Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 132 S2


__ADS_3

Kesalahan terbesar.


Vino menendang pintu itu dengan sangat keras yang membuat calista dan laki-laki itu terkejut dengan kehadiran vino.


"Vino." ucap calista kaget.


Vino berjalan kearah calista dan langsung memukul laki-laki itu sampai babak belur sedangkan calsita memakai pakaian nya dan berusaha menenangkan vino yang sedang berapi-api.


"Vino cukup." ucap calista sambil memegang tangan vino.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor mu itu." ucap vino dengan nada yang menekan.


"Vin, Aa..aaku." ujar calista gugup.


"Aku apa, wanita murahan." ucap vino dengan senyuman yang sinis.


"Maaf vin." ujar caliata.


"Maaf tidak ada kata maaf untuk wanita ******* seperti mu, mulai sekarang jangan perna ada di dalam hidup ku." ucap vino dan pergi meninggalkan tempat itu.


Caliata berlari mengejar vino dan memeluk nya dari belakang. "Jangan pergi vin, aku cinta kamu.


"Lepas, atau karir mu akan hancur." teriak vino.


Caliata langsung melepaskan perlukan itu, karena ia tau vino tidak pernah main-main dengan ucappan nya. Dia salah karena telah bermain-main dengan seseorang yang bisa menghancurkan hidup nya seperti butiran debu.


Dengan emosi yang meluap-luap vino keluar dari hotel itu, ia langsung menuju mobil yang sudah ada andy dan jamal yang tenga menunggu nya.


"Kenapa dengan vino." ujar jamal yang melihat aura yang berbeda dari wajah vino.

__ADS_1


"Ada apa vin." ucap andy mendekat ke arah vino.


Vino tidak menjawab ucappan dari andy, ia masuk kedalam mobil dengan membanting pintu mobil sangat keras, dan pagi meninggal andy dan jamal di tempat itu.


Vino melajuhkan mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju bar yang sama sekali jarang ia kunjungi, vino memesan satu ruangan VIP lengkap dengan berbagi macam minuman alkohol.


Andy dan jamal berusah mengerjar mobil vino tetapi mereka berdua kehilangan jejek. Setalah dua jam mereka mencari di tempat biasa nya vino datangi tetapi mereka berdua masi tidak menemukan nya. Ada satu tempat yang belum mereka detangi cuma mereka bedua ragu karena vino jarang ketempat itu.


Sementara itu, citra dan bella sedang dalam perjalanan menuju rumah yasmin, mereka ingin menjemput yasmin kerna yasmin akan menghinap di rumah bella sekalian bertemu dengan alka cucu kecil nya.


Di dalam bar, vino sudah berada di dalam pengaruh alkhol. Fikirannya melayang ntah kemana sudah banyak botol kosong di depan nya tetapi vino masi tidak berhenti minum.


Andy dan jamal masuk kedalam bar yang perna ia kunjungi bersama vino. mereka berdua berpencar agar lebih mudah menemukan vino.


Vino benar-benar sudah kehilangan kendali, ia membanting botol-botol yang ada di hadapannya sambil marah-marah, andy yang mendengar keributan itu langsung menghampiri sumber keributan itu.


"Vino." ucap andy dan langsung membawa vino keluar.


"Kenapa bisa begini an.?" tanya jamal.


"Seperti nya di dalam masalah yang berat, ayo kita bawa dia pulang." jawab andy.


Di dalam perjalanan menuju rumah, dengan kondisi yang masi terpengaruh minumam beralkohol ia meluapkan emosi nya. Andy dan jamal hanya bisa memperhatikan vino karena tidak mengerti apa yang menimpah vino sampai di bisa seperti ini.


"Kamu jahat sayang." ucap vino di dalam tidur nya setelah puas meluapkan emosi nya.


"Apa ini ada hubungannya dengan calisata." ujar jamal.


"Sepertinya nya rumor yang beredar benar, kalau calista selingkuh dengan model lain." ucap andy.

__ADS_1


Sesampai nya dirumah vino, dengan hati-hati mereka berdua membawa vino naik kedalam kamar nya, dengan mengendap-ngendap jamal dan andy berhasil sampai di lantai atas.


"Jika tante bella tau vino seperti ini bisa habis kita." ujar andy.


"Jangan sampai orang tua nya tau, lebih baik kita menginap disini." ucap jamal.


"Kau benar, tapi aku harus pulang terlebih dahulu." ujar andy.


"Aku ikut, sudah lama tidak bertemu dengan adik mu." ucap jamal.


Mereke berdua keluar dari kamar vino dan langsung menuju ke rumah andy yang berada tepat di depan rumah vino.


Bella, citra dan yasmin telah sampai dirumah, mereka bertiga keluar dari mobil dengan membawa berbagai macam belanjaan, citra dan bella masuk kedalam dapur untuk menyusun barang-barang yang mereka beli tadi.


"Citra nanti pas kamu naik kekamar, tante titip ini ya buat vino kamar kalian kan bersebelahan." ucap bella.


"Iya tan, sebentar lagi citra naik." jawab citra.


Setelah menyelesaikan tugas nya citra naik ke kamar nya sambil membawa pakaian yang ia beli tadi, tak lupa pula titipan dari bella untuk vino, sebelum menyerahkan titipan itu citra masuk kedalam kamar nya terlebih dahulu untuk meletakan barang nya.


Citra keluar dari kamar nya untuk menyerahkan titipan dari bella, dengan sedikit ragu citra mengetuk kamar vino tetapi vino tidak menjawab dan membuka pintu kamar nya.


Kurang lebih 20 menit citra di depan kamar vino, dengan keraguan ia membuka gagang pintu kamar itu. "Pintu nya tidak di kunci." ucap citra dan secara perlahan masuk kedalam kamar vino.


Di dalam kamar itu, terciuma bau alkhol yang sangat menyengat tidak seperti pertama kali ia masuk kedalam kamar ini tadi pagi. Citra juga tidak melihat keberadaan vino, ia meletakan barang titipan itu di atas meja. Saat ingin berjalan keluar kamar tangan citra di tahan oleh seseorang, citra pun membalik tubuh nya.


"Vino." ucap citra saat melihat siapa yang menahan tangan nya.


"Mau kemana." ucap vino dengan suara yang serak khas orang mabuk.

__ADS_1


Citra mencium bau alkohol yang sangat menyengat dari tubuh vino, penampilan vino sangat berantakan tidak seperti biasanya.


"Aku mau keluar." ucap citra dan berusaha melepaskan tangan vino dari tangan nya tetapi vino malah mempererat tanganya.


__ADS_2