
Seratus tiga...
Seluruh keluarga telah berkumpul untuk acara makan malam, terkecuali viona dan iqbaal yang datang terlambat akibat keganasan viona tadi...
"Malam..." ucap viona dan iqbaal...
"Tumben telat biasa nya selalu cepat..." ucap indah...
"Tadi kami ketiduran mah..." ucap viona...
"Ketiduran apa ketiduran..." ucap stiven...
"Ketiduran..." ucap iqbaal dengan nada sedikit menekan...
"Sudah lah mas, jangan kamu ganggu mereka..." ucap bella...
"Bagaimana perkembangan kandungan mu bell..." ucap indah...
"Sehat mah, sepertinya nya dia mewarisi sifat dedy nya..." ucap bella...
"Bagus dong..." ucap stiven...
"Tidak bagus, nanti cucu papah akan memliki sifat dingin seperti mu..." ucap wijaya...
"Iya pah aku setuju, menurut aku lebih baik mewarisi sifat ka bella..." ucap viona...
"Kita lihat saja nanti, dia pasti akan mirip dengan ku..." ucap stiven...
"Kandungan mu bagiamana sayang..." ucap indah...
"Sepertinya baik mah, kami belum periksa ke dokter nanti saja bareng dengan ka bella..." ucap viona...
"Kalau kandungan mu ris..." ucap yasmin...
"Ha..." ucap mereka yang berada di situ...
"Bunda ada-ada aja deh, nika saja belum..." ucap ariska...
"Cepat halali al..." ucap iqbaal...
"Minggu depan..." ucap aldy santai...
"Ingat besok kita akan mengundang media masa untuk memberikan pengumuman tentang penggabungan dua perusahaan kita..." ucap stiven...
"Iya kau tenang saja..." ucap aldy...
Setelah acara makan malam, beberapa orang berkumpul di ruang keluarga sedangkan beberapa orang lagi masuk kedalam kamar masing-masing, bella dan stiven memilih masuk kedalaman kamar karena ada hal yang ingin mereka bicarakan berdua...
"Mas..." ucap bella sambil meletakan kepalah nya di paha stiven...
"Iya ada apa..." ucap stiven...
"Bagaimana kalau kita pindah rumah sendiri..." ucap bella...
"Maksud kamu kita pindah dari sini..." ucap stiven sambil mengusap wajah bella...
__ADS_1
"Iya mas, aku ingin suasana baru..." ucap bella...
"Kamu ingin rumah yang seperti apa..." ucap bella...
"Aku ingin rumah yang halamanya luas di penuhi bunga dan pohon-pohon rindang, oh iya yang ada kolam ikan nya..." ucap bella sambil membayangkan rumah impiannya...
"Kalau itu mau kamu, nanti aku carikan rumah yang kamu inginkan..." ucap stiven...
"Terimakasih sayang..." ucap bella sambil tersenyum manis...
"Demi istri tercinta ku, apapun akan ku lakukan..." ucap stiven...
"Sekarang usia kandungan ku hampir menginjak 3 bulan, berati masi 6 bulan lagi sebelum anak ini lahir..." ucap bella...
"Aku sudah tidak sabar menantikan momen itu..." ucap stiven...
"Aku juga sayang, aku harap anak ini mirip dengan ku..." ucap bella...
"Tidak bisa, kamu bilang tadi akan mewarisi sifat ku..." ucap stiven...
"Tidak jadi, aku tidak bisa membayangkan anak ku nanti seperti kulkas berjalan..." ucap bella...
"Kita lihat saja nanti, pasti anak itu akan mirip dengan ku..." ucap stiven dan mengecup perut bella...
"Kamu pelanggaran..." ucap bella...
"Cup..." stiven mengecup dahi bella...
"Sayang..." ucap bella...
"Cup..." stiven mengecup bibir bella...
"Jangan bangun kan singa yang sedang tertidur sayang..." ucap stiven...
"Ampun singa tampan ku..." ucap bella dengan manja...
"Tut... tut... tut..." Suara hp milik bella berbunyi...
Bella pun bangkit dan mengambil hp milik nya yang sedang berbunyi...
"Hallo..." ucap bella...
"Mati.... mati... mati...." ucap seorang laki-laki yang berada di sambungan telfon itu...
Bella yang mendengar itu kaget dan tanpa sengajah menjatuhkan hp nya ke lantai...
"Sayang..." ucap stiven yang melihat bella sedikit ketakutan...
Bella pun langsung mengambil hp nya yang terjatuh di lantai, ternyata sambungan telfon itu sudah terputus...
"Kamu kenapa..." ucap stiven...
"Tidak mas..." ucap bella dan berusaha menenangkan diri nya...
"Jujur sama aku kamu kenapa..." ucap stiven sambil memeluk bella...
__ADS_1
"Tidak sayang, aku hanya kecapean mungkin..." ucap bella...
"Yasudah sebaiknya kamu tidur, aku ingin keluar sebentar..." ucap stiven...
"Jangan pergi, temani aku..." ucap bella...
Stiven yang melihat bella tidak seperti biasanya pun sedikit curiga...
"Baiklah akan aku temani sampai kamu tidur..." ucap bella...
"Maaf mas, aku belum bisa jujur pada mu..." batin bella...
Mereka pun membaringkan tubuh mereka di atas kasur, bella memeluk tubuh stiven dengan erat seperti orang yang tidak ingin di tinggalkan, stiven pun mengurungkan niat nya untuk meninggalkan bella keluar, ia ikut tertidur di samping tubuh bella...
Pagi hari telah tiba, seluruh keluarga sedang berkumpul untuk bersiap pergi ke vina grub karena hari ini peresmian penggabungan dua perusahaan besar sekaligus jumpa media...
Mereka telah rapi dengan pakain formal mereka masing-masing, setelah di rasa semua telah siap mereka langsung berangkat menuju vins grub karena acara akan segera di mulai...
Sesampai nya di vins grub mereka semua langsung di kawal oleh beberapa pengawal demi keamanan karena banyak media yang sedang meliput, seperti biasa pasangan bella dan stiven selalu menjadi pusat perhatian banyak media, dan yang tak kalah mengejudkan pasangan yang sangat fres aldy dan ariska mereka terkejut dengan kedatangan ceo moonlay grub karena yang mereka tau, dua perusahaan besar ini tidak perna akur...
Acara pun dimulai stiven dan aldy maju keatas mimbar sebagai perwakilan vins grub dan juga moonlay grub. Mereka memberikan beberapa pengumuman penting yang membuat semua media dan orang yang menyaksikan acara itu kaget...
Setelah penandatanganan selesai mereka berudua langsung turun dari mimbar dan melanjutkan acara selanjutnya nya, media bebas bertanya apapun asalkan berhubungan dengan topik pembahasan...
"Apakah ini semua benar, kalian adalah kakak dan adik ipar..." ucap salah satu media...
"Benar, dia menikah dengan adik ku bella dan otomatis dia menjadi adik ipar ku..." ucap aldy...
"Kenapa tiba-tiba kalian menggabungkan dua perusahaan kalian..." ucap salah satu media...
"Maaf kami tidak bisa menjawab pertanyaan itu..." ucap iqbaal...
"Bukannya perusahaan kalian tidak perna akur..." ucap salah satu media...
"Itu dulu, semua bisa berubah dengan seiring berjalannya waktu..." ucap stiven...
"Kalau boleh tau siapa wanita di samping anda, bukannya anda sangat menjaga jarak pada wanita..." ucap salah satu media...
"Dia calon istri ku..." ucap aldy...
Setelah mereka melaksanakan jumpah media, stiven, aldy dan juga iqbaal memutuskan untuk langsung naik keruangan mereka masing-masing...
Sedangkan bella dan yang lainnya memutuskan untuk segera pulang karena demi alasan keselamatan, apalagi semenjak kejadian kemarin...
Di tempat lain ada dua orang yang menyaksikan tayangan itu, mereka terkejut dengan apa yang mereka saksikan...
"Bagaimana bisa, ini akan mempersulit ku untuk membalaskan dendam ku..." ucap seseorang...
"Kita tidak bisa berbuat sembarangan sekarang, vins grub dan moonlay grub bukan perusahaan sembarang kita bisa hancur seketika..." ucap seseorang...
"Terus bagaimana..." ucap seseorang...
"Kita harus menghentikan teror ini untuk sementara waktu..." ucap seseorang...
"Kau benar, kita hentikan untuk beberapa bulan kedepan, sampai kita siap melawan mereka..." ucap seseorang...
__ADS_1
Segitu dulu ya...
Ntar author up lagi...