Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 213


__ADS_3

"Calvin kau serius," tanya Vino.


"Untuk apa aku berbohong yah, apa aneh jika istri ku hamil," tanya balik Calvin.


"Bukan masalah aneh Calvin, tapi ini..." Vino membuang nafas nya secara perlahan. "Ya sudah lah mau bagaimana lagi, Sisil sudah hamil."


Setelah acara makan malam selesai, Vino dan Stiven membawa Calvin ke ruang kerja. Mereka ingin mengatakan beberapa hal pada Calvin.


"Bagaimana kek, apa obat itu jadi aku beri pada Sisil," tanya Calvin.


"Jadi kau beri lah, itu tidak bahaya untuk kandungan nya, aku sudah konsultasi pada dokter. Kau tau kan saat ini Sisil sedang hamil, aku yakin hal itu akan mempermudah diri nya untuk mengingat semua nya," jawab Stiven.


"On begitu kek, aku akan membuat nya ingat apa saja yang ia lakukan dulu saat hamil, aku yakin sebelum ia melahirkan dia sudah mengingat semua nya," ucap Calvin.


"Marcel akan punya adik, jangan abaikan dia, usia mu masih 22 tahun tapi sudah mau punya anak dua," kata Vino.

__ADS_1


"Hehehe usia tidak menjamin semua nya yah, ya sudah aku masuk ke dalam kamar dulu, besok aku harus mengantarkan Piter ke bandara."


"Mau kemana dia," tanya Vino.


"Dia mau melanjutkan kuliah nya di Korea, aku sekalian meminta izin pada mu, aku ingin membiayai nya," ucap Calvin.


"Kenapa minta izin pada ku, harta kekayaan mu lebih banyak dari ku," kata Vino.


"Karena kau ayah ku, aku tidak mungkin melakukan hal tanpa seizin mu," ucap Calvin.


"Itu hak mu Calvin, kau bisa menggunakan uang mu sesuka mu, Terima kasih masih menganggap ku. Meskipun begitu kau tidak boleh melupakan ayah kandung mu," ucap Vino.


"Ayah kandung ku siapa, aku tidak punya. Hahaha jangan ngelawak yah," kata Calvin.


"Maksud mu bagaimana? kau belum berbaikan dengan nya, jangan begitu Calvin jangan durhaka pada nya."

__ADS_1


"Aku tidak durhaka pada nya, tapi dia sendiri yang membuat ku seperti ini. Kau tau yah kenapa dia marah pada ku, aku sudah menikah dengan Sisil dia kecewa karena aku tidak menikah dengan gadis pilihan nya, dia juga memiliki rencana jahat pada istri ku, pantas aku menganggap nya ayah. Piter saja yang sudah bertahun-tahun hidup dengan nya tidak kuat, apalagi aku," ucap Calvin yang menguapkan semua kekesalan nya.


"Satu lagi dia hanya ingin harta ku, aku benar-benar sudah tidak memperdulikan."


"Dia sudah mempermainkan mu, aku akan memberikan nya pelajaran," kata Vino.


"Tidak yah, tida memperdulikan nya sudah cukup. Jangan berurusan dengan nya, itu akan membuat nya besar kepala, karena dia pikir aku sangat memerlukan nya," ucap Calvin.


"Menantu mu pintar, sudah jangan menambah musuh, dia bukan siapa-siapa tanpa Calvin," ujar Stiven.


"Ya sudah semua nya, ayah serahkan pada mu," ucap Calvin.


Setelah berbicara panjang lebar, Calvin pamit mengundurkan diri. Sementara itu Sisil masih memeluk anak kesayangan nya Marcel, ia benar-benar sangat menyayangi Marcel dengan setulus hati nya.


"Ada garis di perut ku, aku penasaran garis apa ini," batin Sisil.

__ADS_1


__ADS_2