Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 211


__ADS_3

"Kau membawa nya pulang," bisik Nathan.


"Apa salah aku membawa nya ke rumah, dia adik ku."


"Dia pernah memfitnah mu, kau lupa," tanya Alka.


Piter merasa terintimidasi oleh tatapan semua orang pada nya, ia sudah tau jika nama jelek adik nya pasti akan melekat padanya juga.


"Jangan memberi tatapan seperti itu, dia berbeda dengan yang lainnya. Aku tidak suka dengan sikap kalian pada adik ku," ucap Calvin.


"Calvin aku pulang saja, besok kita akan bertemu di bandara," kata Piter yang benar-benar merasa tidak enak.


"Tidak kau hanya menginap satu hari, tidak papa kau tetap di sini," ucap Calvin.


"Ada apa dengan kalian, apa kalian tidak bisa menghargai Calvin. Dia sedang ingin bersama adik nya, jangan ganggu mereka. Calvin bawa adik mu ke dalam kamar," ujar Vino.


"Iya yah, aku masuk kamar dulu," ucap Calvin.


Setelah Calvin dan Piter pergi mereka mulai mempertanyakan kenapa Vino mengizinkan Piter di rumah ini. Mereka pikir Piter seperti Rebecca yang jahat pada Calvin.

__ADS_1


"Vino, ini sama saja menyimpan gunting di dalam kertas," kata Andy.


"Iya yah, aku takut Calvin akan di jahati lagi dengan keluarga nya," kata Nathan.


"Sudah jangan ada yang khawatir, aku yakin adik nya Calvin tidak jahat. Lupakan masalah Calvin, kita akan fokus untuk membuat Sisil ingat jika diri nya adalah Nila."


"Iya yah apa yang harus kita lakukan," tanya Nathan.


"Kakek mu sedang mengurus nya, jadi kita masih menunggu perintah dari nya," jawab Vino.


Calvin membawa Piter masuk ke dalam kamar kosong yang tidak jauh dari kamar nya, Piter sangat ingat waktu ia datang pertama kali ke rumah ini, mereka menyambut nya dengan sangat baik. Tapi karena ulah adik nya nama nya juga ikut tercoreng.


"Ini semua karena Rebecca Calvin, aku jadi terkena getah nya. Aku sangat malu saat ini."


"Iya kau memang benar ini semua karena ulah adik ku, kau tenang saja mereka semua pasti akan menerima mu kembali, lagi pula kau hanya satu hari di sini. Anggap saja mereka semua tidak ada," kata Calvin.


"Kau ada-ada saja, Terima kasih sudah memberikan ku semangat," ucap Piter.


"Mandilah atau, istirahat untuk sesaat setelah ini kita akan ke mall," kata Calvin.

__ADS_1


Saat Calvin berjalan ke arah dapur, ia melihat Vino dan Stiven sedang berbincang tak jauh dari nya. Karena penasaran Calvin berjalan mendekati mereka berdua.


"Kakek ayah," ucap Calvin.


"Nah pas, itu dia orang nya datang," kata Vino.


"Ada apa yah," tanya Calvin.


"Aku sudah membawa obat untuk Sisil, obat ini akan membantu Sisil untuk mengingat semua nya. Kau dan yang lainnya juga bantu dia untuk mengingat nya."


"Apa tidak papa di minum jika Sisil Hamil," tanya Calvin.


"Apa dia hamil," tanya Vino.


"Aku rasa begitu, tadi pagi sebelum pulang ke sini, dia mengeluh perut nya terasa keram," jawab Calvin.


"Cepat sekali, kau baru menikah baru hampir 2 minggu."


"Ya sebelum menikah aku sudah melakukan nya, saya pertama kali bertemu dengan nya," kata Calvin.

__ADS_1


"Kau pastikan dulu, dia hamil atau tidak. Nanti aku akan bertanya pada dokter. Kau kecil-kecil suka sekali membuat anak," ucap Stiven.


__ADS_2