Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 91


__ADS_3

Terikat janji part 2...


"Al tenang la, tidak ada guna kau seperti ini, ini semua sudah takdir..." ucap stiven...


Perlahan aldy pun mulai tenang, ia bingung kenapa ia bisa semarah ini, ia mencoba berfikir positif, mungkin hanya sebantas ikatan janji itu yang dia fikirkan...


Tak lama jenaza kakek keluar dari ruang operasi, ariska yang melihat itu langsung berdiri dan memeluk kakek nya sambil menagia histeris...


"Kakek... bangun kek..." ucap ariska sambil memeluk kakek nya....


"Ris tenang la, kakek sudah tenang disana dia sudah tidak merasakan sakit lagi..." ucap bella yang berusaha menenang kan ariska, padahal hati nya juga begitu hancur karena dia perna berada di posisi itu...


"Maaf, kami akan membawa nya..." ucap salah satu suster....


Arsika pun kembali terjatuh di lantai menatap kepergian kakek nya yang selama ini merawat nya, tampak bella sudah tidak bisa menahan kesedihan nya lagi, ia pun ikut terjatuh di lantai stiven yang melihat itu langsung memeluk bella...


"Sekarang aku udah enggak punya siapa-siapa, apa yang harus kulakuakan, apa aku harus ikut kakek bunda dan juga ayah pergi..." ucap ariska masi dengan tangis nya...


Aldy perlahan mendekati ariska dan memeluk nya dengan erat, hati nya begitu terguncang saat melihat ini semua...


"Tenang la..." ucap aldy sambil memeluk ariska...


"Lepas, lepaskan aku..." ucap ariska berusaha melepaskan pelukan aldy...


Aldy tidak melepasnya pelukannya, ia malah mempererat pelukanya, ntah apa yang sedang di fikirkannya...


"Lepas, aku mau menyusul mereka..." ucap ariska sambil mendorong aldy dengan kuat, sontak membuat aldy terjungkal kebelakang...


Ariska yang melihat itu langsung berlari secepat mungkin, ia berlari tanpa tujuan, Aldy yang melihat ariska berlari langsung mengejarnya dengan cepat, begitu juga dengan bella dan stiven mereka juga ikut Mengerjarnya...


Arsika keluar dari rumah sakit, ia melihat mobil yang berlalu lalang, ia berniat untuk menabrak kan diri nya pada mobil itu...


"Kakek, bunda, ayah ariska ikut kalian..." ucap ariska dan kembali berlari mendekati jalan raya...


Aldy yang melihat ariska berlari kejalan raya, langsung mempercepat langka nya, aldy pun menarik tangan ariska dan langsung mendekap nya di perlukan nya...


"Jangan bahaya kan diri mu..." ucap aldy...


"Lepas, kenapa kau menyelamatkan ku..." ucap ariska sambil menangis di dekapan aldy...


Aldy tidak menjawab pertanyaan dari ariska, ia hanya terus memeluk ariska dengan erat nya, bella dan stiven yang melihat kejadian itu sangat legah, karena aldy berhasil menyelamatkan ariska...


"Aku sudah tidak punya siapa-siapa, lebih baik aku mati..." ucap ariska...

__ADS_1


"Kau masi punya aku..." ucap aldy dengan suara serak nya...


Ariska yang mendengar itu tak kuasa menehan tangis nya, ntah sedih atau bahagia dia bingung dengan perasaan nya, tiba-tiba kepalah nya terasa sangat pusing dan ia pun pingsan di dalam dekapan aldy...


Aldy yang menyadari itu berusaha membangun nya, tapi ariska tetap juga tidak bangun, ia menggendong ariska masuk kedalam rumah sakit dengan raut wajah yang sangat khawatir...


"Hey, gadis ceroba bangun..." ucap aldy yang sendari tadi setia menunggu ariska bangun dari pingsan nya...


"Ka, jenaza kakek akan di kirim kemana, kerumah ariska atau rumah kita..." ucap bella...


"Sebaik nya rumah kita, dia bilang hanya hidup dengan kakek nya, pasti tidak ada yang memeperisapkan pekamannya..." ucap aldy...


"Bagimana mas, apa kamu setuju..." ucap bella...


"Aku ikut yang terbaik sayang...'' ucap stiven...


"Baiklah, aku akan hubungi bunda untuk memperisapkan semua nya..." ucap bella...


Tak lama ariska tersadar dari pingsan nya, aldy yang menyadari itu langsung memeriksa keadaan ariska...


"Kamu sudah sadar..." ucap aldy sambil mengusap dahi ariska...


"Lepas...." ucapa arisak menyingkirkan tangan aldy...


"Kakek mana bell..." ucap ariska...


"Kakek sedang menuju kerumah kita, sekarang lebih baik kita menyusul nya..." ucap bella...


"Aku gak sanggup bell..." ucap ariska kembali menitih kan air mata nya...


"Kamu harus kuat ris, sebaik nya kita cepat pulang..." ucap bella....


Tanpa aba-aba aldy menggendong tubuh ariska dan membawa nya keluar dari ruangan itu...


"Apa-apaan si..." ucap ariska dan memukul dada bidang milik aldy...


"Diam, atau kamu akan jatuh..." ucap aldy katus...


Ariska pun langsung memepererat peganganya pada pundak aldy, bella dan stiven yang melihat itu hanya bisa mengikuti aldy dari belakang...


Sesampai nya di mobil aldy langsung melajukan mobil nya menujuh rumah stiven...


"Mau kemana kita..." ucap ariska...

__ADS_1


"Jenaza kakek di bawah kerumah kami ris, agar lebih mudah mengurus nya..." ucap bella...


Ariska hanya terdiam fikirannya melayang ntah kemana, sesampai nya di kediaman stiven tampak sudah banyak orang datang untuk membantu proses pemakaman...


Ariska turun dari mobil di dampingi bella di samping nya, mereka perlahan masuk kedalam rumah, ariska yang melihat tubuh kakek nya yang telah terbujur kaku kembali menangis histeris...


"Kakek..." ucap ariska dan berlari memeluk kakek nya yang terbujur kaku...


Suasana hari ini di rumah stiven tampak sangat haru, mereka tidak bisa menahan kesedihan walaupun mereka tidak mengenal kakek dan ariska...


Pemakaman jenaza kakek di laksanakan hari itu juga, jenaza di bawak ke pemakaman menggunakan mobil ambulans, semua menagis saat perlahan jenaza di masukkan ke liang lahat dan di timbun oleh tanah...


Kaki ariska terasa lemas dan tarjatuh di samping kuburan kakek nya, ia terus menagis sambil memeluk kuburan kakek nya...


"Ris, pulang yuk, enggak baik lama-lama disini..." ucap bella...


Ariska dan yang lainnya pun langsung kembali kerumah stiven, sesampai nya di rumah ariska langsung menuju kamar yang telah di siapkan keluarga bella untuk ia beristirahat...


"Istirahat dulu gih, kamu pasti lelah..." ucap bella...


"Makasi bell..." ucap ariksa...


"Aku keluar ya..." ucap bella dan pergi meninggalkan ariska...


Tak lama aldy masuk kedalam kamar ariska untuk mengecek keadaan nya, aldy melihat ariska tenga terlelap dengan tidur nya, perlahan ia medekati ariska dengan mengusap dahi nya....


Saat ingin keluar tiba-tiba tangan nya di tarik ariska, aldy pun langsung mengentikan langka nya dan membalik badan nya...


"Temani aku..." ucap ariska dengan tatapan yang sembab...


Tanpa berfikir panjang aldy naik keatas kasur dan berbaring di samping tubuh ariska, ariska yang melihat itu langsung memeluk nya....


"Terimakasih..." ucap ariska dan kembali tertidur....


Aldy mengusap dahi milik ariska secara perlahan memberikan rasa aman dan nyaman untuk nya, dia masi bingung dengan perasaan dan fikiran nya, yang ada di fikiran nya hanya memberikan rasa aman pada ariska...


Tak lama ia juga telelap dengan tidur nya sambil memeluk tubuh ariska...


Segitu dulu ya...


Tumben pagi-pagi up karena ada waktu luang, thor ntar sore up enggak, kalau ada waktu pasti up, ko pelit kali thor up nya, author cuma bisa mikir segitu doang, udah mentok, hehehehe... 😁


Author enggak minta vote sama kalian karena author kagak bisa mengikuti kemaun kalian, yang penting kita bahagia aja ya kan... 😁😂

__ADS_1


__ADS_2