
"Aku lelah." Nathan melemparkan diri ke atas kasur dengan cukup kasar. Karena Marvin rasa sakit hati nya sudah tidak terasa lagi, saat ini Nathan sudah benar-benar benci dengan yang nama nya wanita.
"Hey ada apa lagi Nat, masih memikirkan Lisa." Tanya Marvin.
"Tidak Marvin buat apa aku memikirkan nya." Jawab Nathan.
"Marvin kenapa kau mau menjadi abang ku padahal usia kita sama dan kita tidak tau siapa yang lahir lebih dulu kau atau aku."
"Mungkin karena aku lebih dewasa dari mu, kau masih terlalu kekanak-kanakan tidak cocok menjadi seorang abang." Ucap Marvin.
"Hahaha iya juga, baik lah kau resmi menjadi abang ku." Kata Nathan.
Nathan dan Marvin memiliki dua kepribadian yang bertolak belakang. Lihat saja yang mereka lakukan saat ini, Nathan yang tanpa membersihkan diri nya langsung tidur, sedangkan Marvin memilih menyusun semua barang belanjaannya di dalama lemari, baru lah setelah itu ia membersihkan diri di kamar mandi.
"Nat, bersihkan diri mu dulu, hey bangun." Marvin membangunkan Nathan yang sudah tertidur.
"Hmmm diam lah." Ucap Marvin.
Marvin mengeluarkan dompet dan barang-barang penting dari baju Nathan, baru lah ia menggendong Nathan masuk ke dalam kamar mandi. Marvin langsung memasukan Nathan ke dalam badhup yang berisi air dingin.
"Marvin." Teriak Nathan yang sangat terkejut.
"Mandi aku tidak mau tidur dengan orang yang tidak mau mandi." Marvin berjalan keluar dari kamar mandi.
Nathan keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang menggigil karena sudah tidak kuat Nathan langsung masuk ke dalam selimut yang tebal, hal itu menganggu Marvin yang sudah tidur.
"Nathan." Ucap Marvin.
"Dingin Marvin." Kata Nathan.
"Sini aku peluk." Ucap Marvin.
__ADS_1
"Jika kau wanita aku mau, kau rata tidak memiliki apa-apa." Tolak Nathan.
"Hahaha ada bagian bawa menonjol."
"Kau gila, sudah aku mau tidur." Ucap Nathan.
"Selamat malam adik ku tersayang." Kata Marvin.
"Diam, atau akan ku sobek mulut mu., Ucap Nathan yang kesal karena Marvin selalu menggoda nya.
Keesokan pagi nya, Wulan sudah siap memberikan jawaban dari pertanyaan Vino dan Citra. Ia merasa ini jalan hidup terbaik untuk nya.
"Ayah kenapa aku menikah dengan wanita itu." Tanya Marvin.
"Apa kau bernafsu melihat nya." Tanya Vino.
"Hmmm iya, aku ingin menerkam nya langsung." Jawab Marvin yang mata nya tidak lepas dari tubuh Wulan yang sedang berjalan mendekati mereka berdua.
"Nah sudah yang penting kau bernafsu, dia baik dan cantik, apalagi yang kau cari, kekayaan kau sudah kaya." Ucap Vino.
"Kau pikir ayah dan bunda mu dulu saling mencintai, tapi akhirnya lahir diri mu." Ucap Vino.
Nathan yang baru selesai mandi ikutan bergabung dengan Vino dan juga Marvin di ruang keluarga.
"Marvin kau benar-benar mau menikah." Ucap Nathan.
"Hahaha kenapa Nat, kau sedih sebentar lagi kakak mu mau menikah." Tanya Vino.
"Tidak untuk apa aku sedih." Jawab Nathan.
"Tuan." Sapa Wulan.
__ADS_1
"Duduk, tunggu sebentar ya, kita menunggu bunda dulu." Ucap Vino.
"Nila cepat mereka sudah menunggu." Citra sedang berada di depan kamar Nila dan Calvin.
"Bunda duluan saja, bayi besar ku sedang ngambek." Teriak Nila.
"Ya sudah jangan lama-lama." Citra pergi dari depan kamar Nila.
"Sayang sudah aku bilang bunda yang meminta ku untuk memeluk kak Marvin." Ucap Nila.
"Tidak kamu berbohong lagi, kamu sendiri yang langsung memeluk Marvin, aku tidak suka sangat tidak suka."
"Sayang sudah lah, nanti malam aku beri jatah lebih, oke sekarang kita keluar." Kata Nila.
"Tidak mau, Kasihan anak kita kalau aku terus menggempur mu." Ucap Calvin.
"Jadi aku harus bagaimana sayang, jangan marah seperti ini pada ku."
"Aku tidak mau kamu memeluk siapapun kecuali aku dan ayah tidak papa." Ucap Calvin.
"Lihat perut ku sudah besar, dan kamu masih cemburuan seperti ini." Tanya Nila.
"Maaf sayang anak daddy, dengan mu daddy tidak akan cemburu lahir dengan baik dan kita akan bermain bersama." Ucap Marvin.
"Bagaimana Wulan jawaban kamu, kami tidak menerima penolakan." Kata Vino.
"Sayang kalau begitu buat apa kamu bertanya pada nya." Ucap Citra.
"Sudah mau saja, aku tampan, tidak akan merugikan mu." Ujar Marvin.
"Hey kau tidak boleh begitu." Citra menepuk paha Marvin.
__ADS_1
"Marvin calon istri mu cantik sekali, bodi nya Marvin mantap." Bisik Nathan.
"Tunggu aku jika aku sudah memupuk nya, dia kan lebih seksi dari ini."