Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 198


__ADS_3

"Vino untuk kali ini aku tidak ingin ikut campur, kau untuk urus sendiri masalah mu. Jika aku terus ikut campur kapan kau bisa memimpikan keluarga ini dengan baik," ucap Stiven.


"Iya dad aku akan mencoba nya, Terima kasih untuk bantuan nya selama ini."


Vino membuang nafas nya secara perlahan sambil meletakkan hp nya, ia tau tanggung jawab nya saat ini memang belum bisa ia penuhi.


"Aku yakin ayah bisa, jangan menyerah yah, ada kami di sini," ucap Marvin.


"Iya Marvin, Terima kasih selalu ada untuk ayah," kata Vino.


Sementara itu Calvin dan Sisil sedang asik memasak bersama di dapur. Hari-hari mereka di penuhi canda dan tawa seperti orang yang sedang berpacaran.


"Kamu bisa masak tidak," tanya Calvin.


"Bisa sayang, kamu jangan mengganggu ku," jawab Sisil.


"Bisa tidak kalau tidak bisa kita beli di luar saja."


"Iya bisa sayang, sudah sekarang kamu lihat anak mu, nanti dia bangun bagaimana tidak ada orang di dalam kamar," kata Sisil.


"Oh ia aku melupakan anak kita, ya sudah aku ke kamar dulu ya. Nanti aku kembali datang harus sudah masak," ucap Calvin.

__ADS_1


Calvin mengecup dahi Sisil sebelum masuk ke dalam kamarnya.


"Anak daddy bangun, maafkan daddy ya," ucap Calvin sambil menggendong Marcel yang sudah bangun dari tidur nya.


"Kamu haus sayang, ayo kita ke dapur dan minta mommy mu untuk membuatkan susu."


Sisil sudah siap memasak, walaupun hanya mie rebus pasti rasa nya juga tidak bisa di ragukan.


"Hmmm enak sekali, oh iya sayang, tolong buatkan susu untuk Marcel," ucap Calvin.


"Tunggu dulu ya sayang, mommy buatkan susu dulu," kata Sisil.


"Terima kasih sayang," ucap Calvin.


Keesokan pagi nya Calvin membawa Sisil pulang ke Indonesia, ia tidak di perbolehkan Calvin untuk pulang ke rumah nya. Calvin sengaja melakukan itu agar Sisil tidak bertemu lagi dengan tuan nya. Untuk masalah uang Calvin meminta orang nya untuk mengantarkan langsung.


"Baik yah, Hati-hati," ucap Calvin sebelum pergi meninggalkan kota New York.


Vino dan Marvin tidak ikut pulang ke Indonesia dulu karena ingin menyelesaikan masalah Sisil, ia tidak mau Sisil yang ia yakini Nila berada di kendali orang jahat.


"Kau siap Marvin," tanya Vino.

__ADS_1


"Siap yah, kita mulai misi ini," jawab Marvin.


Di Indonesia keluarga Vins dan yang lainnya sudah tau akan Sisil, mereka sudah di peringati untuk bersikap biasa saja pada Sisil. Jangan sampai Sisil tau sedikit pun informasi tentang rencana mereka.


Setelah kurang lebih satu hari menempuh perjalanan Udara Calvin akhirnya sampai di Indonesia. Mereka berdua langsung pulang ke rumah.


"Keponakan ku," ucap Nathan sambil mengambil Marcel dari Calvin.


Saat berdekatan dengan Sisil dengan kompak mereka berdua saling menatap. Ntah apa yang terjadi sampai mereka berdua bisa saling menatap begitu.


"Hey," ucap Calvin yang membuyarkan semua nya.


"Maaf," kata Nathan.


"Jadi dia Sisil, yang sangat mirip dengan Nila," bisik Amanda.


"Aku rasa dia benar-benar Nila, bukan sisil."


"Kau benar, lihat saat Nathan dan Sisil berdekatan mereka berdua langsung saling menatap," kata Amanda.


"Iya sayang, insting saudara kembar sayang kuat," ucap Alka.

__ADS_1


__ADS_2