
Kekuatan baru....
Kegiatan rapat pun dimulai, tampak semua defisi dan perwakilan cabang perusahaan telah berkumpul di ruangan yang telah di tentukan, mereka tampak sedang menunggu ceo vins grub dan asisten nya...
Saat bella, viona dan juga devan masuk kedalam ruangan tersebut, tampak seluruh mata tertuju pada mereka, ada banyak pertanyaan yang terfikir di kepala mereka...
"Selamat siang semua..." ucap april sebagai pembuka rapat tersebut...
"Siang..." ucap mereka semua...
"Mungkin kalian sedang bertanya-tanya mengapa saya sudah mulai membuka rapat ini padahal tuan stiven dan juga asisten iqbaal belum berada di ruangan ini..." ucap april...
April memberikan kode kepada bella untuk memperkenalkan diri, bella yang menyadari kode dari april dengan menarik nafas yang panjang ia berdiri dan mulai memperkenalkan diri...
"Selamat siang semua..." ucap bella...
"siang..." ucap mereka semua...
"Saya bella aprlia istri dari ceo vins grub yaitu stiven vins akan menggantikan beliau untuk memimpin perusahaan ini sementara waktu..." ucap bella...
"Ha.. bagaimana bisa..."
"Apa ini hanya lelucon..."
"Bagiamana bisa wanita seperti dia menjadi ceo di vins grub..." ucap mereka semua yang meragukan bella...
"Apa kalian bisa diam..." teriak april...
Mereka yang mendengar suara april yang meninggi langsung diam seketika...
"Baiklah, siapa yang tidak setuju atau meragukan saya bisa keluar dari ruangan ini dan saya anggap kalian sudah keluar dari vins grub tanpa pesangon sedikit pun..." ucap bella dengan tegas...
Mereka tampak diam tanpa bersuara sedikit pun, devan yang melihat bella tersenyum, ia tidak menyangka bella dapat setegas itu...
"Karena kalian semua diam saya anggap kalian tidak keberatan, dan sebaik nya kita mulai rapat ini..." ucap bella...
April pun membuka rapat tersebut, tampak terjadi ketegangan saat rapat terjadi, mereka tampak bingung dalam menyelesaikan masalah ini, rapat berlangsung selama kurang lebih 4 jam, dan mereka memutuskan untuk menunda rapat tersebut...
Setelah selesai rapat bella dan viona kembali keruangan milik stiven yang sekarang di tempati bella, tak lama devan masuk kedalam ruangan tersebut sambil membawa makanan...
"Bella, viona sebaiknya kita makan terlebih dahulu..." ucap devan...
"Terimakasih van..." ucap bella...
Mereka pun duduk di sofa, bella mulai membuka bungkus makanan tersebut, saat melihat makanan itu bella teringat dengan stiven...
__ADS_1
"Pecel ayam..." ucap bella lirih...
Bella mengingat saat pertama kali nya ia dan stiven makan di pinggir jalan tempat kang mamat, ia juga mengingat saat ia, stiven dan juga iqbaal makan tepat di kursi ini dengan menu yang sama. Tanpa terasa air mata lolos dari mata milik nya...
"Mas aku rindu..." ucap bella dengan tangis nya...
Viona perlahan medekati bella dan langsung memeluk nya, tanpa terasa juga viona menagis dalam pelukan itu...
"Sudah ka, sebaik nya kita segera makan..." ucap viona...
"Iya..." ucap bella lirih...
Viona melepaskan pelukannya dan mereka pun mulai memakan makanan tersebut. Saat mereka makan tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan memeperilatkan wijaya dan juga iqbaal yang sedang berada di kursi roda...
"Kalian..." ucap bella kaget...
"Maaf kami telat..." ucap wijaya...
"Kenapa kalian berada disini..." ucap viona...
"Kami tidak mungkin membiarkan kalian sendiri kesulitan dalam masalah ini, kami akan membantu kalian menyelesaikan masalah ini..." ucap iqbaal...
"Iya bell, papah merasa menjadi orang tua yang tidak berguna jika membirkan anak dan menantu ku kesulitan..." ucap wijaya...
"Terimakasih, aku yakin vins grub akan kembali berjaya bahkan lebih..." ucap bella...
"Pecel ayam ka..." ucap viona dan mulai medekati iqbaal yang duduk di kursi roda...
"Sepertinya aku tidak asing dengan nama nya..." batin iqbaal...
"Biar aku pah..." ucap viona dan mendorong kursi roda tersebut...
Saat iqbaal melihat makanan tersebut ia langsung teringat dengan stiven, stiven yang perna meminta nya mengambil air untuk mencuci tangan, dan saat dia terheran saat stiven memakanan makan tersebut...
"Stive..." ucap iqbaal lirih...
"Ada apa dengan mu bal, kenapa raut muka mu berubah saat melihat makanan ini persis seperti bella tadi..." ucap devan...
Iqbaal langsung melihat kearah bella, bella yang menyadari iqbaal menatap nya membalas tatapan tersebut dengan senyuman manis walapun hati nya terasa sesak...
"Aku tau kau mengingatnya, pasti kau merindukan sifat mantan tuan mu itu yang sangat kacau..." ucap bella...
Iqbaal tampak terdiam dan mulai mengingat semua yang perna ia lakukan bersama stiven, tanpa terasa air mata nya terjatuh....
"Ka kenapa kau menagis..." ucap viona yang tapat berada di depan iqbaal...
__ADS_1
"Ti.. tidak papa dek..." ucap iqbaal sambil menghapus air mata nya...
Selesai makan dan beristirahat mereka memutuskan untuk melanjutkan rapat yang tertunda...
Rapat pun dimulai, semua peserta rapat melirik kearah iqbaal yang terduduk di kursi roda, iqbaal yang menjadi pusat perhatin hanya cuek dan fokus melanjutkan rapat tersebut...
"Kalau adiwijaya grub dapat menopang vins grub sementara waktu, apa mungkin jika kita mencari perusahaan besar untuk membantu kita..." ucap salah satu peserta rapat...
"Usul yang bagus, tetapi kita harus meminta bantuan dengan perusahaan mana, kita perna mengirim bantuan ke perusahaan yang berada di mesir dan eropa tapi mereka menolak dengen mentah-mentah padahal kita perna membantu mereka..." ucap salah satu peserta...
"Jadi kalian perna meminta bantuan perusahaan itu..." ucap iqbaal...
"Benar dan mereka langsung menolak nya..." ucap april...
"Sepertinya ada yang tidak beres, padahal kita selalu membantu mereka..." ucap wijaya...
"Sebaik nya kita kesampingkan dulu itu, kita harus fokus mencari perusahaan yang setara dengan vins grub untuk membantu kita..." ucap bella...
"Perusahaan yang setara dengan vins grub ya..." ucap april...
"Sebenarnya ada satu perusahaan yang setara dangan vins grub, terapi aku ragu..." ucap devan...
"Katakan perusahaan apa dan dimana letak nya..." ucap bella...
"Perusahaan itu terkenal dengan julukan elang amerika..." ucap devan...
"Elang amerika..." ucap mereka kompak...
"Moonlay grub..." ucap april...
"Benar sekali..." ucap devan...
"Tetapi semua orang tau kalau vins grub dan moonlay grub tidak perna akur..." ucap salah satu peserta...
"Oke terimakasih sarannya, saya tutup rapat ini.. selamat siang..." ucap bella...
Mereka yang melihat bella menutup rapat secara tiba-tiba langsung terheran karena mereka belum menemukan jalan keluar dari masalah ini...
"April, iqbaal, viona, devan dan papah ikut saya, ada hal penting yang harus kita bicarakan..." ucap bella...
Mereka pun mengikuti bella yang menuju ruangannya, sesampainya di ruangan tersebut mereka langsung berkumpul...
"Kenapa kau tiba-tiba menutup rapat itu..." ucap devan...
"Ada beberapa hal yang mereka tidak perlu ketahui..." ucap bella...
__ADS_1
Terimakasih sudah mampir...
ntar kalau ada waktu author up lagi...