Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 101


__ADS_3

"Maaf tuan, apa kesalahan kami." Tanya Indra.


Vino menarik Indra dan mendorong Indra secara kasar sampai membentur tembok.


"Kau jangan pura-pura tidak tau, aku mempercayai rumah sakit ini saat istri ku melahirkan, kau bilang anak ku hanya satu yang selamat, lalu tiba-tiba mommy ku membawa satu anak perempuan kembali, aku hanya berpikir itu keajaiban tetapi kenapa aku menemukan satu anak ku lagi, APA MAKSUD MU!!!.. "


Indra diam seketika, ia pikir kejadian delapan belas tahun lalu tidak akan terkuak kembali, ternyata dugaan nya salah dan sekarang dia sedang berurusan dengan orang yang dapat menghancurkan rumah sakit ini dalam hitungan detik saja.


"Maaf tuan, soal itu kami tidak tau."


"Apa kata mu, tidak tau kau bilang. Aku menyerah kan pemakaman anak ku ke pihak kalian, jangan katakan tidak tau, jadi kau ingin benar-benar rumah sakit ini hancur." Ucap Vino dengan nada yang menekan.


"Katakan apa anak ku selama semua." Bentak Vino.


"Tidak tuan, sebelum nya kami minta maaf, anak anda hanya satu yang tidak selamat, ia berjenis kelamin laki-laki. Saat itu sebenarnya dua anak anda mendapatkan sebuah keajaiban mereka berdua selamat. Saya ingin menyerah kedua anak anda pada mommy anda tetapi ada orang yang sama sekali tidak saya kenal mengambil anak laki-laki anda, saya tidak bisa melakukan apapun karena dia mengancam akan menghancurkan kamu semua." Jelas Indra.


"Kau pikir aku percaya dengan perkataan mu, lihat saja dokter Indra, aku akan mengusut tuntas kasus ini jika terbukti pihak kalian bersalah dan berbohong pada ku, aku bukan hanya menghancurkan rumah sakit ini, tetapi seluruh anggota keluarga mu, agar mereka tau apa yang selama ini anak ku rasakan." Ucap Vino dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Hey bisa kah kau duduk." Ucap Nathan yang kesal melihat Marvin yang sedari tadi mondar mandi tidak jelas.


"Nathan, aku benar-benar tidak tenang, apa kau tidak ada rasa kasihan sedikit pun dengan kakak mu ini." Kata Marvin.


"Tidak, aku tidak peduli dengan mu." Ucap Nathan.

__ADS_1


"Kenapa aku sangat ingin wanita, kenapa aku jadi seperti ini." Batin Marvin.


"Kau seperti terkena obat perangsang." Ujar Nathan.


Marvin mendekati Nathan, ia penasaran apa seorang Nathan sudah mengenal wanita atau belum.


"Nat, apa kau memiliki pacar." Tanya Marvin.


"Aku tidak pacaran, tugas ku saat ini hanya belajar belajar dan belajar." Jawab Nathan.


"Aku butuh wanita, bisa kah kau bantu aku."


"Marvin apa yang mau kau lakukan dengan wanita" Tanya Nathan.


"Marvin sadar, kau belum menikah dan kau masih sangat muda."


"Nathan aku di didik oleh orang yang berbeda dengan mu, ini semua karena didik kan mereka, aku sudah di perkenalkan seperti itu saat usia 15 tahun." Ucap Marvin.


"Walaupun aku tidak suka dengan mu, tapi ini salah. Tidak aku tidak mau membantu mu."


"Nathan ayolah, bantu aku, aku mohon Nathan." Ucap Marvin.


"Marvin kau gila, kau bisa menghancurkan masa depanmu. Tidak aku tidak mau." Tolak Nathan.

__ADS_1


Marvin sedikit tersenyum saat melihat Nathan yang juga memikirkan masa depan nya, itu berarti Nathan mengkhawatirkan diri nya.


"Atau aku bermain dengan mu saja." Marvin memeluk Nathan.


"Marvin jangan gila, mau kau apakan aku, aku adik mu." Ucap Nathan.


"Hahaha akhirnya kau mengaku jika kau adik ku, jadi adik yang baik ya." Marvin melepaskan pelukan nya dan memilih untuk tidur.


"Ah kau mengerjai ku, Marvin kau benar-benar membuat ku marah." Teriak Nathan sambil ikut naik ke atas kasur untuk memukul Marvin.


Dengan cepat Marvin menarik Nathan dan mengunci Nathan dengan kaki nya. Dari kecil memang Marvin sangat jago yang nama nya bela diri.


"Marvin lepas kan aku." Teriak Nathan.


"Katakan aku tidak akan membuat kakak ku marah." Ucap Marvin.


"Tidak mau, lepas Marvin, atau akan aku laporkan pada ayah dan bunda."


"Itu ayah dan bunda ku juga." Ucap Marvin.


"Tidak itu milik ku, bukan milik mu."


"Kau masih tidak kau membagi nya dengan ku, Ingat Nathan kita memiliki hak yang sama, jika kau terus seperti ini jangan salahkan aku, aku akan benar-benar merebut mereka dari mu." Ancam Marvin.

__ADS_1


__ADS_2