Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 119


__ADS_3

"Kenapa kamu mau melakukan nya bersama ku, padahal kamu tidak mencintai ku." Tanya Wulan.


"Melakukan hal itu tidak butuh cinta tetapi nafsu sayang." Marvin mencium leher jenjang Wulan dari belakang.


"Kamu baru pertama kali merasakan nya, bagaimana bukan nya nikmat." Tanya Marvin sambil terus menelusuri leher jenjang itu.


Keesokan harinya Marvin, Calvin dan Alka berjalan masuk ke dalam kamar Nathan. Mereka melihat Nathan masih terbaring tidak sadarkan diri dengan infus menempel di tangan nya.


"Apa benar-benar ayah yang melakukan hal ini." Tanya Calvin.


"Siapa lagi, aku dan Nathan melawan ayah dan kami kalah, aku tidak tau ayah sehebat itu dalam bertarung dan dia benar-benar tidak melihat kamu sebagai anak nya tetapi musuh nya.


"Aku sudah merasakan betapa kejam nya papah, tapi mau bagaimana lagi ini sudah menjadi kesatuan yang utuh dari keluarga ini. Nathan tidak bisa menghindari nya.


"Hmmmm." Gumam Nathan yang mulai sadar dari tidurnya.


"Nathan kau sudah bangun, kau ingin apa." Tanya Marvin.


"Tidak ada." Jawab Nathan dengan suara yang serak.


"Awww sakit sekali." Ucap Nathan saat ia mengerahkan tubuh nya.


"Perut bagian dalam mu luka kau tidak bisa makan dengan bebas sekarang, dan jangan banyak bergerak." Kata Marvin.


"Kau tidak papa Marvin." Tanya Nathan.


"Aku sehat Nat, tidak kurang apapun." Jawab Marvin.


"Kau benar-benar hebat Marvin, aku ingin belajar dari mu."

__ADS_1


"Sembuhkan dulu diri mu, baru belajar dari ku, kita akan belajar bersama." Ucap Marvin.


Tiba-tiba Vino masuk ke dalam kamar Nathan dengan ekspresi wajah yang datar. Vino duduk di samping Nathan yang membuat semua orang kebingungan.


"Apa masih sakit." Tanya Vino.


"Sedikit." Jawab Nathan.


"Kau marah pada ayah mu." Tanya Vino.


"Tidak." Jawab Nathan.


"Maaf Nathan." Ucap Vino.


"Untuk apa minta maaf yah, aku tidak marah pada mu." Kata Nathan.


"Kau kesal pada ku kan."


"Sudah istirahat lah, ayah akan merenovasi kamar baru untuk mu, di samping kamar Marvin, jam tangan baru untuk mu dan mobil baru yang kau minta." Ucap Vino.


"Nah begitu baru ayah ku, aku jadi semangat untuk sembuh." Kata Nathan.


"Ayah aku tidak." Tanya Calvin.


"Kau ulang tahun juga." Tanya Vino.


"Tidak, tapi istri ku yang ulang tahun. Aku sebagai wakil nya." Jawab Calvin.


"Kau mau apa Calvin." Tanya Vino.

__ADS_1


"Apa ya, aku pikir dulu yah, tapi ayah harus mengabulkan apa yang ku minta." Jawab Calvin.


"Kau Alka, Marvin juga mau minta apa." Tanya Vino.


Mereka berdua kompak menggelengkan kepala, tidak ada yang mereka berdua inginkan saat ini.


Alka dan yang lainnya keluar dari kamar Nathan hanya ada Marvin di sana, karena ia masih ingin berbincang dengan Nathan.


"Marvin apa kau sudah malam pertama, bagaimana rasa nya? apa enak? mana video nya?."


"Apa kau gila, pertanyaan macam apa itu pertama aku belum malam pertama, ke dua pasti rasa nya enak dan ketiga aku tidak akan merekam nya jika aku rekam itu pun hanya untuk ku tidak akan aku berikan pada mu." Jawab Marvin.


"Kenapa belum malam pertama, apa istri mu menolak mu." Tanya Nathan.


"Dia sedang datang bulan bodoh tapi kau sudah tau saat di meja makan itu." Jawab Marvin.


"Oh iya aku lupa, lama sekali ya pasti jr mu sudah tidak tahan, istri mu sangat seksi jika di beri aku pun mau." Ucap Nathan.


"Kau memang adik yang gila." Kata Marvin.


"Nat, kau benar-benar tidak marah pada ayah." Tanya Marvin.


"Tidak, buat apa aku marah, ayah juga merasakan apa yang aku rasakan. Bahkan dia lebih parah dari aku, kata ayah dia sampai tidak sadar kan diri tiga hari."


"Kau percaya itu.?"


"Ya jelas, kau tidak tau kakek seperti apa, dia sangat kejam jauh lebih kejam di bandingkan ayah." Ucap Nathan.


"Semenjak aku di rumah ini, aku hanya beberapa kali bertemu dengan nya, itu pun aku tidak pernah berbincang dengan nya. Apa dia tidak menyukai ku." Tanya Marvin.

__ADS_1


"Dia memang terlihat dingin tapi dia sangat sayang pada keluarga nya, nanti setelah kakek kembali kita akan berbincang dengan nya." Jawab Nathan


__ADS_2