Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 153 S2


__ADS_3

Sahabat yang selalu ada X Vino yang tidak pernah puas.


Vira yang mendapatkan izin dari caitlin langsung masuk kedalam, ia berjalan mendekati caitlin dan memeluk nya dengan sangat erat. Ia paham betul perasaan caitlin saat ini karena ia mengetahui kalau caitlin menyukai kakak nya sejak kecil.


Caitlin membalas pelukan dari vira, tak terasa air mata nya kembali jatuh. Vira melepaskan pelukan nya dan langsung mengusap air mata caitlin dengan tangannya sambil tersenyum.


"Terimakasi vir." ucap caitlin sambil tersenyum.


"Lin, aku dengar ka andy menyukai mu." ujar vira.


"Aku dengan andy hanya berteman vir, kami sudah berkomitmen tidak boleh ada rasa di antara kami berdua. Karena itu dapat merusak sesuatu pertemanan." ucap caitlin.


"Padahal aku sangat setuju jika kamu bersama ka andy." ujar vira.


"Bagaiman dengan pria yang mengejar-ngejar mu vir." tanya caitlin.


"Pria itu sangat menyebalkan, dia tidak berhenti-henti nya mengejar ku. Aku sangat risih dengan nya." jawab vira.


"Laporan kan saja pada kakak mu." ujar caitlin.


"Seperti nya itu tidak akan membuat nya menjauhi ku lin, bahkan saat aku ingin kesini ia memaksa untuk ikut dengan ku, dia ingin meminta izin pada kakak ku kalau dia ingin menikai ku." ucap vira.


"Kalau menurut apa pria itu akan lolos seleksi dari ka vino." tanya caitlin.


"Yang pasti masalah tampan bisa di katakan dia seimbang dengan ka vino, itu satu poin yang takut membuat ku takut membawa nya bertemu dengan ka vino." jawab vira.


"Mungkin sudah nasib mu vir, di kejar-kejar pria tampan." ujar caitlin sambil tertawa.


"Mungkin." ucap vira.


"Tut..tut..tut.." suara hp caitlin berbunyi.


"Andy." ucap caitlin.


"Wah pucuk di cinta ulan pun tiba, aku keluar dulu takut ganggu." ucap vira.


"Hallo." ucap andy.


"Iya hallo." jawab caitlin.


"Kenapa lama sekali mengangkat nya." tanya andy.

__ADS_1


"Aku sedang bersama vira tadi." jawab caitlin.


"Bagaimana kabar mu, kenapa tidak pernah menghubungi ku." tanya andy.


"Bukannya kau sedang sibuk, calon ceo baru." ucap caitlin.


"Kalau untuk mu aku akan meluangkan waktu ku." ujar andy.


"An." ucap caitlin lirih.


"Ada apa, kenapa suara mu berubah seperti itu." tanya andy.


"Ka vino." ucap caitlin.


"Apa dia sudah sampai." tanya andy yang sebenar nya tau kenapa tiba-tiba suara caitlin berubah.


"Sudah, dia tampak bahagia bersama istri nya." jawab caitlin sambil menahan tangis nya.


Andy mematikan sambungan telefon nya, ia kembali menelfon caitlin dengan sambung video call. Caitlin langsung merubah mimik wajah nya, ia tidak ingin terlihat sedih di depan sahabat nya itu.


"Apa kamu menangis." tanya andy dengan wajah yang serius.


"Jangan tersenyum, senyummu memuaakan. Saat tersenyum kau tampak seperti joker, bibir mu tersenyum, tapi mata mu bersedih." ucap andy.


Air mata caitlin jatuh lagi, ia memang tidak bisa menyembunyikan kesedihan di depan sahabat nya ini, orang yang selalu ada saat sedih maupun senang. Orang yang selalu ada kapan pun ia membutuhkan kannya.


"Tunggu disitu, aku akan segera kesana." ucap andy.


"Apa kau berusaha menghibur ku." ucap caitlin sambil mengusap air mata nya.


"Apa aku tampak bercanda." ujara andy.


"Ingin rasa nya memeluk mu." ucap caitlin.


"Oke tunggu aku disana." ucap andy dan langsung mematikan sambungan video call itu.


Sedangkan di dalam kamar lainnya vino sedang meminta jatah hariannya. Awal nya citra menolak nya tetapi dengan iming-iming jalan-jalan dan hanya main satu ronde akhirnya nya citra bersedia.


Satu ronde konon, itulah yang di fikirkan citra saat ini ia telah bermain 3 ronde dan vino belum puas dalam permainan nya. Kamar itu penuh dengan suara desahan mereka berdua.


Citra mencengkeram tubuh vino, ia akan sampai ke puncak nya yang sudah ke sekian kali nya dan vino seperti nya juga akan sampai dalam puncak nya. Vino menjatuhkan tubuh nya di samping tubuh citra yang sudah tidak berdaya. Ia menarik tubuh citra kedalam dekappannya.

__ADS_1


Hari mulai gelap, mereka berdua telat siap dengan pakaian yang rapi karena citra ingin mengajak vino ke salah satu pusat perbelanjaan di kota ini. Mereka berdua turun dari kamar menuju ruang makan.


"Eh kalian udah turun, mau pada kemana." tanya indah.


"Jalan-jalan, oma mau titip sesuatu." jawab citra.


"Tidak ada, mungkin caitlin mau titip." jawab indah.


"Tidak ada, aku tidak ingin apa-apa." ujar caitlin.


"Kamu ikut gak vir." tanya vino.


"Aku tidak ingin menjadi obat nyamuk kalian berdua, aku juga akan pergi sebentar." ucap vira.


"Mau kemana malam-malam begini." tanya vino.


"Kakak ku sayang, aku ingin bertemu teman-teman ku." jawab vira.


"Yasudah hati-hati." ucap vino.


"Aku sudah hampir 10 tahun tinggal disini jadi tidak perlu khawatir." ucap vira.


Vino dan citra langsung menuju tempat yang ingin mereka tujuh, Citra sedikit bingung karena melihat vino yang sepertinya sudah sangat hafal jalan di kota ini. Padahal vino bilang ia tidak terlalu paham dengan negara ini.


"Seperti nya kamu sudah hafal jalan di kota ini." tanya citra.


"Tidak, aku hanya mengikuti insting ku saja." jawab vino.


Sementara itu, catlin sedang berada di dalam kamar nya. Ia sama sekali tidak bersemangat melakukan hal apapun. Caitlin membuka galeri nya dan melihat foto-foto nya bersama andy.


"Aku merindukan mu an." ucap caitlin.


Hp caitlin kembali berdering, tertulis nama andy yang sedang menghubungi nya.


"Hallo." ucap caitlin.


"Keluar sekarang." ucap andy dan langsung mematikan sambungan telepon itu.


Note : Kisah cinta bira tidak akan di pejelas di novel ini karena akan dibuat kan novel terpisah.


Vote dong wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2