
Kecelakaan...
Bella tampak mulai menenang di pelukan indah, tiba-tiba ia mendengar nama nya di panggil oleh stiven, sontak bella langsung melihat kearah sumber suara tersebut...
"Mas stiven..." ucap bella yang menatap kearah pintu...
Bella melihat stiven tersenyum manis pada nya sambil melambaikan tangannya, ia pun langsung berlari ke arah pintu sambil menyebut nama stiven, saat ia mulai mendekat perlahan stiven meghilang dari hadapan nya, sontak membuat bella berteriak histeris sambil menyebutkan nama stiven...
"Mas stiven.. mas..." ucap bella yang sudah berada di depan pintu sambil mencari keberadaannya stiven...
Indah, viona dan juga wijaya yang melihat kejadian itu langsung berlari mendekati bella untuk menenagkannya...
"Bella, tidak ada stiven di sini..." ucap indah sambil memeluk tubuh bella...
"Aku melihat nya mah, dia tersenyum pada ku..." ucap bella masi dengan tangis nya...
"Sayang, kamu tenang ya, kami sedang berusaha mencari keberadaan suami mu..." ucap indah...
"Tut... tut... tut..." hp milik wijaya berbunyi...
Wijaya pun langsung mengangkat sambungan telfon tersebut...
"Apa, kecelakaan..." teriak wijaya dan ia jatuh tersungkur lemas di hadapan indah dan lainnya...
Mereka yang mendengar itu langsung ikut jatuh di hadapan wijaya karena mereka tau apa yang di maksud wijaya...
Bella pun berteriak histeris dan tak lama ia pingsan sedangkan indah sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, begitu juga dengan viona ia masi berusaha menahan tangis nya tapi apa boleh buat air mata nya lolos dari ujung mata milik nya...
Setelah mendengar kabar itu, wijaya dan yang lainnya langsung menuju ke rumah sakit, mereka membawa bella yang sedang pingsan untuk sekalian di rawat di sana...
Sesampai nya di rumah sakit mereka langsung menuju ugd sedangkan bella tampak sedang di tangani oleh dokter..
Tampak indah wijaya dan viona menagis di depan ugd, tidak ada yang menguatkan satu dengan lainnya karena hati mereka sama-sama sedang hancur...
"Hay sayang bangun, kamu harus kuat..." ucap laki-laki berbaju serba putih...
Bella pun perlahan membuka mata nya dan ia melihat orang yang selama ini ia khawatirkan...
"Mas, kamu disini tadi aku dengar kamu mengalami..."
Belum siap bella menyelesaikan ucappan nya laki-laki tersebut menutup mulut bella...
"Sssstttt..." laki-laki tersebut menutup mulut bella dengan satu jari...
__ADS_1
"Sayang, kamu harus kuat apa pun yang akan terjadi, ingat aku akan selalu ada di sini..." ucap stiven sambil menunjuk hati bella...
Tak lama stiven pergi meninggalkan bella sambil tersenyum manis, bella pun langsung teriak histeris dan tersadar dari pingsanya sambil berteriak nama stiven...
Saat tersadar ia langsung turun dari atas ranjang dan langsung berlari mengikuti hati nurani nya...
Viona yang melihat kehadiran bella langsung berlari memeluk bella untuk sekedar menenangkan nya walaupun semua itu percuma...
"Ka tenang, mereka pasti kuat..." ucap viona...
Bella tidak merespon ucappan dari viona, ia masi menangis di pelukkan viona...
Tak lama dokter rendy keluar dari ugd sontak membuat mereka semua langsung medekati nya...
"Bagaimana keadaan mereka dok..." ucap wijaya...
Dokter rendy tampak diam seribu bahasa, ia bingung harus memulai nya dari mana...
"Jawab dok..." teriak indah...
"Saya harap kalian bisa tenang terlebih dahulu. Iqbaal sudah selesai dalam penanganan, ia terluka tidak terlalu parah Sedangkan stiven..." ucap dokter rendy dan terhenti saat menyebut nama stiven...
"Jawab dok..." teriak bella sambil mencengkam kuat baju dokter rendy...
Mereka yang mendengar itu langsung jatuh tersungkur di lantai sambil menangis, bella berdiri dari lantai dan berlari masuk kedalam ruangan ugd, sesampai nya di dalam ruangan tersebut bella melihat stiven dengan berbagai luka dan alat medis di tubuh nya. Kemudian ia berlari mendekati arah stiven dan memeluk nya...
Bella manangis di pelukan stiven, ia tidak bisa berkata apa-apa, hanya hati nya yang dapat berbicara meluapkan semua nya...
"Kamu ingat kalau kamu ingin memiliki anak yang banyak, kamu ingat kalau kamu akan selalu berada di samping ku, kamu ingat kita akan memeriksa kandungan ku, kamu ingat mas..." ucap bella sambil menangis...
Tak lama bella memegang tagan stiven dan mengarahakanya tepat di dada nya, sambil berkata...
"Aku tau kami selalu berada disini sampai kapan pun, tapi aku minta untuk kali ini jangan pergi meninggalkan ku dan anak-anak kita, aku mohon kamu harus kembali..." ucap bella sambil mencium dahi milik stiven...
Indah, viona, wijaya dan dokter rendy yang melihat momen itu ikut hanyut dalam suasana yang sangat menyedihkan...
Tak lama alat yang menempel pada tubuh stiven berbunyi secara perlahan, dokter rendy yang menyadari nya langsung mendekat kearah stiven dan mulai memeriksa nya...
"Ini luar biasa..." ucap rendy tersenyum haru...
"Ada apa dok..." ucap wijaya...
"Saya tidak bisa berkata apapun, cinta kalian luar biasa, cinta kalian menyelamatkan nyawa stiven..." ucap rendy...
__ADS_1
Mereka yang mendengar itu, langsung berlari kearah bella dan memeluk bella dari arah belakang...
"Terimakasih sayang..." ucap indah....
Bella tampak diam, tak lama pandangan nya terasa membias dan ia pun pingsan kembali sambil memegang erat tangan stiven...
"Ren... tolong siapkan ruangan khusus untuk stiven, iqbaal dan juga bella, aku ingin mereka berada dalam satu ruangan yang sama..." ucap wijaya...
"Baik tuan..." ucap rendy...
Malam yang dramatis telah berlalu, kini iqbaal, stiven dan bella sedang berada di ruangan yang sama untuk menjalani perawatan, iqbaal dan bella sedang berada dalam keadaan yang baik, sedangkan stiven masi dalam koma nya...
Perlahan bella membuka mata nya secara perlahan, ketika tersadar ia melihat sekeliling nya dan mengfokus kan tatapannya kesatu tujuan...
Bella perlahan turun dan berjalan secara perlahan menghampiri stiven yang terbujur lemah dengan berbagai alat yang terpasang di tubuh nya...
"Terimakasih sayang, kamu sudah bertahan untuk ku dan anak kita..." ucap bella...
Viona, indah dan wijaya masuk kedalam ruangan tempat stiven dan lainnya di rawat sambil membawa berbagai keperluan yang mereka perlukan saat berada di rumah sakit...
"Bella kamu ko udah turun, kamu kan sedang sakit..." ucap indah...
"Bella enggak papa mah, bella cuma ingin dekat dengan mas stiven..." ucap bella...
Tak lama Iqbaal tersadar dari tidur nya dan langsung mencari keberadaan stiven...
"Stiven dimana stiven..." ucap iqbaal yang baru tersadar dari tidur nya...
"Tenang ka, semua baik-baik saja..." ucap viona...
"Syukurlah..." ucap iqbaal dan mulai menenang..
"Sebebarnya apa yang terjadi ball..." ucap wijaya...
Iqbaal mengambil nafas panjang dan mulai menceritakan semua nya...
Terimakasih sudah mampir...
Author nangis bawang disini...
like...
vote...
__ADS_1
comen....