
Vino langsung mengubah semua Identitas Marvin dan memberikan semua fasilitas yang Nila dan Nathan dapatkan, tak lupa Vino juga menyematkan nama Vins di belakang nama Marvin.
"Marvin Vins." Ucap nya sambil menaikan satu alis nya.
"Ayah mengganti nama Win menjadi Vins, kau anggota keuangan Vins." Ucap Vino.
"Terimakasih yah, aku sangat senang akhirnya aku mempunyai keluarga yang lengkap." Kata Marvin sambil memeluk Vino.
"Maafkan ayah, karena ayah kamu tidak mendapatkan apa yang seharusnya kamu dapatkan sejak kecil."
"Tidak papa yah, pertemuan kita benar-benar bersejarah bagi ku, kau benar-benar ayah yang aku impikan. Pantas saja aku tampan, ayah ku tampan seperti ini." Kata Marvin.
"Kau sudah pandai menggoda ku ya, oh iya Marvin, aku tau kau lebih dewasa dari Nathan. Ayah mohon pada mu jadi lah kakak yang baik untuk nya, kau harus lebih mengerti dia, dia hanya belum bisa menerima ini semua. Ayah yakin kau dan Nathan akan menjadi saudara yang saling melengkapi." Ucap Vino.
"Iya yah aku mengerti, aku juga tidak ada masalah dengan nya, kedatangan ku yang mendadak pasti membuat nya terkejut, aku janji akan menjadi kakak yang baik untuk nya, bukan hanya Nathan tetapi juga dengan Nila." Kata Marvin.
"Ini baru anak ayah, kau mau ikut ayah ke Vins grup." Tanya Vino.
"Tidak dulu yah, aku ingin bersama bunda." Jawab Marvin.
"Marvin apa pendidikan terakhir mu." Tanya Vino.
"Maaf yah, aku tidak lulus SMA, aku benar-benar membuat malu keluarga Vins." Jawab Marvin.
"Tenang Marvin kau bisa mengambil ujian paket dan melanjutkan kuliah mu dimana pun kau suka." Kata Vino.
"Siap yah, laksanakan." Ucap Marvin.
__ADS_1
Setelah berbincang cukup lama dengan Vino, Marvin kembali bergabung dengan Citra, Nathan dan juga Nila. Citra sengaja mengumpulkan mereka bertiga.
"Kak." Nila memeluk Marvin karena tidak ada Calvin yang mengawasi nya.
"Nila, kamu menganggap ku kakak mu." Tanya Marvin.
"Apa yang kau katakan kak, kau kakak ku, seperti kak Nathan." Jawab Nila.
"Terimakasih Nila, kakak janji akan menjadi kakak yang baik untuk mu." Kata Marvin.
"Cih, jangan asal janji lakukan dengan benar." Ujar Nathan.
"Aku akan membuktikan nya adik ku tersayang." Ucap Marvin sambil menatap ke arah Nathan.
Nathan berjalan mendekati Marvin dan memeluk nya. "Kau kira aku bisa tertipu dengan sikap sok baik mu, kau tidak akan bisa menggeser ku Marvin." Bisik Nathan.
"Hahaha jangan bermimpi." Nathan melepaskan pelukan itu.
"Hey apa yang kalian bisikan, katakan pada bunda." Tanya Citra.
"Tidak ada bunda, kami hanya berpelukan dan membicarakan apa yang akan kami lakukan ke depan nya." Jawab Marvin.
"Kakak ku ini benar bunda, kami sudah baikan." Saut Nathan.
Citra menjewer kuping Nathan dan juga Marvin karena merasa di bohongi oleh mereka berdua. "Kalian pikir bunda tidak tau, bunda tidak ingin mendengar pertengkaran di antara kalian berdua, jika masih bertengkar bersiaplah mendapatkan hukuman dari bunda."
"Ah sakit bun, iya bun." Ucap Nathan.
__ADS_1
"Ah iya bunda, Marvin janji."
"Kau jangan hanya tebar janji." Ucap Nathan.
"Jadi apa yang harus aku katakan, kenapa aku selalu salah di mata mu." Kata Marvin.
"Nah kan baru saja bunda peringatkan." Citra memperkuat jewerannya.
"Ampun bunda, sakit ahhh." Teriak Nathan dan Marvin secara bersama.
"Katakan aku menyayangimu Nathan dan sebaliknya." Ucap Citra.
"Nathan aku menyayangimu." Ucap Marvin.
"Marvin aku menyayangimu." Ucap Nathan.
Citra melepaskan tangan nya dari kuping Nathan dan Marvin.
"Kalian masuk kamar, tidak ada yang boleh keluar sebelum bunda minta." Ucap Citra.
"Iya bun." Nathan dan Marvin berjalan masuk ke dalam kamar.
"Sreakkk." Vino membanding semua benda yang ada di depan nya.
"Kau bajingan, berani kau menipu keluarga ku." Teriak Vino.
"Ampun tuan, ada apa tuan, kenapa tuan mengamuk."
__ADS_1
"Kenapa kata mu, mulai sekarang rumah sakit ini akan aku hancur kan." Teriak Vino yang membuat semua orang ketakutan.