
Sementara itu Marvin terus saja menggoda istri nya, Ntah kenapa itu menjadi hobi baru nya saat ini. Jika Wulan sudah tidak datang bulan saja Marvin sudah benar-benar melahap Wulan tanpa tersisa.
"Kenapa milik mu sangat menggoda." Bisik Marvin.
"Mas." Wulan kembali menyingkirkan tangan Marvin dari benda milik nya.
"Kenapa, aku tidak boleh menyentuh milik istri ku sendiri, kalau begitu aku akan mencari jalang saja." Ucap Marvin.
"Tidak begitu mas, aku hanya merasa aneh, suhu tubuh ku memanas." Kata Wulan.
"Hahaha kamu akan merasakan yang lebih sayang, tapi bukan sekarang." Ucap Marvin, Marvin memeluk Wulan dan mulai memejamkan mata nya.
"Marvin, keluar Marvin." Teriak Vino.
"Ayah." Marvin merapihkan pakaian nya dan langsung keluar dari kamar.
"Iya yah ada apa, kau menganggu ku." Ucap Marvin.
"Kau ingin bertemu kakek dan nenek mu bukan, mereka sudah datang ayo cepat kita temui mereka." Kata Vino.
"Tapi aku takut dengan kakek yah, dia sangat seram." Ucap Marvin.
"Tidak perlu takut, dia sangat baik, ayo cepat jangan biarkan dia menunggu dan itu akan membuat nya marah." Kata Vino.
Mereka berdua kembali masuk ke dalam kamar Nathan, Marvin benar-benar sangat takut pada Stiven yang menatap wajah nya dengan tatapan tajam.
"Keturunan ku tidak ada yang lemah seperti ini, angkat kepala mu." Ucap Stiven.
Marvin menaikan kepala nya, Stiven terkejut saat melihat wajah Marvin yang menurut nya Marvin adalah Vino part 2.
"Kau benar-benar cucu ku." Stiven mendekati Marvin dan memeluk Marvin.
"Bagaimana yah, kau percaya pada ku kan, dia sangat tampan seperti ku." Ucap Vino.
__ADS_1
"Dia diri seperti diri mu, Kau Vino part 2." Kata Stiven.
"Aku seperti ayah." Tanya Marvin.
"Apakah kau sebelum ini nakal? "
"Kau menikah karena ingin menodai seorang wanita? "
Marvin menganggukkan kepala nya, karena yang tanya Stiven memang terjadi pada nya.
"Tanya pada ayah mu, apa dia melakukan hal yang sama." Ucap Stiven.
"Daddy jangan membuka aib ku di depan anak-anak ku." Ujar Vino.
"Ayah sama dengan ku." Tanya Marvin.
"Iya ya ya, kau memang ayah part dua kau puas." Ucap Vino.
"Lalu aku seperti siapa." Tanya Nathan.
"Tentu mau kek, aku memang seperti kakek, aku lebih pintar dari ayah." Ucap Nathan dengan sombongnya.
"Sayang ada yang mencari mu." Ujar Citra yang masuk ke dalam kamar Nathan.
"Siapa sayang." Tanya Vino.
"Seseorang yang ingin kau temui sejak lama, tapi ingat permasalahan ini sudah selesai." Jawab Citra.
"Orang itu Vin, daddy juga sudah memaafkan nya, temui lah." Ucap Stiven.
Vino berjalan keluar dari kamar Nathan, ini kali pertama nya sejak balasan tahun mereka tidak pernah bertemu lagi.
"Kevin." Ucap Vino.
__ADS_1
"Vin." Kevin masih diam karena ia tidak berani mendekati Vino setelah kesalahan yang ia buat dulu.
"Aku merindukan mu." Vino memeluk Kevin dengan erat.
"Aku juga Vin, maafkan kesalahan ku dulu."
"Jangan membahas nya lagi, aku sudah melupakan nya, kau juga sudah merawat menantu ku di sana." Ucap Vino.
"Dimana yang lain nya, Aska, Andy, Jamal." Tanya Kevin.
"Kau datang secara tiba-tiba, mereka sedang bekerja nanti akan aku panggil mereka. Mereka pasti sangat senang bisa bertemu dengan mu lagi." Jawab Vino.
"Siapa kek yang datang." Tanya Nathan.
"Paman mu." Jawab Stiven.
"Apa paman Kevin kek, aku ingin bertemu dengan nya." Ucap Nathan.
"Nanti dia akan masuk melihat mu, kau tidak boleh keluar kamar." Kata Stiven.
"Dimana nenek kek." Tanya Marvin.
"Oh iya aku melupakan mu, kau ingin bertemu dengan nya."
"Iya kek, aku ingin mengenal semua anggota keluarga ini." Ucap Marvin.
Sementara itu Jamal, Andy dan Aska langsung menuju ke rumah Vino saat tau Kevin berada di rumah Vino. Bukan hanya Vino mereka juga sudah belasan tahun tidak bertemu dengan Kevin.
"Dimana Vira." Tanya Vino.
"Tentu saja dia di sana, aku sudah mengajak nya tapi dia tidak bisa, dia aman di sana Vino, kau tenang saja. Aku selalu menjaga nya." Jawab Kevin.
"Aku percaya dengan mu, tapi aku mohon jangan kau khianati ke percayaan ku lagi." Ucap Vino.
__ADS_1
"Iya Vin, aku janji tidak akan mengecewakan mu lagi." Kata Kevin.