
Takdir cinta yang sesungguhnya...
Keadaan stiven semakin memberuk detak jantung nya menurun secara drastis, membuat mereka semua yang berada di situ panik, tak lama dokter rendy dengan dokter lainnya datang untuk memeriksa keadaan stiven...
"Kita kemana mas..." ucap bella...
"Aku hanya ingin mengenang perjalan cinta kita..." ucap stiven...
Tiba-tiba mereka tiba di suatu pernikahan yang tak lain adalah pernikahan mereka berdua...
"Apa kamu tau kata pertama yang ku ucap saat aku pertama kali melihat mu..." ucap stiven
"Apa mas..." ucap bella...
"Manis.. mungkin aku langsung jatuh cinta saat kali aku melihat mu, tetapi egoku membuat ku lama tersadar..." ucap stiven...
Mereka berdua kembali berpindah tampat, yang tak lain adalah di korea, saat bella dan stiven terpisah...
"Aku sangat takut saat itu, aku begitu takut kehilangan mu..." ucap stiven...
"Aku juga mas, aku begitu takut saat itu, dan betapa beruntungnya diru ku karena masi bisa bertemu dengan mu..." ucap bella...
Kini stiven dan bella berada saat mereka berdua sedang makan pecel ayam bersama di warung kang mamat...
"Aku ingat kamu sangat cemburu dengan kang mamat..." ucap bella...
"Dia sangat dekat dengan mu, aku tidak suka itu..." ucap stiven...
"Iya tapi jangan sampai menghancurkan warung orang juga..." ucap bella sambil tertawa...
Mereka kembali mengelilingi waktu yang mereka berdua lalui bersama sampai tiba mereka berdua di suatu tempat yang begitu indah dan sangat tentram...
"Seperti nya waktu ku akan habis..." ucap stiven...
"Kamu mau kemana mas..." ucap bella...
Kondisi stiven sangat mengkawatirkan sampai tiba alat itu berbunyi yang membuat mereka semua kembali menangis histeris...
"Tit........" alat itu berbunyi pertanda stiven telah meninggalkan mereka semua dari dunia ini...
Kali ini stiven benar-benar pergi untuk selama nya, tidak ada yang menyelamatkan nya lagi karena orang yang menyelamatkan dulu juga sedang mengalami hal yang sama dengannya...
"Stiven... bagun stive..." teriak aldy...
"Stiven bangun..." teriak aldy sambil menggoyangkan tubub stiven...
Tiba-tiba iqbaal terjatuh di lantai orang yang telah hidup bersama nya selama ini telah pergi, orang yang selama ini ia aggap sebagai dewa penolong telah pergi. Iqbaal bangkit dari lantai dan berjakan mendekati stiven...
"Terimakasih telah menjadi dewa penolong ku, aku tidak perna tau apa jadi nya hidup ku jika tidak bertemu diru mu saat itu, terimakasih.. terima..." belum iqbaal menyelesaikan ucappan nya kembali jatuh kelantai...
Ia tidak bisa berkata apa-apa, sudah banyak hal yang di lalui nya bersama stiven dan kini stiven benar-benar meninggal nya...
"Aku harus pergi..." ucap stiven...
__ADS_1
"Aku ikut mas..." ucap bella...
"Tidak, kamu tetap bersama mereka..." ucap stiven...
"Tidak aku ikut dengan mu, bukannya kamu berjanji tidak akan perna meninggal kan ku..." ucap bella...
"Baiklah, sebaiknya kamu berpamitan pada mereka aku akan menunggu mu di sini..." ucap stiven...
"Baiklah tunggu aku disini..." ucap bella...
Kini kondisi bella juga menurun secara drastis, mereka semua kembali panik, dokter rendy kembali memeriksa bella...
"Iklas..." ucap rendy...
"Apa maksud mu..." ucap aldy...
"Kalian harus iklas, bella hanya bertahan karena alat-alat ini..." ucap rendy...
"Jaga ucappan mu..." ucap aldy emosi...
"Apa kalian ingin melihal bella menderita, sadar mereka bukan manusia abadi..." ucap rendy...
"Al iklas..." ucap yasmin...
"Ma.. maksud bunda apa..." ucap aldy gemetar...
"Iklas al, ini bukan dunia yang baik untuk bella..." ucap yasmin sambil menahan tangis nya...
"Kotak..." ucap ariska...
"Viona apa kau membawa kotak yang ku minta tadi..." ucap ariska...
"Ini ka..." ucap viona...
Ariska mengambil kotak itu dan memberikan nya pada aldy...
"Bella menitip kan ini pada ku, dia meminta ku untuk memberikan ini pada stiven tetapi untuk sekarang kamu berhak untuk membuka nya..." ucap ariska...
Aldy mengambil kotak itu dan membuka nya ia mangambil satu kertas yang cukup mencuri perhatian nya...
"Hay, pasti saat ini aku sudah lahiran, bagimana anak ku apa dia mirip dengan ku atau suami ku, ah seperti nya dia akan mirip suami ku. Belakangan ini aku mimpi aneh, aku bermimpi kak aldy menggendong anak bayi kembar dan sangat mirip dengan ku dan mas stiven walapuan lebih banyak ke mas stiven si. Tapi ntah kenapa aku tidak bisa memegang bayi itu, aneh bagi ku sangat aneh. jujur setelah mimpi itu aku takut sangat takut apa itu pertada aku juga tidak tau. Aku hanya ingin berpesan jika terjadi sesuatu hal pada ku dan suami ku, tolong ka jaga anak ku, karena aku percaya kakak, oh iya aku dan mas stiven sudah membuat nama untuk mereka aku suka nama itu, terimakasih suami ku😁..."
Aldy membaca itu sambil menangis semua orang yang berada disitu dan mendengar aldy membaca surat itu semakin tidak bisa menahan kesedihan mereka...
Aldy mengambil dua kertas lagi yang berada di kotak itu yang berisi nama yang telah di siapkan bella dan stiven...
"Vino anada vins dan vira adinda vins..." ucap aldy bibir nya bergetar hebat, sangat sulit bagi nya untuk mengucapkan nama itu...
"Kakak iklas dek..." ucap aldy dengan bibir dan tubuh yang bergemetar...
"Tit.........." Tak lama alat yang mendukung hidup bella berbunyi...
Wajah bella tampak bahagia bibir nya terukir senyuman yang indah, pertanda ia pergi dengan bahagia dan tenang...
__ADS_1
Suasana di kamar itu kembali berduka, tangissan dimana-mana, termasuk bayi kembar mereka yang ikut menangis...
"Aku datang sayang..." ucap bella...
"Apa kamu yakin ingin ikut dengan ku..." ucap stiven...
"Aku yakin sangat yakin..." ucap bella...
"Terimakasih..." ucap stiven...
Mereka Berdua melangkakan kaki berjakan menuju tempat yang tentram dan nyaman. saat ingin memasuki tempat itu, tangan bella dan stiven di tarik oleh dua anak kecil berusia 5 tahun yang sangat mirip dengan mereka berdua...
"Momy.. dedy..." ucap anak laki-laki...
"Kalian mau meninggal kan kami..." ucap anak perempuan...
"Kalian siapa. kenapa. mirip sekali dengan ku..." ucap stiven...
"Vino vira..." ucap bella dan langsung memeluk anak itu, bella dapat memeluk anak itu berbeda dengan sebelumnya...
"Jangan pergi..." ucap vino kecil...
"Kami harus pergi, paman aldy akan menjaga kalian..." ucap bella...
"Tidak, aku tidak mau..." ucap vira kecil menangis...
"Jangan menangis..." ucap stiven memeluk anak itu
"Ayo..." ucap vira dan vina menarik tangan bella dan stiven...
Bella dan stiven mengakuti langka anak kecil itu, sampai mereka tiba di tempat yang sangat gelap dan dingin...
"Kalian masi memiliki tugas, besarkan mereka dan rawat mereka berdua dengan baik..." ucap kakek yang mereka temui di taman...
Bella dan stiven tampak bingung, tiba-tiba ada sinar yang sangat terang yang menimbulkan kesan yang sangat silau...
Viran dan vino berlari kecahaya itu, meninggal bella dan stiven...
"Momy dedy ayo kesini..." teriak vino...
Langkah kaki mereka terasa sangat berat, mereka berdua sama sekali tidak bisa berjalan, bella menggenggam tangan stiven dan stiven pun membalas genggaman itu. satu persatu langka kaki mereka terasa ringan dan sampai la pada cahaya itu...
"Ayo..." ucap vino dan vira...
"Tit.. tit... tit..." alat dari tubuh stiven berbunyi kembali, detak jantung nya perlahan kembali, dokter rendy yang menyadari itu langsung memeriksa stiven...
Perlahan alat yang berada di tubuh bella juga berbunyi kembali dokter yang lainnya juga memeriksa bella...
Tangisan di ruangan itu mendadak berhenti seketika saat mendengar alat itu berbunyi dan benar saja detak jantung bella dan stiven perlahan kembali...
Mereka semua yang berada di situ kembali menangis bahagia, keajaiban yang tak perna terduga...
Note : Sumpah ini alur author buat mendadak, karena respon kalian sangat luar biasa untuk cerita ini, maaf kalau tidak masuk akal karena ini hanya cerita fiktif dan hanyalan saja...
__ADS_1