Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 30


__ADS_3

Sore hari nya mereka memutuskan untuk pulang, karena Calvin terus mengeluhkan kepala nya yang semakin sakit. Nila sangat khawatir dengan keadaan Calvin, perasaan saat ini tidak tenang, apalagi tubuh Calvin mulai menghangat dan terus menerus memeluk diri nya.


Alka membelok kan mobil nya ke rumah sakit yang ia lewati, sebenarnya rumah sakit itu bukan tujuan awal mereka tetapi karena melihat kondisi Calvin yang seperti nya semakin memburuk membuat Alia tidak tega.


"Di sini saja, mudah-mudahan bisa melakukan pemeriksaan di sini." Ucap Alka.


Saat turun dari mobil ternyata para pengawal Calvin mendekati mobil mereka, Amel benar-benar masih mengawasi Calvin karena keselamatan Calvin sangat penting.


"Siapa mereka Cal." Tanya Alka.


"Mereka pengawal ku, aku pikir mereka sudah tidak mengikuti ku lagi." Jawab Calvin.


"Kenapa dengan anda tuan, apa anda sakit."


"Sedikit, jangan ada yang ikut masuk, apalagi menghubungi mommy ku." Kata Calvin.


Mereka berempat langsung masuk ke dalam rumah sakit. Saat menunjukkan kartu pengenal nya Calvin langsung di bawa ke ruangan khusus. Bagi Alka dan yang lain nya itu hal yang biasa mereka juga memiliki kartu pengenal seperti Calvin.


Calvin langsung menjelaskan apa yang ia rasakan selama ini, dokter khusus di kerahkan untuk memeriksa apa menyebabkan Kepala Calvin selalu pusing.


Para dokter yang menangani Calvin diam seketika, wajah Mereka tampak menunjukkan seuatu yang mengkhawatirkan. Sontak Nila dan yang lainnya bertanya-tanya dalam hati mereka, apa yang terjadi pada Calvin sehingga para dokter menjadi seperti itu.


"Begini tuan, kami tidak bisa memberitahu secara langsung penyakit apa yang ada di kepala anda. Hmmm bagaimana jika anda memeriksa kan kepala anda pada dokter khusus keluarga Marvel, pasti pemeriksaan mereka lebih akurat." Ucap Dokter.


Pernyataan dari dokter, membuat perasaan Nila semakin tidak tenang, ia yakin ada yang sedang di sembunyikan oleh dokter itu.


"Baik lah, terimakasih atas semua nya." Ucap Calvin yang selalu bersikap santai dengan keadaan apapun.


"Saya hanya bisa memberikan obat pereda pusing." Ucap dokter.


Sebelum pergi meninggalkan rumah sakit Calvin meminum obat pereda rasa pusing, setelah itu mereka kembali melanjutkan perjalanan.


"Aku takut." Nila meletakkan kepala nya di atas dada Calvin.


"Tidak papa sayang, aku tidak papa. Kamu tenang saja. Oh iya bersiap lah nanti malam." Bisik Calvin.

__ADS_1


"Kita mau apa kak." Tanya Nila.


"Kita akan menggapai surga dunia." Jawab Calvin.


"Ehemmm." Gumam Alka.


"Ada apa Alka." Tanya Calvin.


"Tidak papa, bisakah nanti malam kita keluar, temani aku." Jawab Alka.


"Tidak, aku ada keperluan, kau tau sendiri kan." Ucap Calvin.


Sesampainya di rumah mereka melihat Nathan akan masuk ke dalam mobil. Nila langsung keluar dari mobil dan memeluk Nathan dengan erat.


"Kak, kau jadi pergi." Ucap Nila.


"Iya Nila, jangan menangis kakak akan pulang tahun depan, berikan kakak seorang keponakan yang lucu, jika kau hamil kakak akan pulang tanpa harus menunggu tahun depan." Kata Nathan.


"Janji." Ucap Nila.


"Janji." Nathan mencium dahi Nila.


"Jaga diri mu baik-baik diri mu Nathan." Ucap Nila.


"Hey kau jaga adik ku, jangan sakiti diri nya, dan kau jangan kau sakiti kakak ku lagi." Ujar Nathan.


"Hmmmm." Gumam Calvin dan Alka secara bersama.


Setelah kepergian Nathan mereka semua kembali masuk, Nila dan Calvin langsung masuk ke dalam kamar karena lelah setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh.


"Istirahat lah sayang, kita harus mengisi energi untuk malam nanti." Ucap Calvin.


"Kak apa nanti malam kita akan melakukan hal itu." Tanya Nila.


"Iya sayang, kita harus melakukan nya. Atau kamu mau kita melakukan nya sekarang."

__ADS_1


"Tidak kak, nanti malam saja." Kata Nila.


"Jam berapa." Tanya Calvin.


"Hmm jam 9." Jawab Nila.


"Tidak, jam 7.30." Ucap Calvin.


"Baik lah baik, aku nurut saja pada mu." Kata Nila.


Mereka berdua memilih untuk tidur untuk mengisi energi, karena malam ini akan terjadi pertempuran yang Panjang.


"Kamu tau sayang, malam ini Calvin dan Nila akan melakukan malam pertama." Ucap Alka.


"Malam pertama, mereka baru mau melakukan nya." Tanya Amanda.


"Iya sayang, kita juga tidak boleh kalah, kita juga harus Melakukan nya malam ini." Jawab Alka.


"Itu mah mau kamu sayang." Ucap Amanda.


Nila terbangun dari tidur nya pukul 7 malam, ia melirik ke arah Calvin yang masih terlelap dengan tidur nya. Nila mencari informasi masih di google apa saja yang harus ia lakukan saat akan melakukan malam pertama.


"Aku harus merias diri, memakai pakaian yang seksi dan lainnya." Batin Nila.


Nila masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, tak lupa ia memakai berbagai macam wangi-wangian untuk memperharum tubuh nya. Setelah kurang lebih setengah jam berlalu Nila keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang benar-benar seksi.


"Kak bangun, sudah malam." Ucap Nila.


Calvin mulai membuka mata nya, hidungnya langsung dapat mencium aroma harum sangat wangi. Calvin menelan air liur nya secara kasar saat melihat Nila yang berpakaian sangat seksi.


"Rupa nya kamu sudah siap sayang." Calvin menarik tubuh Nila.


"Kak mandi dulu, atau aku tidak mau, kamu bauk." Ancam Nila.


"Baik-baik aku akan mandi." Ucap Calvin.

__ADS_1


Calvin hanya 10 menit berada di dalam kamar Mandi, ia keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan kimono tanpa dalaman.


Calvin mulai naik ke atas tubuh Nila, hidung menelusuri tubuh Nila yang benar-benar wangi.


__ADS_2