Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 21


__ADS_3

"Kak, bangun." Menepuk-nepuk tubuh Calvin.


Bukan nya bangun Calvin malah memperdalam kepala nya, yang membuat si pemilik benda itu merasa hal aneh.


"Kak, bangun sudah siang." Ucap Nila yang masih berusaha membangunkan suami nya.


Perlahan Calvin mulai terbangun dari tidur nya, ia membuka mata nya tapi tidak melihat apapun.


"Nyaman, empuk dan lembut sekali." Batin Calvin sambil menggoyang kan kepala nya.


"Hmmm kak, berhenti menggoyangkan kepala." Ucap Nila.


Calvin yang tersadar ada dimana langsung menaikan kepala nya. Ia tersenyum untuk menghilang kan rasa malu nya. Karena ia benar-benar sangat malu.


"Maaf." Ucap Calvin.


"Kenapa kakak bisa berada di sana." Tanya Nila.


"Aku tidak tau, tapi kita kan sudah resmi menikah jadi aku tidak salah kan."


Nila bingung harus menjawab apa, pertanyaan Calvin benar-benar ambigu.


Mereka semua sudah berkumpul di meja makan, Amanda dan Alka tidak canggung-canggung lagi menunjukkan kemesraan mereka berdua di depan orang.


Sedangkan Calvin hanya bisa diam, tidak ada berbicara dan hanya fokus ke makanan di depan nya.


"Lagi kak." Tanya Nila.


"Hmmm tidak, aku sudah kenyang." Jawab Calvin.


"Calvin, mommy mu meminta mu untuk program kehamilan bersama Nila. Kau mau kan." Tanya Vino.


Vino benar-benar berhati-hati dengan menantu yang satu ini, karena ia tau Calvin bukan berasal dari keluarga sembarangan. Daddy nya saja sangat hormat pada keluarga Calvin.

__ADS_1


"Mommy, program kehamilan." Tanya Calvin yang merasa bingung.


"Iya cal, mommy mu ingin istri mu cepat-cepat hamil." Jawab Vino.


"Amanda bukan nya kamu akan periksa kehamilan hari ini." Tanya Aska.


"Iya pah, Amanda bersama Alka akan ke dokter." Jawab Amanda.


"Kalau begitu kalian berangkat bersama saja. Calvin dan Nila bisa belajar dari Amanda dan Alka." Ucap Aska.


"Aku tidak masalah, bagaimana dengan Nila dengan Calvin apa mereka berdua mau." Kata Amanda.


"Bagaimana kak, mau atau tidak." Tanya Nila.


Calvin menganggukkan kepala nya, ia malas menjawab pertanyaan itu. Calvin merasa harus bisa melawan rasa cemburu dan sakit hati saat Amanda bersama Alka, yang menjadi prioritas utama nya saat ini adalah Nila istri nya.


Mereka berempat naik mobil yang sama, walaupun sudah berada di keluarga Vins, Calvin masih merasa ada yang mengawasi nya dari kejauhan, ia sudah paham bagaimana cara mommy nya menjaganya diri nya.


"Kak, tidur lah di pangkuan ku jika mengantuk." Bisik Nila.


"Kamu menggoda ku." Mereka berdua saling berbisik.


"Jika iya kenapa, apa aku salah."


"Hahaha gadis sepolos diri mu, tidak pantas menggoda ku." Calvin mulai bisa tertawa bersama Nila.


Calvin meletakkan kepala nya dia atas pangkuan Nila, menurut nya Nila sangat lucu berada di bawa sana.


"Nila, kau cantik." Ucap Calvin.


"Hahaha terimakasih." Kata Nila sambil tertawa.


"Semoga mereka berdua bisa semakin dekat dan bahagia." Batin Amanda yang melihat kedekatan Nila dan Calvin.

__ADS_1


"Tenang sayang, mereka berdua pasti akan selesai kita." Bisik Alka.


Sesampainya di rumah sakit mereka berdua langsung masuk ke dalam. Pertama-tama Amanda memeriksa kandungan nya, Alka sangat antusias melihat janin di depan layar monitor.


"Sayang itu anak ku kan." Ucap Alka.


"Anak siapa lagi jika bukan anak mu." Kata Amanda.


Setelah mendengar penjelasan dari dokter, Amanda dan Alka sangat bahagia karena kandungan Amanda sangat sehat dan baik, hanya saja Alka di larang untuk terlalu sering meminta jatah pada Amanda.


Sekarang giliran Calvin dan Nila yang akan menjalani progam kehamilan. Pertama-tama mereka berdua duduk di depan dokter untuk mendapatkan beberapa pertanyaan.


"Kalian pasangan mudah, apa kalian menikah karena suatu hal." Tanya dokter.


"Kami menikah karena perjodohan." Jawab Nila.


"Apa kalian sudah rutin berhubungan suami istri? "


Mereka berdua kompak menggeleng kepala yang membuat dokter terkejut.


"Jadi kalian belum pernah berhubungan."


"Kami sering berhubungan seperti berbicara berdua, dan sesekali berpelukan karena tidak sadar." Kata Calvin.


"Mas, bukan berhubungan seperti itu, berhubungan suami istri."


"Kalau itu tidak pernah." Jawab Mereka berdua secara kompak.


"Kalian boleh ke sini lagi setelah 3 bulan dan sudah berhubungan suami istri." Ucap Dokter.


"Apa mereka berdua sepolos itu." Bisik Alka.


"Mereka beru menikah kemarin sayang, wajah mereka belum tau. Ayah saja yang aneh." Kata Amanda.

__ADS_1


__ADS_2