Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 179 S2


__ADS_3

Jk grup.


Mereka semua berlari keluar menuju pintu panti untuk melihat apa yang telah terjadi. weni terkejut dengan kehadiran dua laki-laki tegap yang tentu saja weni mengerti maksud tujuan mereka datang. Vino mengamati gerak-gerik dari weni yang seperti orang ketakutan.


"Sudah waktunya anda untuk meninggalkan tempat ini." ucap pria 1.


"Tidak, aku tidak akan meninggalkan tempat ini, ini tempat kami." ucap weni dengan tegas.


"Kalau begitu lunasi semua biaya tanah panti ini." ujar pria 2.


"Beri saya waktu 1 minggu lagi." ucap weni.


"Tidak bisa, sekarang atau angkat kaki dari tempat ini." teriak pria 2.


"Jaga nada bicara anda." ucap Vino berjalan dari arah belakang weni.


"Siapa anda jangan pernah ikut campur dengan urusan kami." ucap pria satu.


Vino mengambil kartu nama nya dari kantong celana nya dan menyerahkannya ke dua pria itu. Bibir mereka bergetar saat membaca nama vins di belakang nama Vino.


"Katakan pada bos kalian, jika masi ingin selamat jangan pernah mengganggu tempat ini." ucap Vino dengan nada yang menekan.


Weni sedikit bingung dengan semua ini, dengan memberikan kartu nya saja membuat dua pria itu diam seketika tanpa bisa berkutik. "Siapa sebenarnya anak mudah ini." itulah yang dipikirkan weni.


"Babaik tuan." ucap dua pria itu dan langsung pergi meninggalkan panti.


"Ternyata nama vins menjangkau tempat ini." ucap jamal.


"Kak, apa keluarga vins semenakutkan itu." tanya citra.


"Menakutkan bagi mereka yang mempunyai masalah dengan keluarga ini." jawab jamal.


"Terimakasih nak." ucap weni.


"Iya buk, ibu tenang saja mereka tidak akan pernah berani datang ke panti ini lagi." ucap vino.


"Tin tin." suara mobil box yang masuk kedalam halaman depan panti.

__ADS_1


Supir dan beberapa orang keluar dari mobil itu dan berjalan menghampiri vino.


"Keluarkan semua dan bawa masuk ke dalam." ucap vino.


"Siap bos." ucap mereka semua.


"Terimakasih be." ucap citra sambil memeluk vino dari belakang.


"Jika kamu membuat suami puas terus menerus, aku akan berbuat ini sepanjang hari." ucap vino.


"Baiklah aku akan memuaskan mu sepanjang malam." bisik citra.


"Terimakasih nak, atas semua kebaikan kalian. " ucap weni.


Mereka semua kompak menjawab dengan senyuman manis.


"Ayah." teriak amanda yang baru selesai belajar.


Vino merentangkan tangannya agar amanda berlari untuk memeluk nya. Dengan tersenyum amanda berlari memeluk vino dengan erat.


"Tidak amanda bosan." ucap amanda.


"Bosan kenapa, apa amanda menginginkan sesuatu." tanya vino.


"Tidak ada, semua yang amanda ingin kan sudah terwujud. Sekarang amanda sudah memiliki ayah dan bunda." ucap amanda.


"Kalau begitu amanda harus belajar dengan rajin." ujar citra sambil mengusap wajah amanda.


"Apa bunda memiliki dedek bayi." tanya amanda.


"Belum ada, tapi ayah sedang berusaha membuat nya." ujar vino.


"Be." ucap citra dengan nada yang menekan.


"Bagaimana cara nya, apa amanda bisa membatu." tanya amanda.


"Tidak perlu sayang, itu tugas ayah." jawab vino sambil mencium pipi tembam amanda.

__ADS_1


Mereka semua masuk kedalam panti lagi untuk menunggu kabar dari stiven tentang pemilik dari kalung berliontin itu.


Mereka memilih untuk beristirahat di kamar masing-masing sambil memikirkan rencana yang akan mereka jalankan selanjutnya. Amanda ikut vino dan citra masuk kedalam kamar, citra dengan senang hati membawa amanda berbeda dengan vino yang sedikit kesal karena sudah dapat di pastikan ia tidak bisa berbuat macam-macam.


Sementara itu di jk grup sedang mengalami kekacauan yang sangat mendalam. Mereka harus pergi ke kantor cabang tempat kekacauan itu terjadi. Abraham memasang keluar jendela mobil mengingat kenangan indah bersama istri nya di tempat ini.


Mereka memilih untuk ke rumah mereka dulu yang terdapat di desa ini. Rumah tempat terakhir kali nya bertemu dengan istri dan anak kembar nya. Caren berjalan keluar rumah untuk mencari ketenangan hati nya, nasib nya benar-benar sama dengan ayah nya, istri nya meninggal dalam suatu kecelakaan berserta anak nya. Menjadi duda menjadi nasib buruk nya. Di usia nya yang baru 27 tahun caren sudah menjadi seorang duda.


Vino yang merasa di abaikan oleh amanda dan citra memilih untuk berjalan keluar panti. Ia melihat sungai yang tak jauh dari panti dan berjalan mengikuti sungai itu.


"Sejuk." ucap vino.


Dari arah kejauhan vino melihat seseorang yang tidak asing menurut nya. Ia mendekati orang itu yang tenga duduk menghadap sungai.


"Caren." ucap vino yang membuat caren menoleh kearah nya.


"Vino." ucap caren sambil berjalan mendekati vino dan memeluk vino. Vino pun membalas pelukan itu karena mereka berdua memang sudah lama tidak bertemu.


Caren dan Vino memang sudah bersahabat sejak beberapa tahun terakhir. Perusahaan orang tua mereka memang saling bersaing terapi tidak menghalangi persahabatan mereka berdua. Bisnis dan urusan pribadi tidak pernah mereka gambung menjadi satu.


"Sudah lama tidak bertemu." ucap caren.


"Kau terlalu sibuk." ujar vino.


"Bukannya kau yang sedang sibuk, calon ceo baru. " ucap caren.


"Jangan membahas pekerjaan." ucap vino.


"Oh iya vin, apa kau bersama vira." tanya caren.


"Tidak aku bersama istri ku, vira sedang berada di korea." jawab vino.


"Padahal aku ingin bertemu dengannya." ujar caren.


"Apa kau ingin mendekati adik ku." tanya vino.


"Kau benar vin." jawab caren.

__ADS_1


__ADS_2