
Orang tua viona...
Sebelum pesta pernikahan aldy dan ariska di mulai mereka memutuskan untuk pindah ke rumah baru terlebih dahulu agar setalah pesta selesai bisa langsung pulang ke rumah baru mereka. Begitu juga dengan stiven dan bella mereka memutuskan juga langsung ikut pindah bersama aldy dan juga ariska...
"Kalian benar-benar akan pindah..." ucap indah...
"Iya mah, kami ingin merasahkan suasana baru..." ucap stiven...
"Ya aku kesepian dong..." ucap viona...
"Kan ada mamah dek, kamu disini bersama mamah, lagian kami pindah tidak jauh ko dari sini..." ucap stiven...
"Kalian pindah di daerah mana..." ucap wijaya...
"Di perumahan tamrin pah, hanya beberapa menit dari sini..." ucap stiven...
"Ya sudah kalau itu sudah menjadi keputusan kalian, tapi kalian jangan lupa sering main kesini..." ucap indah...
"Iya mah, tenang aja mas stiven dan bella akan sering berkunjung kesini ko..." ucap bella...
"Bunda, apa bunda ikut kami..." ucap aldy...
"Tidak al, bunda akan tinggal di rumah lama mu..." ucap yamsin...
"Tapi bun, bunda tinggal bersama siapa di sana..." ucap aldy...
"Iya bun, kalau bunda tinggal sendiri bella tidak setuju..." ucap bella...
"Tenang sayang, bunda bersama tante kalian, tadi bunda dapat kabar kalau mereka juga akan pindah ke indonesia..." ucap yasmin...
"Apa bunda yakin..." ucap aldy...
"Iya al, lagian tante kalian kan mempunyai anak kecil, kasihan kalau mereka harus tinggal berdua..." ucap yasmin...
"Baiklah kalau itu keputusan bunda..." ucap aldy...
"Apa yang ingin kalian bawa kesana..." ucap wijaya...
"Tidak banyak pah, hanya beberapa baju yang penting, dokumen penting dan beberapa foto pernikahan..." ucap stiven...
"Mamah setuju agar kalian kalau ingin menghinap disini tidak perlu membawa pakaian lagi..." ucap indah...
"iqbaal viona, kalian berdua jaga mamah papah..." ucap stiven...
"Iya ka, tenang saja kami akan menjaga mereka..." ucap viona...
"Apa aku harus menjemput mu sebelum pergi kekentor..." ucap iqbaal...
"Tidak perlu bal, aku bisa bersama si kunyuk itu..." ucap stiven dan melirik ke arah aldy...
"Siapa yang kau bilang kunyuk..." ucap aldy...
"Tidak ada..." ucap stiven...
"Sudah cepat kalian berkemas jangan menumbulkan perdebatan..." ucap yasmin...
Mereka pun langsung menuju kamar mereka masing-masing untuk berkemas, iqbaal di perintahkan stiven untuk mengumpulkan dokumen penting di ruang kerja nya...
Setelah selesai berkemas mereka kembali ke ruang keluarga sambil membawa beberapa koper...
"Sayang kotak nama kita ketinggalan di lemari..." ucap bella...
"Biar aku yang mengambil nya..." ucap stiven...
"Apa kalian akan mengantar kami..." ucap bella...
"Tentu ka, aku ingin melihat rumah mu, agar saat aku ingin main kesana aku tidak bingung mencari alamat rumah kakak..." ucap viona...
"Ini sayang kotaknya, aku masukkan kedalam koper ya..." ucap stiven...
"Iya mas..." ucap bella...
"Mana aldy, kenapa dia lama sekali..." ucap stiven...
"Dia sedang berada di ruang kerja bersama iqbaal..." ucap wijaya...
"Nah itu orang nya..." ucap ariska...
Setelah di rasa semua telah siap, mereka pun memasukkan semua barang-barang mereka kedalam mobil dan langsung menuju rumah baru...
Hanya perlu waktu 15 menit untuk sampai di perumahan elit itu, dan tak lama mereka sampai di rumah tersebut...
"Kalian begitu pintar dalam memilih rumah ya..." ucap indah...
__ADS_1
"Iya mah rumah nya begitu mewah..." ucap viona...
"Ayo kita masuk, biarkan pak supir yang membawa semua ini..." ucap stiven...
"Ka ke taman samping yuk, seperti nya taman nya bagus..." ucap viona...
"Iya dek, sekaian ada yang kakak ingin sampai kan..." ucap iqbaal...
Iqbaal dan viona pun langsung menuju taman samping rumah tesebut, mata viona tertuju pada kolam yang berisis ikan-ikan hias...
"Wah lucu sekali ikan itu..." ucap viona...
"Lucu seperti kamu..." ucap iqbaal...
"Lebih lucu aku dong..." ucap viona sambil menujukan wajah imut nya...
"Dek ada yang ingin kakak bicarakan..." ucap iqbaal...
"Apa ka..." ucap viona...
"Tentang orang tua kandung kamu..." ucap iqbaal...
"Apa kakak sudah menemukannya..." ucap viona...
"Aku sudah mendapat kan info tentang orang tua kandung kamu..." ucap iqbaal...
"Apa itu benar ka, bagaimana keadaan mereka..." ucap viona...
"Nanti sore kita bisa berjumpa dengan nya..." ucap iqbaal...
"Kenapa harus sore, kenapa tidak sekarang..." ucap viona...
"Bersabar la untuk sebentar saja, ada yang harus di selesai kan sebelum berjumpa dengan mereka..." ucap iqbaal...
"Baiklah, sebaiknya kita memberi kabar bahagia ini pada mamah dan papah..." ucap viona...
"Iya dek..." ucap iqbaal...
"Ayo kita jumpi mereka..." ucap viona...
"Maaf dek, kakak tidak bisa mengatakannya sekarang..." batin iqbaal...
"Mah pah..." ucap viona...
"Iya ada apa sayang..." ucap indah...
"Apa itu benar sayang..." ucap indah..
"Iya mah, nanti sore kami akan bertemu, mamah dan papah ikut ya..." ucap viona...
"Bal bisa bicara dengan papah sebentar..." ucap wijaya...
"Iya pah, mari..." ucap iqbaal...
"Papah kenapa mah, sepertinya papa tidak senang begitu..." ucap viona...
"Tidak senang bagaimana..." ucap indah...
"Ya seperti tidak senang begitu, kalau viona akan betemu dengan orang kandung viona..." ucap...
"Tidak sayang, mungkin hanya perasaan kamu saja..." ucap indah...
"Apa kamu yakin bal..." ucap wijaya...
"Yakin pah..." ucap iqbaal...
"Tapi viona sedang hamil bal, apa dia dapat menerimah semua ini..." ucap wijaya...
"Jujur dari awal lebih baik pah, dari pada menyembunnyikan kebenaran ini sampai belarut-larut, dia akan lebih tersakiti jika kebenaran ini tau dari orang lain..." ucap iqbaal...
"Kamu benar bal, lebih baik viona mengetahui secepat mungkin sebelum terlambat..." ucap wijaya...
"Iya pah, iqbaal telah mengatur semua nya..." ucap iqbaal...
"Ka bella nanti ikut viona ya..." ucap viona...
"Kemana..." ucap bella...
"Bertemu dengan orang tua kandung viona ka..." ucap viona...
"Apa itu benar, selamat ya viona akhirnya kamu misa bertemu juga dengan mereka..." ucap bella...
"Iya ka, viona senang banget..." ucap viona...
__ADS_1
"Kakak juga ikut senang, akhirnya hari yang kamu nantikan datang juga..." ucap bella...
Hari telah berganti menjadi sore, viona semakin bersemangat karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan orang tua kandung nya...
Seluruh keluarga ikut mengantarkan viona terkecuali aldy dan juga ariska...
"Kalian berdua jangan macam-macam, kalian jangan satu kamar..." ucap yasmin yang ingin pulang kerumah lama aldy...
"Iya bun..." ucap aldy dan ariska...
"Ka kami berangkat dulu, ingat pesan bunda..." ucap bella...
"Tahan nafsu mu bung..." ucap stiven...
"Nanti kalau sudah sampai rumah kabari kami ya bun..." ucap bella...
"Iya sayang, bunda pulang dulu..." ucap yasmin...
"Ayo kita berangkat keburu malam..." ucap iqbaal...
"Ayo ka, aku sudah tidak sabar..." ucap viona...
Mereka pun langsung berangkat ke lokasi tempat viona akan bertemu orang tua kandung nya. Perlu waktu hampir 40 menit untuk menuju lokasi itu...
"Ka kita kemana, ko kearah perdesaan..." ucap viona...
"Sabar sebentar lagi kita akan sampai..." ucap iqbaal...
Tak lama mereka telah sampai di lokasi tersebut...
"Apa di sini kita akan bertemu mereka..." ucap viona...
"Tidak, kita hanya akan menjumpai seseorang untuk mengantar kita bertemu dengan kedua orang tua kandung mu..." ucap bella...
Mereka semua pun turun dari mobil dan berjalan kearah rumah yang tidak terlalu besar, sudah ada sepasang suami istri yang sedang menunggu mereka...
"Selamat sore pak ramli..." ucap iqbaal...
"Sore nak iqbaal..." ucap pak ramli...
"Apa kamu sinta anak dari kakak ku..." ucap istri pak ramli...
"Saya viona buk..." ucap viona...
"Benar buk, dia anak kakak anda dan viona mereka berdua paman dan bibi mu..." ucap iqbaal...
"Sinta... Kamu sangat mirip dengan orang tua mu..." ucap istri pak ramli sambil memeluk viona...
"Dimana mereka..." ucap viona...
Suasan langsung hening seketika, mereka semua hanya tertiduk menyembunyikan kesedihan yang mendalam...
"Iya buk, dimana orang tua kandung viona..." ucap stiven...
"Mari ikut saya..." ucap pak ramli...
Mereka semua pun langsung mengikuti pak ramli dari belakang. Tiba-tiba pak ramli berhenti tepat di depan 2 makam...
"Kenapa kita kesini, dimana mereka..." ucap viona...
"Mereka sudah meninggal nak..." ucap istri pak ramli...
Lutut viona langsung lemas tak bertenaga, badan nya langsung tersungkur tepat di depan makam kedua orang tua nya...
Iqbaal langsung memeluk viona untuk memberikan rasa tenang dan amat, ia takut terjadi apa-apa pada viona karena jiwa nya sedang tergoncang...
Viona menagis tanpa suara, kesedihan yang sangat luar biasa di rasakan orang tua yang selama ini ia cari ternyata sudah tidak ada lagi di dunia ini...
"Ini tidak benar kan ka..." ucap viona di selah-selah tangis nya...
"Kita tidak perna tau umur seseorang sayang..." ucap iqbaal...
Bukan hanya viona dan iqbaal semua yang berada di tempat itu tidak bisa menahan kesedihan mereka...
"Sebaiknya kita jangan terlalu lama di sini viona sedang hamil tidak baik..." ucap wijaya...
"Ayo sayang, nanti kita kesini lagi kalau kamu sudah kuat..." ucap iqbaal...
Viona hanya menuruti semua ucappan dari iqbaal, karena diri nya tak sanggup untuk berbicara di depan makan orang tua nya...
Iqbaal dengan perlahan menuntun viona untuk pergi dari tempat itu dan langsung menuju rumah pamam dan bibi nya....
Udah dulu ya...
__ADS_1
Mampir kecerita author satu lagi dong Iqbaal dan dara (bukan cinta biasa), jangan lupa tinggalkan like comen dan vote...
Author udah up dari kemarin tapi gak lolos review