
"Hahaha kau saja bodoh, dia pasti sering melakukan nya dengan orang lain, yang junior nya lebih besar dari mu itu sebabnya kau merasa kendor," ujar Mila.
"Kau meremehkan ku," Piter menarik tangan Mila.
"Kenapa kah jadi emosi begini, aku hanya mengatakan hal yang ku tau," kata Mila.
Piter menarik paksa tangan Mila dan membawanya masuk ke dalam kamar karena ia sangat tidak suka di remehkan.
Sementara itu baby Alka sudah semakin menggemaskan, saat ini ia sudah menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di rumah ini. Alka memberikan nama anak nya Raffi Adrian Moonly. Ya Azka tetap memberikan nama belakang keluarga nya, itu sudah menjadi keharusan setiap anak nya nanti.
Walaupun sudah memiliki nama mereka lebih suka memanggil Raffi dengan sebutan baby, Alka tidak mempermasalahkan hal itu yang terpenting mereka tidak melupakan nama asli anak nya.
Saat ini Raffi sedang bersama paman nya, siapa lagi jika bukan Calvin, setelah sekian lama akhirnya ia dapat menggendong bayi menggemaskan itu.
"Aku sangat suka dengan bayi mu, boleh untuk ku," tanya Calvin.
"Enak sana, aku membuat nya susah payah kau kayu ambil begitu saja," jawab Alka.
"Susah kata mu, bukannya enak," tanya Calvin.
"Eh iya si, tapi tetap tidak boleh, wajahnya menggemaskan karena perpaduan wajah ku dan wajah Amanda, lihat saja nanti anak mu, perpaduan wajah mu dan Nila," jawab Alka.
__ADS_1
"Sudah pasti akan lebih tampan, kita lihat saja," kata Calvin.
"Sudah berapa bulan kandungan istri mu," tanya Alka.
"Hmmm aku si kurang tau, tapi tidak lama lagi akan melahirkan, aku sangat takut Alka istri ku masih muda kata dokter banyak resikonya," jawab Calvin.
"Semua pasti akan baik-baik saja, percaya itu dan kau jika tidak kuat menemani istri mu melahirkan jangan di paksakan, nanti akan membuat semua nya kacau saat kau menangis di dalam sana," ucap Alka.
"Kau benar, jadi aku harus bagaimana aku ingin selalu bersama nya," kata Calvin.
Pagi hari nya, pukul 5 pagi Calvin menjemput Piter karena orang tua mereka sudah hampir tiba di bandara, Piter juga sudah tau jika Calvin akan datang semua sudah rapi kembali dan teman-temannya juga sudah pulang. Sebenarnya ia sangat lelah setelah pertempuran panjang nya bersama Mila tetapi mau bagaimana lagi ia juga harus ikut menjemput orang tua nya.
"Sudah ayo," ucap Piter yang langsung masuk ke dalam mobil Calvin.
"Tidak mungkin, aku sudah menunggu mu," Ucap Piter.
"Kau mandi pagi-pagi seperti ini," tanya Calvin.
"Iya agar aku tidak mengantuk tapi aku masih mengantuk saja," jawab Piter.
Sesampainya di bandara mereka berdua menunggu Erwin di ruang tunggu, tak lama Erwin dan yang lainnya datang mendekati mereka berdua.
__ADS_1
"Bagaimana perjalanan mu yah, apa semua baik-baik saja," tanya Calvin sambil memeluk ayah nya.
"Semua baik-baik saja Calvin," jawab Erwin.
"Sudah ayo pulang, kalian pasti lelah," ucap Piter.
"Kak kau memakai barang branded," bisik Rebecca.
"Kau baru sadar, siapa lagi yang membelikan ku semua ini jika bukan anak kesayangan nya ayah," kata Piter.
Setelah mengantarkan mereka Calvin sebenarnya ingin langsung pulang, tapi Erwin menahannya. Calvin ingin cepat-cepat pulang karena ia sangat tidak nyaman dengan Rebecca. Ntah kenapa sedari tadi Calvin merasa Rebecca mencuri-curi pandang pada nya.
"Ayah kalian harus beristirahat, aku harus menemani istri ku, nanti sore aku akan kembali," ucap Calvin.
"Bawa istri mu juga ayah ingin berkenalan." kata Erwin.
Di rumah Marvin sudah sangat rapi dengan pakaian kantor nya, ini pertama kali nya Marvin memakai pakaian serapi ini.
Sedangkan Nathan masih duduk di kursi roda nya sambil memainkan HP nya, ia masih menunggu Marvin membantu nya mencarikan baju kantor yang letak nya memang di lemari paling atas.
"Sayang aku sudah rapi," tanya Marvin.
__ADS_1
"Kamu sudah sangat tampan dan, rapi sekarang kamu bantu kembaran kamu, pasti dia sedang menunggu mu," jawab Wulan.
"Kamu benar anak itu pasti belum apa-apa," kata Marvin.