
"Itu karena kita terlambat mengetahui penyakit ini, jika dari awal kiat mengetahui nya mungkin kita lebih mudah menyembuhkan penyakit ini." Ucap Dokter.
Mereka kembali mendekati Calvin yang sedang berbaring, wajah nya tampak sedikit pucat, dan tubuh nya sedikit lebih hangat.
"Sayang, jangan pergi lagi." Calvin memeluk Nila.
"Sudah aku tidak akan pergi jauh-jauh, sekarang saat nya kamu suntik ya." Nila mengusap wajah Calvin.
"Tidak akan sakit." Memeluk Calvin.
Dokter menyuntikkan beberapa obat ke dalam tubuh Calvin, Calvin hanya bisa meringis menahan sakit di tangan nya, bukan hanya satu suntikan, tangan Calvin di suntik sampai 4 kali dengan obat yang berbeda.
"Apa sakit." Tanya Nila.
"Sedikit, aku mengantuk."
"Bawa suami mu masuk kedalam kamar Nila, biar kan dia beristirahat." Ujar Vino.
"Iya yah." Nila membawa Calvin naik ke kamar.
"Sayang, aku ingin." Ucap Calvin.
"Ingin apa, kamu mau apa." Tanya Nila.
"Ingin membuat anak, ayo aku sudah beberapa hari tidak melakukan nya lagi." Jawab Calvin.
"Sayang, kamu sedang sakit, nanti sakit kamu bertambah parah gimana."
"Tidak akan, aku tidak akan sakit. Boleh ya." Tanya Calvin.
__ADS_1
"Kamu yakin, tidak papa jika sakit bagaimana? "
"Tidak sayang percaya pada ku, tidak akan sakit." Ucap Calvin.
"Istirahat dulu, nanti saja ya setelah obat dalam tubuh kamu bereaksi."
"Hmmm baik lah, temani aku tidur." Ucap Calvin.
Nila selalu berjaga di samping Calvin, ia tau jika obat yang di masukan ke dalam tubuh Calvin memiliki efek samping.
"Semoga kamu cepat sembuh sayang, aku tidak ingin melihat mu seperti ini terus, ini sangat menyakitkan untuk ku." Batin Nila.
Sesuai dengan janji nila tadi pada Calvin, sore hari nya Calvin mendapatkan jatah nya, Calvin sangat bahagia melakukan nya walaupun tubuh nya terasa sangat lemas tapi ia berusaha untuk memuaskan istri dan diri nya sendiri.
"Aku mencintaimu sayang." Ucap Calvin di ikutin senyuman dari Nila.
Kondisi Calvin membuat Nila semakin tidak tenang, hampir setiap malam Calvin menangis mengeluhkan rasa sakit di kepala nya bahkan tanpa sebab Calvin dalat meledak seketika.
Seperti pagi ini, Calvin meledak saat ingin menjalani pengobatan, ia mengamuk dan melemparkan semua barang yang ada di dekat nya.
Nila berlari memeluk Calvin, ia tidak peduli dengan bahaya yang mengintai nya, bisa saja Calvin menusuk Nila karena tangan nya sedang memegang senjata tajam.
"Jangan seperti ini hiks hiks hiks." Nila menangis sambil memeluk Calvin.
Emosi Calvin mulai teratur saat mendengar suara tangisan dari Nila, tak lama tubuh nya lemas dan jatuh pingsan ke atas lantai. Mereka semua mendekati Calvin dan membawa nya ke atas kasur.
"Sayang jangan seperti ini, aku takut." Nila menangis sambil mencium tangan Calvin.
"Sayang." Calvin mengusap rambut Nila.
__ADS_1
"Kamu sudah bangun, apa ada yang sakit." Tanya Nila.
"Aku ingin memeluk mu, aku takut melupakan mu." Calvin memeluk Nila dengan erat.
Calvin berkata seperti itu karena perasaan nya sama sekali tidak tenang, tadi ia juga sempat bermimpi kalau diri nya tidak mengenal siapa pun. Mimpi nya benar-benar sangat buruk yang membuat nya sangat takut.
"Kamu tidak akan melupakan ku, berjanji lah untuk selalu mengingat ku."
"Aku akan berusaha selalu mengingat mu sampai kapan pun." Calvin kembali memejamkan mata nya.
"Sayang, Calvin." Nila berusaha membangunkan Calvin tapi percuma saja Calvin masih tidak bangun.
Dengan terpaksa Calvin di pindah ke kamar perawatan nya, ia mendapat infus yang seharusnya ia dapat kan sejak lama, tapi Calvin selalu menolak nya. Kali ini ia tidak bisa menolak infus itu karena diri nya sedang tidak sadar kan diri.
"Kami akan melakukan tindakan besar-besaran, Calvin sedang tidak sadar dan ia tidak akan menolak pengobatan dari kami." Ucap dokter.
Amanda memeluk Alka dengan erat, ia tidak tega melihat kondisi Calvin seperti itu, sangat jauh berbeda dengan Calvin yang ia kenal dulu.
"Dia pasti kuat sayang." Ucap Alka yang berusaha menenangkan Amanda.
Dengan setia Nila menunggu suami nya bangun dari pingsan nya, walaupun ia menunggu sudah hampir 12 jam tetapi suami nya belum menunjukkan kalau diri nya akan sadarkan diri.
"Bangun sayang, aku takut sekali, jangan seperti ini, kamu sudah janji selalu bersama ku." Nila menangis di samping tubuh Calvin.
"Sudah sayang, kamu harus kuat, kamu makan ya." Ucap Citra.
"Tidak bun, aku tidak bisa makan jika seperti ini." Kata Nila.
"Kamu harus makan jika tidak kamu akan sakit, jika kamu sakit siapa yang akan menjaga suami mu." Ucap Citra.
__ADS_1