
Penyelamatan citra.
Dengan rencana yang matang mereka membagi menjadi beberapa kelompok, kelompok pertama di pimpin oleh devan dan dengan misi penyelamatan citra dan kelompok kedua pimpin oleh stiven dan aldy dengan tujuan menghancurkan siapa dalang di balik semua ini. Dan iqbaal tentu saja sebagai pemimpin pasukan penyelamat jika ada yang terpojok.
"Kita mulai." ucap stiven.
Mereka semua langsung melancarkan tugas mereka masing-masing. Baru saja mereka masuk ke kedalam tempat itu sudah terjadi adu senjata di antara mereka, ternyata kedatangan stiven dan yang lainnya sudah di antisipasi oleh arya terbukti sudah banyak penjaga di tempat itu.
Dengan senyuman yang mengerikan iqbaal yang paling akhli menggunakan senjata dengan muda menjatuhkan satu persatu musuh nya. Ia sangat menikmati setiap butir peluru yang keluar dari senjata nya.
Stiven memerikan kode untuk kelompok nya nya dan kelompok devan masuk kedalam. Urusan di depan di serahkan iqbaal dan pasukannya.
"Bos, pasukan kita terpukul mundur." ucap adrian.
"Sial, kita terlalu meremehkan mereka." ucap arya.
"Kita harus bagaimana bos, sebentar lagi pasti mereka akan masuk." tanya adrian.
"Jalan kan renacana b." perintah arya.
"Baik bos." jawab adrian dan langsung pergi dari ruangan itu.
Stiven dan yang lainnya masih saling unjuk gigi dalam menggunakan senjata, bagi mereka pasukan dari musuh hanya seekor nyamuk yang mudah sekali untuk di bunuh.
Dan benar saja tak butuh waktu lama mereka sampai pusat dari ruangan itu, yang sudah berisi arya dengan pasukan penjaga nya. Aldy yang melihat arya langsung teringat akan seseorang yang pernah ia temui dulu.
"Kenapa, apa kau mengenal nya." tanya stiven.
"Seperti nya begitu, tapi aku belum bisa memastikan nya." jawab aldy.
"Stiven vins dan aldy moonly, selamat datang di tempat kematian kalian." ucap arya.
"Mati, siapa yang akan mati,kami !! itu dalam mimpi mu." ucap deven.
"Deven adiwijaya, sebetulnya aku tidak ada masalah dengan mu. Tetapi betapa terkenal aku nanti ketika berhasil membunuh 3 pemimpin perusahaan besar." ucap arya.
__ADS_1
"Apa orang ini dalam keadaan halu." ujar devan yang kesal.
"Terus pancing dia, aku sedang mengamati ruangan ini." ucap stiven dengan suara yang pelan.
"Jika kau berhasil membunuh ku, akan kuberikan perusahaan ku pada mu." ucap devan.
"Aku tidak menginginkan itu yang ku ingin kan membalas kan dendam kakak dan ayah ku." ucap arya.
"Arya." ucap aldy.
"Waw ternyata ingatan mu cukup kuat." ujar arya.
"Siapa dia al." tanya stiven.
"Apa kau ingat 24 tahun lalu, Masalah yang terjadi di moonly dan vins grup secara bersama. Dan itu ulah Kakak dan ayah nya. Jihan dan anggara." jawab aldy.
"Cewek yang ingin memperk*sa mu dulu." tanya stiven.
"Kenapa hanya bagian itu yang kau ingat, dia adik dari cewek itu." ucap aldy.
"Kau salah mengerti semua itu, mereka lah yang membuat masalah pada Kami." ucap aldy.
"Diam." teriak arya sambil menembakkan satu peluru ke atas.
Sontak membuat stiven dan pasukannya mengarakan senjata mereka ke arya dan begitu juga dengan pasukan arya mereka juga langsung mengarakan senjata nya ke aldy dan yang lainnya.
"Citra." ucap stiven saat melihat citra berada di kursi roda dengan bom yang terikat di tubuh nya.
Vino, andy dan jamal sudah sampai ke tempat itu, mereka datang menggunakan helikopter milik keluarga vins.
"Aku turun." ucap vino.
"Tidak vin, kau tetap di sini." ucap andy.
"Aku harus masuk, istri ku berada di dalam." ucap vino dengan suara yang meninggi.
__ADS_1
Setelah helikopter mendapat di tempat yang cukup luas, vino langsung berlari menuju tempat istri nya di sekap, andy dan jamal hanya bisa menunggu di tempat itu. Mereka bergerak jika ada perintah dari iqbaal.
Iqbaal telah selesai membereskan para penjaga tempat itu, saat ingin masuk iqbaal melihat vino berlari kearah nya.
"Vino, kenapa kau kesini." tanya iqbaal.
"Aku harus menyelamatkan istri ku." ucap vino dengan nafas yang terenga-enga.
"Kau boleh masuk tapi ikuti perintah ku." ucap iqbaal.
"Baiklah, aku akan menuruti mu." ucap vino.
"Pah." ucap citra.
"Tenang tidak ada yang bisa menyakiti mu." ujar stiven.
"Kata siapa, aku bisa membunuh nya sekarang juga." ucap arya.
"Jangan apa-apa kan dia, dia tidak ada hubungannya dengan masalah kita." ucap stiven.
"Aku tidak peduli." ucap arya.
Aldy memberikan kode agar devan mundur dan mencari tempat untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu. Karena pasukan yang di bawah stiven cukup banyak, devan menyelinap dari tubuh mereka agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Berkat pengamatan yang baik, stiven sudah siap untuk melancarkan aksi nya. Vino dan iqbaal berjalan kearah devan, mereka bertiga membagi tugas jika ada masalah yang genting.
"Dor dor dor." beberapa tembakan keluar dari senjata stiven, ia mengarah kan tembak nya kearah lampu gantung yang tepat berada di atas arya.
Lampu gantung itu jatuh dan membuyarkan konsentrasi pasukan arya, karena mendapatkan kesempatan yang baik mereka langsung melancarkan tembakan demi tembakan.
Saat ingin membawa citra pergi dari situ, tangan adrian tertembak yang membuat nya terjatuh di lantai.
Iqbaal mengarakan tembaknya tepat di kaki dan tangan arya, dan dengan beberapa kali tembakan timah panas mendarat di kaki dan tangan arya sehingga ia terjatuh di lantai.
__ADS_1
Jangan lupa mampir up nanti sore ya...