Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 110


__ADS_3

"Maaf yah, tapi aku sudah tidak." Kata Elisa.


"Elisa, kenapa kau lakukan itu, ayah kan sudah memperingatkan mu tentang hal itu." Ucap Abraham.


"Ayah, ayah tau bagaimana pergaulan di Amerika sana, mana mungkin aku bisa menjaga nya."


"Sudah lah, ini sudah terjadi dan tidak akan kembali lagi." Kata Abraham.


"Nat, aku memilki adik tiri dan dia sangat cantik, kau mau dengan nya." Tanya Marvin.


"Apa dia wanita baik-baik." Tanya Nathan.


"Hmmm aku kurang tau, aku berpisah dengan nya saat usia 15 tahun, aku tidak tau bagaimana kehidupan nya di Amerika sana." Jawab Marvin.


"Kalau begitu tidak, di sana sangat bebas Marvin benar-benar bebas. Aku tidak yakin dia bisa menjaga diri nya, maaf Marvin bukan aku menjelekan adik mu, tapi aku pernah tinggal di sana selama beberapa bulan saat pertukaran pelajar, saat itu aku berusia 15 tahun dan du sana memang negara yang sangat bebas." Kata Nathan.


"Apakah begitu, semoga saja dia bisa menjaga diri nya, aku sangat menyayanginya seperti aku menyayangi kalian." Ucap Marvin.


"Sudah fokus dengan pernikahan mu, kau harus banyak bicara dengan calon istri mu."


"Apa kau gila, melihat nya saja membuat ku ingin memakan nya langsung, apalagi berbicara dengan nya aku tidak yakin bisa menahannya." Kata Marvin.


"Hahaha sabar Marvin." Ucap Nathan.


"Sayang bangun sudah siang." Nila menarik selimut yang menutupi tubuh Calvin.


"Kamu sudah selesai." Tanya Calvin.

__ADS_1


"Sudah dan kamu di panggil ayah, rasakan ayah marah pada mu." Jawab Nila.


"Apa, kenapa bisa." Calvin langsung bangkit dari atas kasur dan berlari menemui Vino.


"Ayah." Ucap Calvin dengan nafas yang tidak beraturan.


"Dari mana saja kau, aku jarang melihat mu, kau marah pada ku." Tanya Vino.


"Aku marah pada mu, bukan nya kau sibuk dengan anak baru mu itu. Aku malas menganggu mu." Jawab Calvin.


"Oh jadi menantu ku ini sedang cemburu karena sudah tidak mendapatkan perhatian lebih dari ku lagi."


"Cemburu tidak buat apa, aku lebih-lebih dari dia." Ucap Calvin.


"Hahaha buat apa kau cemburu Calvin, sudah ayah katakan kau masih yang spesial untuk ayah." Kata Vino.


"Kau mau apa, ayah akan memberikan apa yang kau mau." Tanya Vino.


"Aku rindu mommy ku." Jawab Calvin, sebenarnya sedari tadi Calvin tidak tidur tetapi menahan tangis karena ia sangat merindukan mommy nya serta kakak dan adik tiri nya.


"Hey jangan bersedih seperti ini, kan sudah ada kami di sini." Ucap Vino.


"Kalian memang sangat menyayangi ku, tapi tetap saja aku sangat merindukan mommy hiks hiks hiks."


"Sudah, kau mau berkunjung ke makam mommy mu." Tanya Vino sambil memeluk Calvin.


Calvin menggelengkan kepala nya karena ia takut semakin bersedih melihat makam mommy nya. Calvin memeluk Vino dengan erat merasakan kasih sayang yang sama dengan kasih mommy nya.

__ADS_1


"Kenapa dia sangat dekat dengan ayah, dan kenapa Nathan tidak cemburu pada nya." Batin Marvin saat melihat Calvin dan Vino di ruang keluarga.


"Sudah berhenti menangis nanti mommy mu akan bersedih juga melihat mu bersedih seperti itu." Ucap Vino.


"Calvin, kau kenapa." Tanya Alka.


"Tidak papa." Calvin mengusap air mata nya dan melepaskan pelukan dari tubuh Vino.


"Kau Alka, kenapa tidak bisa menjaga Calvin dengan baik." Ucap Vino.


"'Calvin ada apa, ada yang menyakitimu, katakan pada ku akan ku habisi dia."


"Ayah yang menyakiti ku, cepat habisi ayah." Kata Calvin.


"Hehehe aku bercanda pah, aku mana mungkin berani, kalau begitu sakiti sana Calvin."


"Kau benar-benar jahat pada ku, terimakasih yah, aku merasa lebih tenang." Ucap Calvin.


"Ayah." Marvin datang, karena ia ingin mengenal lebih dekat dengan Wulan calon istri nya.


"Ada apa." Tanya Vino.


"Dimana calon istri ku."


"Wulan ada bersama bunda, kau banyak bicara lah dengan nya." Ucap Vino.


"Baik yah, aku ke sana dulu." Kata Marvin.

__ADS_1


Kebetulan Citra baru keluar dari kamar Wulan dan Marvin sekalian meminta izin pada Citra untuk bertemu dengan Wulan.


__ADS_2