Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 130 S2


__ADS_3

Siapa dia?.


Pagi hari telah tiba, citra bangun pagi sekali untuk membantu bella dan para pelayan menyiapkan sarapan pagi, walaupun tidak terlalu sering berkecimpung di dalam dapur citra sikit demi sedikit bisa membantu, dan untungnya bella mengerti itu karena niat awal nya hanya membatu citra.


Setelah selesai menyelesaikan tugas nya citra kembali ke lantai atas untuk membersikan diri, mungkin karena baru pertama kali ia tinggal di rumah sebesar ini citra salah masuk kedalam kamar, ia masuk ke kamar vino yang berada di samping kamar nya.


"Seperti nya aku salah masuk kamar." ucap citra saat melihat isi kamar itu.


Mata citra tertuju pada vino yang tenga tertidur dengan tidak memakai baju, betapa terkejut nya ia saat melihat itu, karena ia tidak menyangka bisa bertemu dengan model idola nya itu.


Citra langsung berlali keluar dari kamar itu, fikiran nya masi tertuju pada wajah vino yang menurut nya sangat tampan, apalagi ia melihat vino tanpa mengenakan baju yang membuat fikiran nya melayang ntah kemana.


"Berarti aku di tolong keluarga vins, bodoh kenapa aku tidak menyadari itu." batin citra.


"Tok.. tok.. tok." suara pintu kamar.


"Iya masuk." ucap citra.


"Apa kamu sudah mandi.?" tanya bella.


"Belum tan, aku bingung karena tidak mempunyai pakaian ganti." jawab citra.


"Mari ikut tante, kita cari baju vira." ucap bella.


Bella membawa citra menuju kamar vira yang berada di sebelah kamar vino, di dalam kamar bella membuka lemari baju yang banyak sekali berisi baju-baju wanita seumuran nya.


"Apa tante punya anak perempuan.?" tanya citra.


"Punya, seperti nya kalian seumuran." jawab bella.


"Apa dia tidak tinggal di sini.?" tanya citra.


"Dia sedang melanjutkan studi S2 di korea." jawab bella.


Setelah memilih beberapa baju, mereka kembali keluar dari kamar vira, citra masuk kedalam kamar nya sedangkan bella masuk kedalam kamar vino.


Di dalam kamar vino citra mendengar kegaduhan yang sangat berisiki, suara bella yang melengking terdengar sampai ketelinga citra. Dan citra hanya diam menahan tawa nya saat mengetahui sisi lain idola nya itu.


"Mom kenapa harus marah-marah." ucap vino yang masi memejam kan mata nya.

__ADS_1


"Mulai sekarang kamu bekerja di kantor daddy." ucap bella.


"Mom aku masih betah di dunia modeling." ujar vino dan duduk di ranjang nya.


"Tidak vin, usia kamu sebentar lagi menginjak umur 24 tahun, apa kamu mau kalah sama andy yang akan menggantikan ayah nya." ucap bella.


"Itu bukan urusan ku." ujar vino.


"Mommy juga tidak suka, kamu masi berhubungan dengan model itu vin." ucap bella.


"Kenapa mom, bukannya dia cantik seperti mommy." ujar vino.


"Cantik bukan segalah nya vin, sudalah sekarang kamu mandi dan daddy sudah menunggu di bawa." ucap bella.


Begitulah vino yang sama sekali tidak berkutik jika sudah berhadapan dengan bella, ia sangat menghormati mommy nya itu. Berbeda jika ia harus berhadapan dengan stiven yang menurut nya tidak semenakutkan bella mungkin karena mereka sama-sama laki-laki.


Setelah selesai mandi dan memakai pakaian kantor, vino turun dari kamar nya dan langsung menuju ruang makan yang sudah ada bella dan stiven.


"Morning mom dad." ucap vino.


"Morning, bukannya dia sangat mirip dengan ku waktu muda dulu." ujar stiven.


"Selamat pagi." ucap andy yang datang dari arah belakang vino.


"Pagi an." jawab bella.


"Apa ayah mu sudah berangkat an.?" tanya stiven.


"Belum om." jawab andy.


"Sarapan dulu an." ujar bella.


Citra datang dari arah dapur sambil membawa beberapa gelas susu hangat dan roti dan meletakkannya di atas meja.


"Terimakasih." ucap bella.


Bella mengambil susu itu dan memberikan ke vino yang sedari tadi memain kan hp nya, kebiasaan vino setiap pagi adalah harus sarapan dengan susu dan roti tawar.


"Cantik." ucap andy yang melihat citra.

__ADS_1


Andy menyenggol tangan vino agar melihat kearah citra yang tenga mengambil sarapan untuk nya, tetepi vino tidak menghiraukan andy yang sudah terlalu sering mengganggu nya.


Dengan kesal andy memencet tombol of pada hp vino agar tidak mengabaikannya.


"Andy." ucap vino kesal.


Andy memberikan isyarat pada vino agar vino melihat kerarah citra, dengan rasa yang malas vino memalingkan wajah nya kearah citra yang sedang sarapan.


"Cantik." ucap vino saat pertama kali melihat citra.


"Apa dia bisa mengganti kan posisi calista." bisik andy.


"Tidak akan bisa, calista jauh lebih cantik dari dia." bisik vino.


"Apa kau mengenal nya." bisik andy.


"Tidak." bisik vino.


"Ehem..." ucap andy.


Citra yang sudah sedari tadi tidak nyaman berada di depan idolah nya hanya diam tidak menanggapi andy yang sedari tadi memperhatikan nya. Jantung nya berdetak sangat cepat saat melihat ketampanan yang di miliki vino.


"Vin." ucap bella yang membuat vino langsung meletakkan hp nya.


"Dad, apa aku harus menjadi ceo vins grub.?" tanya vino.


"Kenapa apa kau tidak ingin jabatan itu.?" tanya balik stiven.


"Seperti nya untuk saat ini tidak, aku masi nyaman di dunia pekerjaan ku" ucap vino.


"Bukannya kau berada di bawah agensi star intertaiamen." tanya stiven.


"Iya dad, bersama andy dan jamal." jawab vino.


"Aku sudah keluar bodoh, aku harus membantu ayah mengurus perusahaan." ucap andy.


"Anak yang pintar." ujar bella.


"Terserah jika kau masi ingin menjadi model, mungkin agensi itu akan tinggal nama." ucap stiven dengan nada yang menekan.

__ADS_1


"Sudalah, aku ikut dengan rencana kalian." ujar vino.


__ADS_2