Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 69


__ADS_3

"Sini lah." Alka merentang tangan nya.


Calvin mendekati Alka dan memeluk nya. Alka sudah menganggap Calvin sebagai adik kandung nya sendiri, dari ia kecil Alka memang menginginkan seorang adik dan mungkin ini lah jawaban dari keinginan nya itu.


"Mereka terlihat sangat dekat, aku tidak menyangka hal itu." Bisik Amanda.


"Iya kak, aku pun seperti itu mereka benar-benar sangat dekat. Aku sampai baper dengan kedekatan mereka."


"Kau benar-benar tidak papa." Tanya Calvin.


"Iya aku tidak papa, hanya luka sedikit dan terkena tembakan di bahu ku."


"Aku menyesal pulang lebih dahulu dari mu, seharusnya kita bersama." Ucap Calvin.


"Jika kita bersama kau akan mati, mobil ku hancur. Sudah tidak ada yang perlu kau sesali." Alka mengusap rambut Calvin.


"Kau tau, kau sudah seperti adik kandung ku, terus lah manja seperti ini aku sangat senang memiliki adik yang manja."


"Kau menganggap ku sebagai adik mu." Tanya Calvin.

__ADS_1


"Iya kenapa kau tidak suka, aku sangat ingin mempunyai adik."


"Aku suka, aku juga menganggap mu sebagai abang ku." Kata Calvin.


Sementara itu Andy, Vino dan Aska sedang berkumpul untuk membahas penyerangan terhadap Alka. Mereka masih belum tau dengan jelas siapa yang di incar Calvin atau Alka.


"Sepengetahuan ku Monnly grup sedang tidak bermasalah dengan siapapun sejak lama, seperti nya mereka salah sasaran." Ucap Andy.


"Kau lupa, Alka menantu keluarga Vins, dan kau tau sendiri bagaimana sistem ayah ku memerintah Vins grup, berani bersenggolan dengan Vins grup dia akan hancur. Walaupun aku CEO Vins grup tapi tetap saja ayah ku sebagai bayangan ku.


"Iya juga vin, tapi menurut ku Andy benar, aku rasa mereka mengincar Calvin. Alka memang menantu Vins grup tapi semua media juga tau jika Amanda anak kandung ku dan otomatis Alka lebih condong ke menantu ku. Lagi pula jika ingin mengincar Vins grup kenapa mereka tidak mengincar anak-anak mu, Alka bilang juga jika ia merasa di ikuti dari Efron grup karena mereka tau jika Calvin bekerja bersama Alka." Ujar Aska.


"Ah itu juga benar, jika ada Daddy dan paman Aldy pasti semua ini pasti cepat selesai. Kenapa mereka lama sekali di Eropa." Ucap Vino.


"Sudah untuk sekarang kita perketat keamanan, Calvin dan Alka tidak boleh keluar sampai semuanya jelas." Ujar Andy.


"Calvin dengarkan aku, kau sudah cukup dewasa berapa usia mu." Tanya Alka.


"Dua puluh satu." Jawab Calvin.

__ADS_1


"Kita beda 4 tahun, kau sudah dua puluh satu tahun jangan seperti anak kecil lagi. Jangan mudah menangis kau sebentar lagi memiliki anak jika anak mu tau kau cengeng seperti ini bagaimana. Nanti saat anak mu nangis dan kau ikut nangis kasihan istri mu." Ucap Alka.


"Tapi sedari dulu aku seperti ini, aku tidak tau kenapa hati ku mudah tersentuh apalagi saat orang terdekat ku terkena masalah." Kata Calvin.


"Haduh susah sekali kalau seperti ini, sudah kalau ada yang membuat mu sedih cerita pada ku dan temui aku."


"Siap Alka." Ucap Calvin.


"Sudah sana kau menganggu ku bersama istri ku." Kata Alka.


"Hehehe maaf, ya sudah aku pergi dulu. Nanti aku akan membawa kan mu makanan." Calvin pergi meninggalkan Alka.


Amanda yang tau jika Calvin sudah keluar kamar nya, kembali masuk ke dalam kamar menemui Alka suami nya.


"Sayang siapa wanita yang kamu bawa tadi." Tanya Amanda.


"Dia aku tabrak tadi, karena aku tidak konsen dan tangan ku tidak bisa mengendalikan mobil dengan baik." Jawab Alka.


"Bagaimana keadaan nya sayang, jika dia cacat atau mati aku sangat merasa bersalah." Tanya Alka.

__ADS_1


"Tidak sayang dia baik-baik saja." Jawab Amanda


__ADS_2