
"Menginap saja di sini," ucap Calvin.
"Nanti aku kau serang lagi, milik ku masih nyeri," kata Sisil.
"Hehehe maaf, aku janji tidak akan berbuat apa-apa," ucap Calvin.
"Bagaimana dengan ayah dan saudara mu," tanya Sisil.
"Mereka tidur di kamar hotel yang berbeda, sudah jangan banyak tanya. Aku juga pasti akan kerepotan jika Marcel bangun tapi kau tidak ada," jawab Calvin.
"Kan kau ayah nya, itu sudah menjadi tanggung jawab mu, jangan mau enak nya saja," kata Sisil.
Calvin berjalan masuk ke dalam kamar nya untuk meletakkan Marcel yang tenga tertidur, beruntung pihak hotel cepat menyiapkan keranjang bayi yang Calvin inginkan.
Sisil kebingungan saat Calvin pergi begitu saja dari nya, ia pikir Calvin marah pada nya sehingga meninggal diri nya tanpa sepata kata mu.
"Sudahlah nanti juga dia akan baik lagi, mana mungkin dia mau marah lama-lama pada ku," batin Sisil sambil berjalan ke luar kamar hotel.
"Ahhhkkk," teriak Sisil saat tiba-tiba Calvin menggendong nya.
"Sayang jangan berisik, nanti Marcel bangun," ucap Calvin.
"Calvin turun kan, kau mau apa."
"Mau membawa mu masuk ke dalam kamar jadi mau ngapain lagi," kata Calvin.
__ADS_1
"Aku tidak menginap, aku harus pulang," ucap Sisil.
"Jangan banyak bergerak sayang nanti kamu jatuh lagi."
Sisil yang takut jatuh langsung melilitkan ke dua kaki nya ke pinggang Calvin. Ia merasakan milik nya dan Calvin sedang bersentuhan.
"Geli sayang, kau pintar menggoda ku," kata Calvin sambil meletakkan tangan Calvin di pundak nya.
Saat ini posisi mereka berdua posisi yang sangat romantis, tatapan mata Calvin yang sangat tajam pada Sisil membuat Sisil salah tingkah.
"Kamu kenapa," tanya Calvin.
"Hmmm jangan menatap ku seperti itu," jawab Sisil.
"Besok kita akan pulang ke Indonesia dan orang ku sudah menyiapkan uang yang kau minta," kata Calvin.
"Iyap kita akan langsung menikah aku ingin cepat-cepat membuat mu hamil," jawab Calvin sambil menelusuri leher jenjang Sisil.
Dan akhirnya mereka berdua berakhir di ranjang yang terus bergoyang tanpa henti.
Setelah melayani Calvin, Sisil membuka hp nya untuk memberitahu Abraham tentang informasi yang dapat.
"Sayang jangan membuka HP silau, kamu tidak puas dengan permainan ku," ucap Calvin.
"Eh maaf, aku puas malah sangat sakit milik ku," kata Sisil sambil meletakkan HP nya.
__ADS_1
"Hmmm aku lapar," ucap Sisil, tangan nya bergerak mengusap roti sobek milik Calvin, ia membayangkan jika roti sobek milik Calvin bisa di makan.
Tanpa Sisil sadari karena usapan nya. Sosis milik Calvin bergerak naik ke atas, yang membuat Sisil membulat kan mata nya.
"Hmmm bangun lagi," ucap Sisil.
"Kau yang membuat nya bangun," kata Calvin.
"Hahaha aku tidak tau sayang, aku hanya mengusap nya," ucap Sisil.
"Kau mau makan apa," tanya Calvin.
"Apa yang ada, aku sangat lapar," jawab Sisil.
"Kau mau buah," tanya Calvin.
"Tidak mau," jawab Sisil.
"Aku ada makanan instan, tapi aku tidak bisa memasaknya," kata Calvin.
"Aku bisa memasak, ayo kita masak," ucap Sisil.
"Kau mengingat kan ku pada Nila, setelah melakukan nya pasti dia lapar karena kelelahan," kata Calvin.
______
__ADS_1
"Aku yakin keluarga Vins tidak bodoh, aku harus lebih berhati-hati akan hal itu," batin Abraham.