Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 206


__ADS_3

"Jangan dekat-dekat dengan nya," ucap Sisil.


"Kenapa sayang kamu cemburu dengan nya," tanya Calvin.


"Aku cemburu dan tidak suka kamu dekat dengan nya, kamu tau ular itu sangat berbahaya, jadi jangan bermain-main dengan ular. Jika aku melihat mu bertemu dengan nya aku sendiri yang akan mematuk mu."


Calvin menelan air liur nya dengan sangat kasar, seperti nya Nila juga sudah berubah menjadi Nila yang sangat galak.


"Hehehe iya sayang, aku tidak akan dekat-dekat dengan nya, kamu yang paling aku cinta," ucap Calvin.


"Pria sejati harus memegang kata-kata nya," sindir Sisil pada Calvin.


"Iya sayang, kenapa kamu galak sekali si," ucap Calvin sambil memeluk istri nya.


Malam hari nya, semua orang sedang berkumpul di ruang makan untuk makana malam bersama. Di ruangan itu tidak ada yang berbicara karena mereka sedang fokus makan, apalagi hubungan Calvin dan Erwin sedang Bermasalah.


Mata Rebecca tidak lepas dari wajah Calvin, bibir Calvin yang terkenal berminyak karena makanan yang ia makan membuat Rebecca menelan air liur nya dengan kasar. Rebecca ingin sekali melahap bibir tipis itu.


Sisil tau akan tatapan nakal dari Rebecca, ia benar-benar tidak suka dengan tatapan itu. Suami nya hanya lah milik nya, tidak ada yang boleh menatap nya seperti itu, apalagi membayangkan hal yang tidak-tidak pada suami nya.


"Sayang kotor, cup," Sisil membersihkan bibir Calvin dengan bibir nya.

__ADS_1


Rebecca yang melihat hal itu langsung membuang wajahnya ke arah yang lain. Ia sangat ingin melakukan apa yang Sisil lakukan pada Calvin.


"Sayang malu," bisik Calvin.


"Aku juga malu, tapi aku tidak suka dengan tatapan mesum wanita itu," kata Sisil.


Calvin tersenyum senang karena Sisil sampai segitu nya pada diri nya. Ia sangat yakin pasti Sisil sangat mencintai nya.


"Jangan terlalu percaya diri," bisik Sisil.


"Aku kamar masuk dulu, takut Marcel terbangun," ucap Sisil.


"Nanti aku akan menyusul," ujar Calvin sambil mengecup dahi istri nya.


"Aku lelah, aku duluan mas," ucap Rebecca pada suami nya.


"Hmm iya," kata Ari karena ia juga harus pulang ke rumah nya, ia datang ke sini hanya untuk memakai Rebecca. Belum lagi istri pertama nya yang sedang sakit dan ia harus merawat anak nya.


"Hey kau," ucap Rebecca.


"Iya ada apa," tanya Sisil sambil tersenyum manis pada Rebecca.

__ADS_1


"Aku sudah tidak ingin melakukan hal ini dengan diam-diam lagi. Aku akan melakukan nya dengan terus terang pada ku, aku mencintaimu suami mu dan aku akan merebutnya dari mu."


"Merebutnya dari ku, jangan mimpi."


"Lihat diri mu baik-baik, kau jauh di bawa ku, tubuh mu tidak membuat nya tertarik sama sekali."


"Halah kau terlalu percaya diri, kau bisa menikah dengan nya karena kau mirip dengan mantan istri nya," ucap Rebecca.


"Kalau iya kenapa kau iri pada ku," tanya Sisil.


"Iri pada mu, kau wanita penggoda buat apa aku iri dengan mu."


Sisil yang sudah geram dengan Rebecca langsung menarik rambut Rebecca dengan kasar.


"Akhhh sakit lepas."


"Jaga mulut mu, sebelum aku yang akan meyumpalnya.


Sisil melihat Calvin sedang naik ke atas, dengan cepat Sisil melepaskan tangan nya dari rambut Rebecca. Dan langsung menampar dirinya sendiri.


"Akkhhhh," teriak Sisil.

__ADS_1


Calvin yang mendengar teriakan itu langsung mempercepat langka kaki nya.


__ADS_2