
"Kau tidak papa, bagaimana ini terjadi," tanya Nathan sambil mengusap dada Nathan yang terluka.
"Sakit yah," ucap Nathan.
"Kenapa ini, siapa yang melakukan ini," tanya Stiven.
"Wanita jahat itu yah, kita tertipu dengan nya yah," jawab Nathan
"Kau tidak papa kan, kau hebat aku bangga pada mu," ucap Stiven sambil mengusap kepala Marvin.
"Kau hebat Marvin, kau bisa menjadi penerus ku, akan akan mengajar kan mu bagaimana cara menggunakan benda ini dengan benar," kata Iqbaal.
"Apa benar paman, aku mau paman. Paman juga sangat hebat aku mau berguru dengan mu," ucap Marvin.
"Kau Marvin, kenapa kau tidak melindungi adik mu," tanya Vino.
"Yah sudah jangan marah pada nya," kata Nathan.
__ADS_1
"Aku, aku sudah melindungi nya," jawab Marvin.
"Melindungi nya bagaimana, lihat bagaimana dia terluka."
"Yah kau tidak tau yang sebenarnya, Nathan kau katakan yang sebenarnya jangan diam saja," ucap Marvin.
"Iya yah, dia melindungi ku dari wanita itu. Dia menyerahkan tubuh nya demi aku," kata Nathan.
"Ayah aku juga anak mu kenapa kau tidak peduli dengan ku, apa ada kau menanyakan keadaan ku saat ini, kau malah menyalahkan ku lagi. Aku sudah berjuang melindungi nya, tapi yang terjadi pada Nathan di luar kekuasaan ku. Aku juga selalu kau salah kan dengan apa yang terjadi pada Nathan, aku juga punya perasaan yah. Jika aku hanya untuk kau salah kan aku tidak akan mau bertemu dengan mu, aku lebih baik bersama orang tua angkat ku yang tidak pernah membedakan ku," ucap Marvin.
"Vino kau sudah benar-benar gila, aku kecewa dengan mu, mulai sekarang kau aku depak dari Vins grup. Kau bukan CEO lagi di sana." kata Stiven.
"Sudah kita pulang sekarang, selesai kan semuanya di rumah," ucap Stiven.
"Aku ikut dengan mu kek," kata Marvin yang saat inu sudah benar-benar kecewa dengan ayah nya.
Sesampainya di rumah mereka langsung menyelesaikan masalah itu malam itu juga. Stiven sangat kecewa dengan Vino, ia tidak tau jika selama ini Marvin di perlakukan tidak baik oleh Vino.
__ADS_1
"Plak," satu tamparan mendarat di wajah Vino.
"Aku benar-benar kecewa dengan mu, dia anak mu juga. Kenapa kamu melakukan nya dengan nya. Kenapa sayang." Citra juga sangat marah pada Vino.
"Kau sudah tidak bisa di maafkan, sudah aku katakan tadi. Kau sudah bukan CEO lagi di Vins grup. Dan Nathan bukan penerus mu, Marvin yang menggantikan mu," ucap Vino.
"Tidak aku tidak mau kek, ayah aku minta maaf ini semua karena aku, aku memang kecewa dengan mu. Tapi ini terlalu berlebihan, aku hanya ingin di perlakukan seperti Nathan," ujar Marvin.
"Lihat anak mu lebih bijak dari mu, kau tidak malu dengan perbuatan mu."
"Maaf Marvin maafkan ayah, ayah salah. Ayah pantas mendapat ini semua," ucap Vino.
Marvin berdiri mendekati Vino dan langsung memeluk nya, "Aku memaafkan mu yah, aku tidak mungkin membiarkan ini terjadi, sudah kek aku tidak papa," kata Marvin.
"Kau sudah memaafkan ayah mu yang bodoh ini," tanya Stiven.
"Iya kek, aku memaafkan nya, aku takut masalah ini malah memecah bela keluarga kita," jawab Marvin.
__ADS_1
"Dan satu lagi, aku tidak ada minta menjadi CEO, aku ingin belajar dengan paman Iqbaal. Aku ingin menjadi orang hebat seperti ini," kata Marvin.
"Maafkan aku Marvin, ini semua karena aku terlalu manja pada ayah," ucap Nathan.