
"Kata siapa aku mau operasi Cesar." Tanya Amanda.
"Sayang aku tidak mau milik kamu menjadi lebih...
"Lebih apa, dasar Laki-laki mau enak nya saja, aku mau lahiran normal tidak ada Cesar-cesar." Ucap Amanda.
"Hahaha mantap Amanda, habisi saja suami mu kalau bisa jangan kasih jatah." Ujar Calvin yang sangat senang ketika Alka sudah di marahi Amanda.
Sementara itu di tempat lain, Marvin seorang hiper tidak pernah puas dengan yang nama nya se*s, jika ada waktu pasti dia terus melakukan nya bersama istri nya, dan hari ini saja mereka melakukan nya tanpa henti, berhenti ketika Marvin mengalami pelepasan.
"Sakit." Ucap Wulan.
"Sakit atau enak sayang." Tanya Marvin.
"Benar-benar sakit mas, ahh sakit." Ucap Wulan yang sudah tidak tahan.
Marvin menghentikan aksi nya, ia juga merasakan ada sesuatu yang mengalir dari milik istri nya, dan benar saja ada darah yang mengalir di sana yang membuat Marvin panik seketika.
"Sayang berdarah, bagaimana ini sayang." Ucap Marvin yang sangat panik.
Sementara itu Wulan hanya bisa meringis sambil memejamkan matanya, rasa nya benar-benar sangat sakit sampai ia tidak bisa menahan air mata nya lagi.
"Hiks hiks hiks sakit mas." Ucap Wulan.
Dengan cepat Marvin memakai pakaian nya kembali, tak lupa ia merapihkan semua nya seperti semula. Setelah itu baru lah Marvin keluar untuk menemui ayah nya agar memanggil dokter.
__ADS_1
Vino benar-benar terkejut saat Marvin menceritakan semua nya, dengan cepat ia langsung memanggil dokter keluarga Vins.
"Wah mas Marvin bisa melakukan dengan wajar, tidak kasihan dengan istri nya."
"Maaf dok, saya terlalu bersemangat, bagaimana dok apa masih bisa di pakai lagi." Tanya Marvin.
"Tentu saja bisa tapi harus istirahat mungkin 1 minggu lama nya, jangan melakukan nya lagi sebelum saya memperbolehkan nya."
Marvin yang mendengar hal itu langsung lemas seketika, baru saja ia merasakan enak nya bermain dengan istri, mulai hari ini ia harus kembali berpuasa.
Setelah menjalani pemeriksaan Wulan langsung istirahat untuk memulihkan keadaan nya, sedangkan Marvin di tarik oleh Vino untuk sidang.
"Apa kau ingin membunuh istri mu." Tanya Vino.
"Maaf yah, aku sangat suka melakukan nya, ayah tau sendiri kan aku seorang hiper." Jawab Marvin.
"Setiap saat jika ada kesempatan yah." Jawab Marvin.
"Apa kau gila, dia istri mu, bukan pemuas nafsu mu." Ucap Vino.
"Maaf yah, dan sekarang aku juga harus berpuasa dalam satu minggu."
"Itu resiko untuk mu, sudah mulai sekarang pakai jadwal, seperti ayah dulu saat mudah sehari sekali dan sekarang sudah berkurang 2 hari sekali, pinggang ayah sudah tidak kuat.".
"Iya yah aku mengerti, aku akan ikut saran mu." Ucap Marvin.
__ADS_1
Setelah mendapatkan ceramah dari ayah nya, Marvin kembali masuk ke dalam kamar nya, Tiba-tiba hp nya berdering telepon dari Nathan, ia langsung apa yang membuat Nathan menghubungi nya."
"Halo nat ada apa, kau sudah sampai." Tanya Marvin.
"Aku sudah sampai, sekarang aku sudah di kamar dan aku menagih mana video nya." Jawab Nathan.
"Iya aku sudah membuat nya." Ucap Marvin.
Marvin langsung mengirim Vido yang Nathan minta, Nathan tersenyum lebar saat mendapatkan video dari Marvin.
"Apa dia gila, istri nya di blur oleh nya, hanya nampak dia dan batang nya saja. Ternyata kembaran junior nya juga kembar juga." Batin Nathan.
"Kau gila, aku meminta yang sesungguhnya." Nathan kembali menghubungi Marvin.
"Hahaha aku tidak mau istri ku kau lihat, bagaimana permainan ku, kau bisa belajar dari ku." Ucap Nathan.
"Kau benar-benar gila, tapi Marvin, milik kita sama." Kata Nathan.
"Sama apa maksudnya." Tanya Marvin.
"Sama besar, dan bersih. Sudah lain kali aku ingin yang sesungguhnya." Jawab Nathan.
"Iya lain kali saat kau sudah menikah, kita saling tukar Video." Marvin mematikan sambungan telepon itu.
"Maafkan aku sayang." Marvin mencium dahi Wulan.
__ADS_1
Maaf mungkin mulai hari ini sampai minggu author jarang up karena sedang ke luar kota.