Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 63


__ADS_3

Aku harus bertindak...


"Aaakkkkk..." teriak viona...


Iqbaal yang mendengar teriakkan dari viona langsung terbangun dari tidur nya...


"Kenapa, ada apa..." ucap iqbaal...


"Kenapa asisten iqbaal ada di sini..." ucap viona...


"Kau lupa, kemarin kita sudah menikah..." ucap iqbaal...


Setelah mendengar penjelasan dari iqbaal, viona pun baru mengingatkan nya, mereka menikah karena hanya kesalah pahaman...


"Iya, aku mengingatnya..." ucap viona...


"Sebaik nya kamu mandi dulu, kita akan keluar untuk sarapan..." ucap iqbaal...


"Tapi pakaian ku masi di kamar ku, sebaik nya aku mandi di kamar ku saja..." ucap viona...


"Baiklah, nanti jangan lupa kesini lagi, kita pergi ke ruang makan bersama..." ucap iqbaal...


"Iya ka..." ucap viona...


Sementara itu stiven dan juga bella telah bangun dari tidur nya, tampak mereka masi berada di atas kasur...


"Sayang, apa aku boleh minta..." ucap stiven...


"Tidak mas, kamu lupa apa kata dokter lusi..." ucap bella...


"Sampai kapan aku harua menunggu..." ucap stiven...


"Sampai waktu nya tiba..." ucap bella...


"Tapi berapa lama..." ucap stiven...


"Sudah la, sebaik nya kita mandi, nanti kita terlambat sarapan. Siapa yang pengantin baru siapa yang terlambat..." ucap bella....


"Kita selalu menjadi pengantin baru sayang..." ucap Stiven...


"Mau mandi bersama..." ucap bella...


"Dengan senang hati..." ucap stiven...


Stiven pun menggendong bella menuju kamar mandi, di dalam kamar mandi mereka melakukan beberapa permainan kecil...


Viona yang telah selesai membersihkan diri langsung menuju kamar iqbaal...


"Ka ayo.. Aku sudah siap..." ucap bella...


"Sebentar dek..." ucap iqbaal yang sedang memakai dasi...


"Aku bantu ya..." ucap viona...


"Boleh..." ucap iqbaal...


Viona pun membantu iqbaal untuk memakai dasi, setelah selesai mereka pun beranjak menuju ruang makan...


"Dimana mereka semua ka..." ucap viona...


"Mungkin sebentar lagi datang, sebaiknya kita duduk dan menunggu mereka..." ucap iqbaal...


"Iya ka..." ucap viona...


Tak lama indah dan wijaya datang, mereka sedikit terkejut karena pasangan pengantin baru sudah ada di ruang makan...


"Loh pengantin baru sudah berada di disini..." ucap indah...


"Karena sudah waktunya sarapan..." ucap viona dengan polos...


"Siapa yang pengantin baru, siapa yang lama datang nya..." ucap wijaya...

__ADS_1


"Iya pah, mamah juga heran..." ucap indah...


Akhirnya yang di tunggu datang juga, pasangan fenomenal datang mendekat ke arah meja makan...


"Morning..." ucap bella...


"Morning ka bella..." ucap viona...


"Kalian ngapai sudah berada disini..." ucap stiven...


"Kami ingin sarapan la..." ucap viona...


"Bukannya kalian habis berolaraga seharusnya kalian masi tidur..." ucap stiven...


"Uhukuhuk..." Iqbaal terbatuk mendengar ucappan dari stiven...


"Minum ka..." ucap viona dan memberikan segelas air...


"Terimakasih dek..." ucap iqbaal...


"Kenapa kau batuk bal, bukannya aku benar..." ucap Stiven...


"Benar apa nya ka..." ucap viona...


"Sudah-sudah jangan di bahas..." ucap wijaya...


"Seperti nya aku harus bertindak ni, kalau tidak mereka akan seperti stiven dan bella dulu..." batin indah...


"Stive dan iqbaal kalian jangan kekantor dulu, kalian harus mempersiapkan pesta pernikahan kalian karena waktu nya sudah sangat dekat..." ucap wijaya...


"Iya pah..." ucap iqbaal dan stiven kompak...


"Oh iya tadi mamah dapet kabar, kata nya kue yang kita pesan tidak bisa sesuai terget, mereka hanya bisa menyiapkan setenga dari semua yang kita minta..." ucap indah...


"Tenang mah, kita bisa ngambil dari toko bella, nanti bella tinggal ngomong sama dini..." ucap bella...


"Bisa sayang..." ucap indah...


"Ya sudah sebaiknya nanti kalian berempat kesana, sekalian mampir ke butik..." ucap indah...


"Iya mah..." ucap mereka...


Setelah sarapan berakhir mereka langsung pergi menuju toko milik bella, di perjalanan hanya ada suara dari pasangan fenomenal sitiven juga bella, sementara si pengantin baru hanya terdiam dan memeperhatikan pasangan fenomenal...


"Mas jangan dong, geli..." ucap bella sambil memegang perut nya...


"Sayang, aku hanya ingin memegang perut mu..." ucap stiven...


"Boleh tapi jangan di raba-raba..." ucap bella...


"Itu bonus..." ucap stiven...


"Apa aku bisa sebahagia itu..." bantin viona...


"Iri rasanya melihat kebahagiaan mereka..." batin iqbaal...


"Kenapa kalian hanya diam saja..." ucap bella...


"Kami bingung harus berbicara apa..." ucap viona...


"Kalain bisa berbicara tentang malam pertama kalian..." ucap stiven...


"Mas, jangan bahas itu..." ucap bella...


"Apa kau tidak kuat bal..." ucap stiven...


"Maksud nya tuan..." ucap iqbaal...


"Ka, sudah ku bilang jangan panggil ka stive dengan sebutan tuan, panggil saja di seperti aku memanggil nya...." ucap viona...


"Iya dek, aku lupa..." ucap iqbaal....

__ADS_1


"Sepertinya aku harus membalas perbuatan kalian pada ku waktu itu.." ucap stiven...


"Perbuatan apa ka, kamu tidak perna berbuat apa pun pada kalian..." ucap viona...


"Sudah la, tunggu saja..." ucap stiven...


30 menit berlalu mereka telah sampai toko, ini pertama kali nya viona datang ke toko milik bella...


"Ka bella, ini toko milik mu..." ucap viona...


"Iya, maaf baru sempat mengajak mu kesini..." ucap bella...


"Kau memang wanita yang hebat ka..." ucap viona...


"Sebaik nya kita masuk..." ucap stiven...


Mereka pun masuk kedalam toko dan langsung menuju ruangan bella...


"Din ayo masuk keruangan ku..." ucap bella...


"Iya buk..." ucap dini...


"Begini din, lusa kan hari pesta pernikahan ku, aku minta tolong info kan kebebrapa cabang kita untuk membuat berbagai macam kue untuk di kirim ke rumah..." ucap bella...


"Baik buk, nanti saya info kan..." ucap dini...


"Mau tidak ka..." ucap viona memberi kue kearah iqbaal...


"Boleh dek..." ucap iqbaal...


Dini yang melihat kedekatan Iqbaal dam juga viona, tiba-tiba hati nya terasa sakit, ia memutuskan untuk pergi dari ruangan itu...


"Buk saya permisi dulu..." ucap dini...


Dini pun keluar dari ruangan bella menuju depan toko, tampa terasa air mata nya menetes...


"Kenapa dengan ku, kenapa hati ku terasa sakit..." ucap dini...


"Hy kenapa kau menagis..." ucap seoarang laki-laki...


Dini yang mendengar suara seorang laki-laki, ia langsung melihat kearah suara tersebut...


"Pak devan..." ucap dini...


"Kau masi ingat aku..." ucap devan...


"Tentu aku masi mengingat bapak..." ucap dini...


"Kenapa kau menangis..." ucap devan..


"Tidak hanya kelilipan saja..." ucap dini...


"Apa ada bella di dalam..." ucap devan...


"Ada pak, mari saya antar..." ucap dini...


Mereka pun beranjak menuju ruangan bella...


"Permisi..." ucap devan...


"Devan..." teriak bella dan langsung berjalan memeluk devan...


"Kengen..." ucap devan...


"Hey kenapa kau memeluk istri ku..." ucap stiven...


"Stiven..." ucap devan...


Terimakasih sudah mampir...


Author juga Punya pengumuman penting,

__ADS_1


Author udah buat satu judul novel lagi yang berjudul Iqbaal & dara (bukan cinta biasa) dan Ex-(boy) frend.. jangan lupa mampir ya...


__ADS_2