Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 214


__ADS_3

"Sayang kamu sama sekali tidak rewel dengan mommy, apa kamu tau kalau mommy sangat mirip dengan mommy kandung mu." ucap Sisil.


Sisil selalu bermain-main dengan Marcel yang sangat menggemaskan, wajah nya yang gembul membuat Sisil semakin gemas dan selalu mencium nya.


"Kamu memang anak yang pintar," ucap Sisil.


"Sayang kamu sedang apa," tanya Calvin sambil naik ke atas ranjang.


"Sedang bermain-main dengan Marcel yang semakin menggemaskan, akun sangat gemas dengan nya," jawab Sisil.


"Hahaha dia sangat mirip dengan ku kan, kami sama-sama sangat menggemaskan," kata Calvin.


"Iya sayang, kalian berdua memang sangat menggemaskan, aku sangat suka dengan kalian berdua."


Semenjak Sisil tau tentang kehamilan nya, ia sudah bersumpah untuk tidak berhubungan dengan masa lalu nya, ia akan fokus pada istri dan anak nya. Rencana nya sudah ia batalkan karena ia terjebak dengan pesona duda muda Calvin.


"Hahaha kamu semakin terang-terangan kalau kamus sangat mencintai ku, kamu terpesona dengan ku," tanya Calvin.


"Duda muda benar-benar membuat ku tergila-gila," jawab Sisil.

__ADS_1


"Oh iya bukan karena anu ku," tanya Calvin.


"Iya itu termasuk, aku ingin aku ingin malam ini," jawab Sisil.


"Hahaha tumben kami minta lebih dulu, sayang kamu sedang hamil muda. Aku tidak bisa masuk ke dalam sana, mungkin beberapa bulan lama nya," kata Calvin.


"Ya beberapa bulan, sangat lama itu. Aku mana tahan," ucap Sisil.


"Kamu harus tahan sayang, ada baby di dalam sana. Aku tidak mungkin membahayakan baby ku."


"Apa kamu romantis begini pada istri mu," tanya Sisil.


"Bibir kamu memang sangat manis ya," ucap Sisil.


"Sayang kamu sadar tidak aku memiliki garis seperti bekas operasi," tanya Sisil.


"Aku sudah hafal setiap bentuk tubuh mu, jadi aku tau, di perut mu kan," tanya Calvin.


"Iya benar, aku sangat pemasaran garis apa itu, aku merasa tidak pernah tau dari mana garis itu berasal."

__ADS_1


"Kamu tidak curiga jika itu garis operasi secar," tanya Calvin.


"Maksud kamu aku pernah melahirkan."


"Iya sayang, maaf sekali aku bukan hanya menganggap mu Nila, tapi aku yakin kamu memang Nila," ucap Calvin.


"Calvin aku benar-benar tidak suka kamu seperti ini. Aku Sisil aku bukan Nila, aku tidak suka di samakan dengan Nila," kata Sisil.


"Jangan marah, aku akan membuktikan nya, tapi jika kamu mau. Kita periksa ke dokter bekas apa garis ini dan kamu bisa tes DNA kamu dengan Marcel."


Calvin merasa sudah saat nya ia memberitahu Sisil, Sisil sudah sangat mencintai nya, dan Sisil tidak akan pergi meninggalkan nya.


"Sayang jangan marah, jika kamu tidak mau tidak papa, aku mencintaimu sayang." Calvin memeluk Sisil dengan erat.


"Besok kita ke dokter," ucap Calvin.


"Kamu mau sayang," tanya Sisil.


"Iya sayang aku mau, aku merasakan ikatan yang berbeda dengan Marcel."

__ADS_1


"Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu," ucap Calvin.


__ADS_2