Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 94


__ADS_3

"Hey kau mengancam ku." Ucap Nathan.


Marvin yang sangat kesal langsung menarik Nathan dan mengunci nya di bawa tubuh nya. "Aku bilang diam."


"Ah sakit bodoh, lepaskan aku." Teriak Nathan.


"Eh kau." Marvin melepaskan Nathan saat tau siapa orang yang ia kunci di bawa tubuh nya.


"Kau mau membunuh ku." Teriak Nathan yang benar-benar marah pada Marvin.


"Maaf, aku pikir orang lain." Ucap Marvin dengan wajah yang datar.


"Mandi sana kau, aku tidak mau kasur ku bauk."


"Nanti Nat, aku masih mengantuk." Marvin kembali tertidur karena diri nya memang benar-benar sedang mengantuk.


"Mandi Marvin, bunda mengajak mu ke mall." Ucap Nathan.


"Bunda mu atau bunda ku." Tanya Marvin tanya masih memejamkan mata nya.


"Bunda ku lah, mana mungkin bunda mu." Jawab Nathan.


"Ya sudah kau saja kalau begitu, aku tidak memiliki bunda aku sebatang kara." Ucap Marvin.


Ntah kenapa ucapan Marvin membuat Nathan tersentuh, padahal ini yang ia inginkan Marvin sadar akan posisi nya di sini. Jika Marvin benar-benar saudara kembar nya ia pasti tidak bisa menerima nya.

__ADS_1


"Untuk kali ini, kau boleh pergi bersama bunda, aku tidak akan menganggu mu." Ucap Nathan.


Marvin berpikir jika diri nya pergi bersama Citra pasti dia bisa kabur dengan mudah, ia benar-benar sudah tidak tahan dan sangat membutuhkan seorang wanita saat ini.


"Baiklah, tepati perkataan mu, aku pergi besama bunda mu." Ucap Marvin dan langsung bangkit dari atas kasur untuk mandi.


Citra dan Marvin telah siap, mereka berdua berangkat ke salah satu mall terbesar di kota ini. Sesampainya di mall mereka masuk ke dalam butik langganan Citra sekeluarga.


"Marvin bunda pilih kan pakaian untuk mu." Ucap Citra.


"Bunda, Marvin pergi sebenar tidak lama hanya tiga puluh menit ada yang ingin Marvin selesai kan."


"Kamu mau kemana Marvin, kamu mau meninggal kan bunda." Tanya Citra.


"Tidak bun, Marvin benar-benar ada urusan penting, Marvin janji akan kembali lagi, hanya tiga puluh menit." Jawab Marvin.


Marvin mengecup dahi Citra dan pergi berlari meninggalkan Citra. "Maafkan Marvin bun, terimakasih telah menjadi bunda yang sangat baik pada Marvin, Marvin tidak ingin membuat Nathan semakin cemburu dan Marvin juga memiliki kehidupan sendiri." Batin Marvin yang tanpa sadar air mata Marvin jatuh membasahi pipi nya.


Marvin keluar dari mall itu menuju ke salah satu tempat yang letak nya memang cukup jauh memerlukan waktu sekitar satu jam perjalanan.


"Kak apa kakak tidak ada perasaan aneh pada Marvin." Tanya Nila.


"Perasaan apa aku laki-laki dan ia juga laki laki mana mungkin aku ada perasaan aneh pada nya."


"Bukan seperti itu kak, saat aku menatap nya aku merasa seperti menatap mu." Kata Nila.

__ADS_1


"Berhenti menatap nya atau suami mu akan marah pada mu." Ucap Nathan.


"Dia sudah marah pada ku bahkan dia menghukum ku."


"Apa hukuman yang kau dapat dari Calvin." Tanya Nathan.


"Hukuman ranjang." Jawab Calvin.


"Sayang kamu jangan membicarakan nya." Kata Nila.


"Nah ini pembahasan yang sangat menarik, ayo Calvin kita ke kamar ku, kita menonton 18 +." Ucap Nathan.


"Kau pergi dulu, aku mengajak Alka pasti lebih seru, pengalaman nya sangat banyak." Kata Calvin.


Calvin dan Alka menyusul Nathan ke dalam kamar, mereka cukup terkejut melihat kamar Nathan yang terlihat sangat rapi sangat berbeda dengan biasa nya.


"Siapa yang merapi kan ini Nat." Tanya Alka.


"Siapa lagi jika bukan Marvin, dia sekarang tidur bersama ku, jangan tanya kenapa bunda dan ayah yang meminta nya." Jawab Nathan.


Satu jam berlalu Marvin sudah sampai di tempat yang seharusnya ia berada. "Tuan mudah."


"Dimana wanita untuk ku." Ucap Marvin.


"Anda bisa memilih nya tuan." Ucap seseorang sambil mengarahkan Marvin ke tempat para wanita cantik berkumpul.

__ADS_1


Marvin langsung menarik salah satu wanita dan membawanya masuk ke dalam kamar.


__ADS_2