
"Vino apa-apa kau, aku telah membantu mu dan kau menangkap ku." Teriak Marvin.
"Aku hanya ingin menyelamatkan mu, aku ingin membuat hidup mu lebih baik Marvin." Ucap Vino.
"Tidak Vino, hey kalian berdua lepaskan aku." Marvin berusaha memberontak tetapi itu percuma saja, Andy dan Aska menarik paksa Marvin masuk ke dalam rumah.
"Vino siapa dia, kenapa kau menahan nya." Tanya Stiven.
"Dia yang menyelamatkan ku dad, dan sebenarnya dia juga terlibat dalam kecelakaan ku. Tapi dia masih memiliki hati dan lebih memilih menyelamatkan ku." Jawab Vino.
"Sayang dia seperti Nathan." Kata Citra.
"Jadi dia yang kau katakan Nathan Vino." Tanya Stiven.
"Iya yah, walaupun wajah mereka tidak terlalu mirip tapi perasaan ku pada nya sama seperti Nathan." Jawab Vino.
"Lepaskan aku, Vino aku membenci mu." Teriak Marvin yang di kunci di dalam kamar.
"Mirip dengan ku, kalian aneh kamu tidak mirip sama sekali. Jangan menyamakan aku dengan nya." Ujar Nathan.
"Sudah bantu ayah mu masuk ke dalam kamar." Kata Stiven.
Citra dan Nathan membawa Vino masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Vino juga akan di periksa kembali oleh dokter khusus keluarga Vins.
"Kau tidak ingin menemui papah Calvin." Tanya Alka.
"Nanti saja, Nathan sudah kembali apa aku masih penting untuk nya, dia pasti sangat merindukan Nathan." Jawab Calvin.
"Nila suami mu sedang cemburu pada Nathan." Ujar Amanda.
"Sudah dari saat kak Nathan datang, dia sudah membicarakan nya." Kata Nila.
__ADS_1
"Ayo sayang kita ke tempat ayah." Ajak Nila.
"Tidak mu sayang." Tolak Calvin.
"Ayo sayang." Nila menarik Calvin dan dengan terpaksa Calvin ikut dengan Nila.
"Calvin, kau baru menemui ayah mu, padahal aku sangat merindukan tangisan mu." Ucap Vino.
"Kau masih merindukan ku, padahal sudah ada Nathan di sini."
"Hey ada apa dengan mu, kau cemburu pada ku." Tanya Nathan.
"Oh ternyata menantu satu ku ini cemburu pada anak ku sendiri." Kata Vino.
"Ayah jangan menggoda ku." Rengek Calvin.
"Hahaha Nila, dari mana kau mendapatkan suami seperti ini." Ucap Nathan yang baru tau jika Calvin seperti ini.
"Oh iya Nat, kau berikan baju mu pada Marvin, sekarang juga tanpa penolakan." Ucap Vino.
"Ayah tau saja aku tidak ingin melakukan nya." Kata Nathan dan pergi meninggalkan kamar Vino.
Marvin benar-benar kesal dengan Vino, ia sangat menyesal menyelamatkan Vino karena karena Vino menangkap nya.
"Hp ku di mobil dan aku di kurung di sini, apa yang harus aku lakukan." Ucap Marvin.
Nathan membuka kunci kamar itu dan langsung masuk ke dalam. Ia melihat Marvin sedang rebahan di atas kasur.
"Kau, kau mau apa." Tanya Marvin.
"Kau dengar ayah ku ada hubungan apa, kau bukan anak dari selingkuhan nya kan." Tanya balik Nathan.
__ADS_1
"Selingkuh kata mu, jangan membuat ku marah, aku dengan Vino tidak ada hubungan apapun." Jawab Marvin.
"Apa kau tidak memiliki sopan santun. Ayah ku jauh lebih tua dari mu, bisa-bisa nya kau memanggilnya dengan sebutan nama."
"Apa itu penting bagi ku, terserah ku." Ucap Marvin.
"Kau benar-benar." Nathan menarik kerah baju Marvin dan ingin langsung memukul Marvin.
"Kau kira kau saja yang bisa." Marvin lebih dulu memukul wajah Nathan.
Nathan yang terima pun langsung membalas pukulan dari Marvin dan terjadi lah baku hantam di antara mereka berdua.
"Kalian berdua." Alka berlari dan langsung memisahkan Nathan dan Marvin.
Alka di minta Vino untuk melihat Nathan dan Marvin, Vino memiliki perasaan tidak enak pada mereka berdua. Dan benar saja saat Alka datang Nathan dan Marvin sudah baku hantam.
"Kalian ikut aku." Alka menarik paksa Marvin dan Nathan.
"Papah mereka bertengkar." Ucap Alka.
"Sayang kamu obati mereka berdua dulu." Kata Vino.
"Aku tidak perlu." Ucap Marvin dan pergi dari sana.
"Kau mau kemana." Teriak Vino.
"Kembali ke kamar ku, aku tau aku tidak bisa keluar dari sini." Teriak Marvin.
"Sayang kamu obati Marvin dan Nila yang akan mengobati Nathan." Ucap Vino.
"Iya sayang." Citra pergi menemui Marvin.
__ADS_1