Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 21


__ADS_3

Kepulangan mendadak...


Setelah makan mereka memutuskan untuk kembali ko hotel, di dalam hotel bella menyusun barang-barang yang mereka beli tadi, Terlihat stiven sedang menerimah telpon dari kantornya..


"Kita pulang sekarang..." ucap stiven...


"Lo... bukan besok tuan..." ucap bella...


"Ada masalah kantor dan saya harus segera mengatasi nya..." ucap stiven...


"Siapkan semua barang-barang kita, 20 menit lagi kita berangkat naik jet pribadi..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap bella dan segera mengemasi barang-barang mereka...


Setelah semua di rasa sudah siap mereka pergi meninggalkan hotel dan langsung menuju bandara, sesampai di bandara mereka langsung menuju pesawat jet yang sudah menunggu mereka, tak lama pesawat lepas landas dari bandara tersebut...


"Tuan... saya takut..." ucap bella...


Tanpa menjawab stiven menggenggam tangan bella memberi rasa aman untuk nya...


"Sekarang kamu istirahat nanti kalau sudah mau sampai saya bangun kan..." ucap stiven..


"Baik tuan..." ucap bella...


Bella pun tertidur dengan masi memegang tangan stiven, Penerbangan korea menuju indonesia memerlukan waktu kurang lebih 7 jam, di dalam perjalanan mereka hanya tertidur pulas...


Waktu menunjukan pukul 7 malam, 15 menit lagi pesawat akan mendarat, stiven membangunkan bell yang sedang tertidur...


"Bell...bell bangun sebentar lagi sampai..." ucap stiven...


Bella pun terbangun dari tidur nya, Tak lama pesawat yang mereka naiki mendarat, Stiven dan bella langsung menuju mobil yang sudah menunggu mereka...


"Sekarang kamu pulang kerumah, aku langsung kekantor..." ucap stiven dan langsung pergi menuju kantor nya...


"Mari saya bantu nona..." ucap pak jamal supir pribadi keluaraga stiven...


"Iya pak..." ucap bella...


Mereka langsung menuju rumah stiven, sesampai nya dirumah. bella meminta pak jamal untuk membantu nya membawa kan koper dan barang yang ia beli di korea...


"Malam mah... pah..." ucap bella....


Indah dan wijaya melihat kedatangan bella pun kaget...


"Lo bell... ko sudah pulang, bukan besok kalian pulang nya..." ucap indah...


"Dipercepat mah, kata mas ada urusan kantor penting..." ucap bella...


"Yasudah bell, sini kamu duduk pasti kamu capek kan..." ucap wijaya...


"Enggak si pah... orang bella di perjalanan tidur terus..." ucap bella...


"Gimana udah proses buat cucu belum untuk mamah..." ucap indah menggoda bella...

__ADS_1


Bella yang mendengar nya hanya tertunduk, ada kesedihan di raut wajah nya, Indah dan wijaya yang melihat perubahan wajah bella langsung merubah topik pembicaraan...


"Mamah di bawain oleh-oleh gak ni..." ucap indah...


"Ada mah, bella beliin mamah beberapa kain..." ucap bella sambil memberi paper bag yang berisi kain...


"Wah terimakasih sayang..." ucap indah...


"Mamah suka enggak..." ucap bella...


"Suka dong bell, mamah suka semua pemberian bella..." ucap indah....


"Cuma mamah yang di belikan bell..." ucap wijaya...


"Papa juga ko, tapi bella gak tau apa isi nya, mas stiven yang memilih nya..." ucap bella dan memberikan paper bag...


Wijaya menerima paper beg tersebut dan melihat nya, ia tersenyum geli melihat isi paper bag tersebut...


"Dasar kamu stive..." ucap wijaya sambil tertawa...


"Apa isi nya pah..." ucap indah...


"Tidak mah ini urusan laki-laki..." ucap wijaya...


"Yasudah bell... kamu kekamar gih, minta bantuan yudha untuk bawah koper mu..." ucap indah...


"Yudha..." teriak wijaya...


"Iya tuan..." ucap yudha yang berlari menuju mereka...


"Baik tuan..." ucap yudha...


"Mah.. pah.. bella kekamar dulu..." ucap bella...


"Iya sayang..." ucap indah...


Bella dan yudha pergi menuju kamar, sedangkan indah dan wijaya merencanakan suatu hal...


"Mamah yakin..." ucap wijaya...


"Yakin pah, stiven pasti belum perna menyentu bella sedikit pun..." ucap indah...


"Ya sudah.. kalau mamah yakin, papah ngikut saja..." ucap wijaya...


Sementara itu di kantor vins grub stiven sudah berada di depan orang yang membuat masalah di kantor nya, berkat kecerdasan nya stiven tidak perlu butuh waktu lama untuk menangkap pelaku tersebut...


"Ampun tuan... saya mohon ampun..." ucap pelaku tersebut...


"Ampun anda bilang, gak ada ampun buat orang kayak anda, ball asingkan dia di tempat yang seharusnya dan sita semua aset nya..." ucap stiven dan pergi dari tempat itu...


"Baik tuan..." ucap iqbaal dan membawa pelaku itu pergi...


Stiven yang sudah menyelesaikan tugas nya berniat kembali kerumah nya, ia masi menunggu iqbaal di ruangannya, tak lama iqbaal pun datang...

__ADS_1


"Sudah saya bereskan tuan..." ucap iqbaal...


"Bagus... sekarang kita pulang..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap iqbaal...


Iqbaal dan stiven pergi meninggalkan kantor vins grub menuju kediaman stiven, 20 menit berlalu stivem sampai di rumah nya...


Sesampai nya di rumah stiven langsung ingin masuk kedalam kamar nya tetapi ia di panggil oleh orang tuannya...


"Stive..." ucap indah...


"Iyah mah..." ucap stiven...


"Besok siang kamu jemput adik mu ya, sekalian ajak bella..." ucap indah...


"Tapi mah besok stive kan harus kekantor, biar yudha aja yang jemput mah..." ucap stiven...


"Gak ada kata tapi stive..." ucap wijaya...


"Iya pah, besok stive jemput, sekarang stive mau kekamar dulu..." ucap stiven dan pergi meninggalkan indah dan wijaya...


Didalam kamar tampak bella sedang menonton drakor kesayangannyan, ia tidak sadar kalau stiven sudah masuk kedalam kamar...


"Kalau di perhatikan suami ku lebih tampan dari oppa itu, dia tinggi, hidung nya mancung, badan nya berotot dan bibir nya begitu seksi..." ucap bella sambil tertawah..


"Ehemmmm....." ucap stiven...


Bella yang mendengar suara stiven langsung membalik badannya...


"Tu... tuan sejak kapan anda berada di situ..." ucap bella...


"Sejak tadi..." ucap stiven...


"Apa dia mendengar ucappan ku tadi, bisa mati aku jika dia mendengar nya..." batin bella...


"Siapkan air hangat aku ingin mandi..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap bella dan beranjak masuk kedalam kamar mandi untuk menyiapkan air hangat...


"Sudah tuan..." ucap bella...


Stiven masuk kedalam kamar mandi sedangkan bella menyiapkan keperluan suami nya, setelah selesai bella kembali ke sofa untuk tidur...


"Betapa bodoh nya aku, kenapa aku sembarangan berbicara seperti itu, lebih baik sekarang aku tidur untuk menghindari nya..." ucap bella...


Bella menarik selimut nya dan ia mulai tertidur sedangak stiven yang sudah selesai mandi dan memakai pakainnya langsung menuju kasur nya, stiven masi memikirkan ucappan bella yang tak sengaja ia dengar..


"Dasar perempuan mesum, bisa-bisa nya dia berkata seperti itu, tetapi kenapa aku senang dia berbicara seperti itu, ah... mungkin fikiran ku sedang kacau..." batin stiven...


Terimakasih sudah mampir jangan lupa like comen dan vote ya...


Maaf ada typo...

__ADS_1


Sedang proses refisi jadi maaf kalau cerita nya kurang nyambung...


Semoga terhibur...😁


__ADS_2