
"Kenapa, kamu juga sakit." Tanya Citra.
Wajah Calvin langsung memerah seketika, kenakalan nya akan segera terciduk oleh mertua nya.
"Tidak bun." Nila bingung harus bagaimana cara menjelaskan semuanya pada Citra.
"Jadi kenapa sayang, jangan buat kami khawatir." Ujar Vino.
"Bunda." Nila meminta Citra lebih dekat dengan nya.
"Ada apa." Tanya Citra.
Nila sedikit membuka selimut, dan sedikit memperlihatkan diri nya yang sedang tidak memakai atasan.
"Kamu ya, bunda kira ada apa." Ucap Citra.
"Ada apa sayang." Tanya Vino.
"Sayang, aku sangat takut." Bisik Calvin.
"Itu karena kamu terlalu mesum."
"Ternyata menantu kesayangan mu, nakal juga ya." Ucap Citra.
"Maksud kamu sayang." Tanya Vino.
"Kita sedang menggangu mereka sayang, sebaiknya kita segera keluar." Jawab Citra.
"Oww aku paham." Ucap Vino.
"Aku laki-laki normal ya, jangan marah pada ku." Ucap Calvin yang sudah tidak bisa menghindar lagi ia merasa lebih baik mengakui semua nya.
"Kalau kau belok, mana mungkin kau menikah dengan Nila. Bukan begitu kau sedang sakit, apa tidak bisa berpuasa untuk sesaat."
"Hanya sedikit bermain yah, tidak lebih." Ucap Calvin.
__ADS_1
"Kau ya, sembuh dulu baru beri kami cucu, jadi terlalu terburu-buru kalian juga masih mudah." Kata Vino.
"Bunda ayah, sebenarnya aku sedang hamil." Ucap Nila.
"Hamil sayang, kamu sudah hamil." Tanya Citra.
"Iya bun, aku telat menyadari nya, usia kandungan ku sudah satu bulan 2 minggu." Jawab Nila.
"Berarti sebelum Calvin pergi, kamu sudah mengandung anak nya." Tanya Vino.
"Aku juga kurang tau yah." Jawab Nila.
"Kau, kecil-kecil tokcer juga ya." Ucap Vino.
"Tubuh ku saja kecil, milik ku besar yah." Kata Calvin
"Menantu mu benar-benar polos sayang, ayo kita keluar biar kan mereka berdua istirahat." Ujar Citra.
"Kau tau, biasa nya Ibu hamil akan sering meminta nya, siapkan tenaga mu." Bisik Vino sebelum pergi meninggalkan kamar itu.
"Sayang aku sangat malu." Ucap Nila.
"Kamu tidak ada rasa marah pada ayah ku, karena memukul mu tadi." Tanya Nila.
"Tidak sama sekali, dia sangat baik pada ku, but apa aku marah pada nya. Sayang kata ayah mu jika ibu sedang hamil mereka akan selalu meminta nya, apa kamu seperti itu juga."
"Tidak akan, malahan aku sangat takut, kita sudah lama tidak melakukan nya dan lagi aku sedang hamil." Ucap Nila.
"Kita lihat saja besok, aku yakin kamu yang memintanya dulu." Kata Calvin.
Amanda dan Alka sudah sampai di rumah, mereka berdua langsung mandi dan kembali ke ruang makan untuk makan malam. Kali ini Calvin ikut bergaung bersama yang lain nya, ia merasa ingin cepat memulihkan ingatan nya, dengan cara melakukan kegiatan yang biasa nya ia lakukan dulu.
"Malam semua." Ucap Amanda.
"Wah Amanda, perut kamu sudah nampak besar." Ujar Anggun.
__ADS_1
"Iya mah, sudah jalan 4 bulan." Ucap Amanda.
"Kita akan segera menjadi kakek Vin." Kata Aska.
"Opa tidak kakek." Ucap Vino.
"Sama saja." Ujar Andy.
"Nila juga sedang hamil." Ucap Citra.
"Hamil, apa itu benar Nila." Tanya Amanda.
"Iya kak." Jawab Nila.
"Good boy, kau sangat gerak cepat." Ucap Alka sambil menepuk pundak Calvin.
"Dia sudah hamil saja, padahal aku tidak ingat bagaimana aku membuat nya." Bisik Calvin.
"Lakukan malam ini, jika tidak bisa lama, setidaknya kau melakukan nya."
"Apa boleh, bukan nya kau melarang ku."
"Malam ini aku beri kelonggaran." Bisik Alka.
Selesai makan Alka langsung masuk ke dalam kamar nya, ia tidak bisa meminta jatah pada istri nya karena Amanda sedang datang bulan.
"Ahh kenapa aku pengen." Batin Amanda.
Alka membuka pakaian nya satu persatu dan langsung tidur tanpa menunggu Amanda, ia sudah terbiasa tidur dengan tidak memakai apapun.
"Ahh, apa masa ngidam ku belum berakhir, dulu aku menangis saat merasakan benda itu, tapi sekarang aku tidak bisa tidur sebelum merasakan nya.
" Sayang, aku ingin." Amanda naik ke atas tubuh Alka.
"Ingin apa sayang, kamu sedang ada tamu di larang melakukan nya." Ucap Alka.
__ADS_1
"Tidak sayang, aku berbohong, wanita hamil tidak akan pernah datang tamu." kata Amanda.
"Oww kamu mau mengerjai ku, jangan salahkan aku kita bergadang malam ini."