Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 175 S2


__ADS_3

Terasa ambigu.


Mereka semua bingung harus memulai mencari kejelasan ini dari mana, tidak ada tempat yang pas untuk mencari kejelasan dari masalah ini. Citra berfikir pasti orang tua nya mengetahui semua ini, ia berniat mengajak vino untuk kerumah nya dulu.


"Be, bagaiman kalau rumah ku dulu, pasti papah dan mamah tau semua." ucap citra.


"Orang tua yang ingin menjodohkan mu pada mafia itu." tanya vino.


"Iya be, pasti mereka mengetahui semua ini." jawab citra.


"Daddy setuju, orang tua citra pasti mengetahui semua ini." ujar stiven


"Sayang, bagaimana dengan mu. Apa kamu masih mempunyai orang tua." tanya jamal.


"Tidak, ibu dan ayah ku sudah meninggal. Ayah tiri ku tidak mungkin mengetahui ini." jawab putri.


"Sebaik nya kalian ikut dengan kami saja." ujar vino.


"Kapan kita akan keruma citra yang lama." tanya jamal.


"Sekarang, lebih cepat lebih baik." jawab vino.


Kalau bukan karena ingin mencari kejelasan semua ini citra mungkin sudah tidak mau lagi menginjak kan kaki nya di rumah lama nya itu. Mengingat nya saja sudah membuat nya sakit hati, bagaimana tidak mereka semua rela menukarkan anak nya demi kekayaan.


"Apa mungkin aku bukan anak kandung mereka." ucap citra yang membuat semua nya terkejut.


"Maksud mu be." tanya vino.


"Kita harus segera kesana be, semua ini membuat ku bingung." ucap citra.


Citra, vino, jamal, dan putri langsung pergi menuju rumah orang tua citra. perjalanan menuju rumah orang tua citra cukup jauh memerlukan waktu sekitar 1 jam, itu sebab nya citra tidak pernah lagi bertemu dengan orang tua nya semenjak menikah dengan vino.


Setelan satu jam berlalu mereka hampir tiba di rumah itu, citra tersenyum saat melihat jalan yang penuh dengan kenangan indah masa kecil nya dulu.


"Rumah itu." ucap citra sambil menunjuk rumah yang terbilang cukup mewah berwarna putih.


"Itu rumah mu dulu." tanya vino.

__ADS_1


"Iya." jawab citra.


Citra membuka candela mobil agar satpam yang berada di gerbang mengizinkan mereka masuk.


"Sore pak." ucap citra.


"Non citra." ujar satpam itu.


"Hehehehe iya pak, apa orang tua citra ada di dalam." tanya citra.


"Ada non, silahkan masuk." jawab satpam itu sambil membuka kan gerbang.


"Terimakasih pak." ucap citra.


"Wah nona citra luar biasa, meninggalkan rumah dan fasilitas yang ia miliki dulu, eh sekarang mendapatkan yang jauh lebih dari fasilitas yang ia dapatkan dulu."


Vino dan yang lainnya keluar dari mobil, citra menggadeng tangan vino dengan erat. Ia ingin memberitaukan pada orang tua kalau ia sudah menikah dan hidup dengan bahagia. Apalagi wajah vino yang cukup terkenal kalau ia anak dari keluarga vins, pasti akan membuat orang tua nya tercengang.


Citra memencet tombol bell di rumah itu, dan tak lama pembantu rumah itu datang membuka pintu. Pembantu itu sudah di pastikan kaget saat melihat kedatangan citra di rumah ini.


"Bik iyem." ucap citra.


"Mereka ada dimana bik." tanya citra.


"Di ruang keluarga non, non langsung saja kesana." ucap bik iyem.


"Tidak bik, tidak sopan jika seorang tamu masuk kedalam ruang keluarga. Kami akan menunggu di ruang tamu saja bik." ucap citra.


"Tapi kan non anggota keluarga di rumah ini." ujar bik iyem.


"Dulu bik, apa bibi lupa dengan kejadian beberapa bulan lalu." ucap citra.


"Baik non, akan saya panggil kan." ucap bik iyem dan pergi untuk memanggil orang tua citra.


Citra dan yang lainnya duduk di soda yang tersedia di ruang tamu, citra tetap tidak melepas tangannya dari tubuh vino. Vino yang mengerti maksud dari citra hanya tersenyum sambil mengusap rambut citra.


"Maaf tuan ada tamu." ucap bik iyem.

__ADS_1


"Siapa." tanya doni.


"Non citra dan suami nya." jawab bik iyem.


"Suami." ucap doni.


"Apa citra sudah menikah pah." tanya dewi.


"Mungkin mah, dia semakin kurang ngajar." ucap doni dengan wajah yang penuh dengan amarah.


Doni dan dewi langsung menuju ruang tamu dengan wajah yang di penuhi amarah. Amarah mereka padam seketika saat melihat vino dengan penuh perhatian mengusap rambut citra. Sudah tentu mereka berdua tau siapa vino, itu yang membuat mereka kikuk seketika.


"Pah." ucap dewi.


"Tenang mah, kita akan mulai bersandiwara." ujar doni.


"Citra." ucap dewi dengan wajah 180 derajat berbeda dari sebelumnya.


Citra hanya tersenyum sebisa mungkin saat melihat kedua orang tuannya. Yang ia yakini bukan orang tua kandung nya.


"Siapa dia cit." tanya doni.


"Saya vino ananda vins suami dari citra." jawab vino yang mewakili citra.


"Kamu sudah menikah citra, kenapa tidak memberitau kami." ujar doni.


"Iya citra, pasti kami akan menghadiri pernikahan mu." ucap dewi.


Jamal dan putri hanya diam menyaksikan ketidak harmonis keluarga ini, mereka sudah semua dapat menebak jika orang tua citra sedang melakukan sandiwara.


"Bukannya kalian sudah tidak mengangap ku anak." ucap citra.


"Citra sejak kapan kamu berfikir seperti itu, kamu anak kami sampai kapan pun tetap anak kami." ucap doni.


"Sejak kalian berdua mengusir anak kalian demi sebuah harta." ujar vino yang sudah geram dengan semua sandiwara ini.


Doni dan dewi diam seketika, ternyata menantu yang ingin mereka ambil hati nya sudah mengetahui semua nya.

__ADS_1


Maaf author lagi sibuk sekali. jadi telat up dan hanya sedikit yang bisa author tulis.


__ADS_2