan.
"Kamu tenang vir, jangan panik. Kakak ipar mu sudah lebih baik." ucap bella.
"Syukurlah, rasa nya aku ingin pulang mom." ucap vira.
"Selesai kan pendidikan mu, bukannya sebentar lagi akan selesai." tanya bella.
"Iya mom, semoga bisa secepatnya." ucap vira.
"Ada apa sayang, kenapa wajah kamu panik seperti itu." tanya kevin yang baru datang.
"Sayang, kamu sudah memiliki seorang pacar vir." tanya bella.
"Bukan mom cuma teman, udah dulu ya mom aku ada kelas, bye." jawab vira dan langsung mematikan sambungan telfon.
"Kevin, selalu saja membuat masalah." ucap vira kesal.
"Masalah apa." tanya kevin.
"Kenapa tiba-tiba kamu memanggil ku sayang." ucap vira.
"Apa salah nya, bukannya kita sudah berpacaran." jawab kevin dengan santai.
"Berpacaran apanya, sejak kapan aku mau jadi pacar mu." ucap vira.
"Sejak aku mendapatkan ciuman pertama mu." jawab kevin.
"Dalam mimpi mu, aku sudah melupakan momen itu." ucap vira dan pergi meninggalkan kevin.
"Percayalah semakin berusaha kamu lupakannya. momen itu akan terus menghantui fikiran mu." ucap kevin dengan suara yang sedikit mengeras.
Perlahan vino membuka mata nya, ia benar-bernar malu karena melihat seluruh keluarga sedang menatap mereka berdua yang sedang tidur sambil berpelukan.
"Be."ucap vino sambil menggoyangkan wajah citra.
Citra perlahan juga membuka mata nya, mata nya langsung terbelalak saat melihat sudah banyak orang di ruangan itu, apalagi kancing baju atas nya terbuka karena ulah jahil vino.
"Sebenar nya ini siapa yang sakit." tanya aldy yang membuka suara.
"Bukan nya mereka berdua mirip dengan stiven dan bella dulu." ujar devan.
"Seperti nya tidak ada yang sakit yah, bukti nya mereka berdua sudah tidur bersama." jawab andy.
Wajah vino dan citra merah seketika, mereka berdua benar-benar sangat malu. Bella berjalan kearah vino dan langsung menjewer vino.
__ADS_1
"Kamu ya, apa tidak ada kesempatan lain, istri mu sedang sakit."ucap bella sambil menjewer kuping vino.
"Sakit mom, ampun." ucap vino.
"Sayang sudahlah, kasihan vino. Bukannya kita seperti itu juga dulu." ujar stiven.
"Aku setuju dad, kita sehati." ucap vino.
"Vino." ucap bella dengan nada yang menekan.
"Iya mom, ampun." ucap vino dengan wajah seimut mungkin.
"Wajah mu mengingatkan mommy pada vira." ucap bella.
"Tenang mom, disana dia baik-baik saja, aku sudah bertemu dengan nya." ucap vino.
"Kenapa kalian berdua dekat sekali." tanya andy saat melihat caitlin yang terus menerus lengket dengan andy.
"Apa kau tidak tau al, sebentar lagi kita akan besanan." ujar iqbaal.
"Besanan, berarti kalian berdua pacaran." tanya ariska.
"Iya bun, maaf baru bilang sekarang." jawab andy.
"An kemarih la." ucap aldy.
"Ada apa yah." tanya andy mendekat kearah aldy.
"Tidak yah, tapi hampir." bisik andy.
"Hampir." bisik aldy.
"Iya yah, aku hampir membobol nya, untung saja aku ingat nasihat bunda." bisik andy.
"Baguslah, sekarang kau boleh duduk." bisik aldy.
"Kenapa ayah menanyakan hal itu, apa ayah juga begitu pada bunda." bisik andy.
"Ayah hampir juga an." bisik aldy.
"Maksud nya ayah, hampir melakukan itu juga pada bunda." bisik andy.
"Iya an, untung nya bella dan stiven menghentikan kami." bisik aldy.
"Kita sangat mirip yah." bisik andy dan berjalan kembali ke sofa..
"Jadi kapan ni, kalian kerumah." tanya iqbaal.
__ADS_1
"Secepat nya om." jawab andy.
"Kenapa tidak kita adakan pesta pernikahan mereka secara bersama." ucap devan.
"Kami sudah merencanakan itu pah, pasti akan sangat seru." ujar jamal.
"Kalau itu baik, kenapa tidak." ucap stiven.
"Kalau masalah itu, serahkan pada kami, iya tidak viona, bella, dini." ucap ariksa.
"Tentu." jawab mereka semua.
"Kita, tunggu citra sampai benar-benar pulih, baru kita akan adakan pesta itu." ujar bella.
"Itu akan sangat lama, kami ingin menikah secepat nya." ucap andy dan jamal kompak.
"Nikah saja dulu, pesta nya belakangan." ujar bella.
"Apa boleh." tanya andy.
"Apa boleh buat, dari pada kalian melakukan hal yang merugikan." ucap ariska.
Stiven dan iqbaal mendekati citra, mereka ingin mengetahui kronologi kecalakaan kemarin.
#Flasback#
Citra bejalan tanpa arah, fikiran nya melayang ntah kemana, citra merasah langkah kaki nya diikuti oleh mobil di belakang nya. Karena merasa takut citra rasa langsung berlari secepat mungkin.
Naas nya kaki nya tersandung batu dan ia terjatuh kejalan raya. Mobil itu langsung bergerak sedikit kencang dan menabrak citra hingga citra terpental.
Dengan mata yang berat citra melihat seseorang keluar dari mobil itu, ia melihat laki-laki yang berumur sekitar 35 tahunan, laki-laki itu berkata kalau ia akan membalaskan dendam nya pada keluarga vins dan moonly. Setelah mendengar itu citra langsung tidak sadar kan diri.
#Flasback#
"Apa kamu mengenal nya." tanya iqbaal.
"Tidak, aku juga tidak terlalu jelas melihat wajah nya." jawab citra.
"Seperti nya ada yang sedang bermain api pada kita stive." ucap aldy.
"Iya al, aku sudah mengirim orang untuk melacak dan menyelidiki peristiwa itu." jawab stiven.
"Masalah ini akan ku selidiki lebih dalam, ini bukan hal yang sulit bagi ku." ucap iqbaal.
"Ingat bal, kau tidak semudah dulu, hati-hati dengan menggunakan otak mu." ucap stiven.
Sementara di tempat lain.
__ADS_1
"Sial, kenapa mereka bergerak secepat ini." teriak seorang laki-laki.
"Aku akan membalaskan dendam mu ka." ucap laki-laki itu.