Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 140


__ADS_3

"Dimana anak ku," teriak Erwin.


"Siapa anak mu pak, tunggu lah dulu. Bos kami akan datang."


Tanpa banyak bicara Erwin pergi dari Marvel grup dengan menarik pasukan nya yang mengacaukan Marvel grup.


Sementara itu di rumah Calvin sedang di perisak oleh dokter, Calvin hanya bisa diam saat dokter mulai memeriksa tubuh nya, untung saja dokter yang memeriksa nya pria jadi ia tidak malu meskipun hanya menggunakan celana d*lam saja.


"Apa penyakit nya dok," tanya Vino.


"Dia hanya terkena cacar, dan cacar yang di derita nya dapat menular pada orang lain, sebisa mungkin untuk beberapa hari ini dia tidak tidur dengan istri nya," jawab dokter.


"Calvin kau ada-ada saja, saya ingin obat yang terbaik untuk nya dok," ucap Vino.


Setelah memberikan Calvin obat dokter yang memeriksa Calvin pergi dari rumah Vino, sementara itu Vino memutuskan dia lah yang akan menjaga Calvin sampai menantu nya itu sembuh.


"Aku sakit apa yah," tanya Calvin.


"Kau terkena cacar, yang berair seperti ini jangan kau garuk atau kau pecah, selama sakit kau tidak boleh tidur dengan Nila," jawab Vino.


"Apa! jadi tidak ada jatah," tanya Calvin.


"Jangan kan jatah, aku melarang mu bersentuhan dengan Nila, jangan protes ini demi kebaikan mu, Nila dan anak kalian," ucap Vino.

__ADS_1


Calvin terasa lemas seketika, selama ini ia tidak pernah tidur terpisah dengan Nila tapi kali ini ia tidak bisa tidur bersama dengan istri nya.


"Ayah aku ingin bekerja," ucap Calvin.


"Untuk apa kau bekerja, apa uang mu itu tidak cukup," tanya Vino.


"Aku bingung uang sebanyak ini dari mana yah, apa ayah yang memberikan nya."


"Kau lupa, kau satu-satu nya pewaris Marvel grup, harta kekayaan mu bahkan lebih banyak di bandingkan ayah, jadi untuk apa kau bekerja nanti saja saat Marvel grup sudah selesai di pindahkan," ucap Vino.


"Aku ingin seperti dulu, bekerja bersama Alka, pasti seru," kata Calvin.


"Iya nanti ayah bicarakan lagi dengan Alka, sudah sekarang kau istirahat dulu," ucap Vino.


"Bagaimana dad, sakit apa suami ku," tanya Nila.


"Dia terkena cacar air, itu menular dan kau tidak boleh tidur dengan nya, untuk sementara waktu kelian tidur secara terpisah," jawab Vino.


Keesokan harinya, hari ini hari kelulusan Nathan dan Evans mereka berdua lulus lebih cepat di bandingkan para saudara mereka yang lainnya. Setelah perayaan kelulusan selesai, Nathan ingin langsung pulang ke Indonesia, sedangkan Evans memilih menetap untuk sementara waktu di Korea bersama yang lainnya.


"Tante." Nathan memeluk Vira dengan erat.


"Nathan, selamat atas kelulusan mu." Vira membalas pelukan itu.

__ADS_1


"Paman dan tante ingin bertemu dengan Cherry," tanya Nathan.


"Iya nat, dimana dia," tanya Kevin.


"Dia ada bersama dengan Leo, aku dengar nilai tahunan nya melorot," jawab Nathan.


"Ya sudah, tante dan paman pergi dulu menemui Cherry, nanti kita makan siang bersama." Kevin dan Vira pergi meninggalkan Nathan.


"Vira, jangan marah yang berlebihan pada nya, aku yakin dia sudah berusaha yang terbaik," kata Kevin.


"Iya aku tidak mungkin marah pada nya, dia tidak terlalu pintar seperti mu," ucap Vira sambil menahan tawa nya.


"Ya ya ya, aku pintar dalam membuat anak," kata Kevin.


Siang hari nya mereka berempat makan siang bersama di salam satu restoran yang dekat dengan kampus, mereka berempat masih menunggu satu orang lagi dan tak lama orang yang mereka tunggu datang juga.


"Maaf menunggu lama," ucap Mark sambil membawa anak kecil berusia 7 tahun.


Setelah acara makan siang berakhir Nathan di antar langsung oleh mereka ke bandara, Nathan sudah sangat ingin pulang cepat karena ia sudah tidak sabar bertemu dengan Marvin dan Nila. Apalagi ia mendengar jika kakak nya Amanda sudah melahirkan.


"Hati-hati nat, titip salam buat ayah mu," ucap Vira.


"Ayah ingin tante pulang, kapan tante akan pulang," tanya Nathan.

__ADS_1


"Segera, setelah semua urusan tante selesai, kamu tau kan tante memiliki bayi mungil," jawab Vira.


__ADS_2