
Calon menantu yang mengejut kan.
Jamal keluar dari apartemen itu untuk membeli pakain putri, pakain yang ia kenakan semalam masih basah. Sedangkan putri memilih untuk merendam diri nya kedalam bathub, fikiran nya sangat kacau ia benar-benar tidak tau apa yang akan terjadi pada diri nya setelah ini. Noda bercak merah di tubuh nya membuat nya merasa kotor dan jijik, putri memejamkan mata nya untuk menenangkan fikiannya.
Setelah beberapa jam berlalu putri keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk, ia duduk atas sofa menunggu kedatangan jamal yang akan membawa kannya baju.
Tak lama jamal kembali masuk kedalam kamar, ia membawa pakaian dalam dan baju ganti untuk putri, rasa malu nya tadi saat membeli barang itu hilang seketika, ketika melihat putri duduk di atas sofa dengan tatapan yang kosong. Ia menghampiri putri dan menarik putri kedalam dekapan nya.
Putri menangis di dalam dekapan jamal, ia bingung dengan kehidupan nya saat ini. Apalagi saat teringat ayah tiri nya yang ingin menidurinya, ia juga di ancam akan di jual kepara pria hidung belang di luar sana.
"Tenang lah, aku akan bertanggung jawab, kamu milik ku sekarang." ucap jamal yang sudah mendengar cerita dari putri kenapa ia bisa berada di dalam bar.
"Bagaimana kalau ayah ku membawa ku lagi ke tempat itu." ucap putri.
"Ingat kamu milik ku dan hanya aku yang boleh menyentuh mu, jangan takut dengan ayah tiri mu tidak ada yang bisa mengabil kamu dari ku." ucap jamal.
Ntah kenapa jamal sangat nyaman berada di dekat putri, wajah nya yang sejuk membuat nya betah memandang wajah putri. di tambah rasa iba dan kasihan membuat nya semakin yakin dengan keputusan saat ini.
"Sekarang pakai pakaian mu, kita akan pulang kerumah ku." ucap jamal.
"Bisa kah kamu keluar dulu, aku malu." ucap Putri.
"Tidak perlu malu aku sudah hafal setiap lengkuk tubuh mu." ucap jamal dengan senyuman menggoda.
Putri kikuk seketika, ntah kenapa mereka berdua terasa sangat akrab padahal baru berapa jam bertemu. Putri mengambil pakaian itu dan masuk kedalam kamar mandi. Tak lama putri keluar kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi, rambut nya tergerai membuat aura kecantikan nya bertambah.
"Apa kemarin aku membawa tas." tanya putri.
"Tas, seperti nya ada di dalam mobil." jawab jamal.
Setelah mereka berdua selesai bersiap, mereka turun dari apartemen menuju mobil, jamal yang memperhatikan cara jalan putri hanya tersenyum menahan tawa nya, menurut nya cara berjalan putri mirip dengan pingwin.
"Apa masih terasa sakit." tanya jamal sembil menggandeng tangan putri.
"Lumayan, tapi sudah tidak sesakit tadi." jawab putri.
Sesampainya di dalam mobil, putri langsung membuka tas nya dan mengambil beberapa make up sederhana, ia memoles wajah nya dengan make up tipis agar terlihat lebih segar.
__ADS_1
"Aku takut." ucap putri sambil menatap kearah jamal.
"Cantik." ucap jamal saat melihat wajah putri.
"Ha apa." tanya putri.
"Hmmm ini kamu tidak perluh takut, bukannya papah ku yang meminta kita untuk pulang kerumah." ujar jamal.
"Baiklah, terimakasi." ucap putri.
Vino dan yang lainnya telah mendarat dengan selamat, vino dan citra memutuskan untuk langsung pulang kerumah, sedangkan andy memilih untuk mengantar caitlin terlebih dahulu.
"Sayang, apa mereka akan terkejut dengan hubungan kita." tanya andy.
"Pasti, yang mereka tau kita hanya sahabatan." jawab caitlin.
"Terimakasi telah membalas cinta ku." ucap andy sambil menggenggam tangan caitlin.
"Terimakasi telah mencintai ku." ucap caitlin.
25 menit berlalu mereka telah sampai di depan rumah caitlin, kepulangan nya sama sekali tanpa pengetahuan iqbaal dan viona. Caitlin ingin memberikan kejutan pada mereka berdua.
"Caitlin." ucap viona dan iqbaal secara bersama.
Viona dan iqbaal langsung memeluk caitlin dengan sangat erat, mereka sangat merindukan putri nya ini.
"Siang om tan." ucap andy.
"Siang an." jawab iqbaal.
"Kenapa kamu tidak memberikan kabar si kalau mau pulang." tanya viona.
"Mau bikin kejutan, mamah salahkan saja pacar ku, kenapa menjemput ku secara tiba-tiba." jawab caitlin.
"Pacar." ucap iqbaal dan vinona bersama.
"Iya mah, aku di jemput pacar ku." ujar caitlin.
__ADS_1
"Dimana pacar mu, kenapa tidak di bawa masuk." tanya iqbaal.
"Pah, yang di hadapan papah siapa lagi kalau bukan pacar caitlin." ucap caitlin.
"Andy." tanya iqbaal.
"Iya om." jawab andy.
"Jadi kalian berdua pacaran." tanya viona.
"Iya mah, apa dia tidak cukup tampan, maaf mah cuma dia yang mau menjadi pacar ku." jawab caitlin.
"Sayang." ucap andy.
"Wah wah wah sepertinya kita bakal besana ni dengan keluarga moonly." ucap iqbaal.
"Apa om bisa membaca fikiran ku, bagaimana om bisa tau kalau aku ingin segera menikah dengan nya." tanya andy.
"Jelas om tau, kamu dengan vino kan tidak beda jauh, vino sudah menikah pasti kamu segera menyusul nya." jawab iqbaal.
"Jadi kapan ni an, orang tua kamu datang kerumah." goda vinona.
"Besok." ucap andy dengan cepat.
Sementara itu, putri dan jamal sudah berada di depan rumah. Jamal masuk kedalam sambil menggandeng tangan putri.
"Plak." satu tamparan mendarat di wajah jamal.
"Mamah kecewa mal." ucap dini.
"Maaf mah, jamal akan tunggu jawab ko." ujar jamal.
"Harus, ini anak orang mal. Kalau orang tua nya tau bagaimana, bisa di tuntut kita." ucap dini.
"Orang tua tidak akan menuntut ko mah." jawab jamal.
Jamal mulai menceritakan semua yang terjadi pada putri dan diri nya, dini memeluk putri dengan erat. Ia sunggu kasihan dengan nasib gadis cantik ini.
__ADS_1
"Jangan takut kamu aman berada di sini." ucap dini.