
Kehidupan Marvin benar-benar di buat hancur oleh Abraham. Ia merusak Marvin sedari Marvin menginjak usia remaja, itu ia lakukan demi dapat membalas kan dendam nya pada keluarga Vins yang sangat ia benci.
Kegilaan Marvin dalam berhubungan dengan wanita tentu saja perbuatan dari nya, dan saat ini Abraham yakin Marvin sedang gelisah karena sudah lama tidak bermain dengan seorang wanita.
"Marvin, kau kemana. Saat ini kau yang aku butuhkan." Ucap Abraham.
Sementara itu Marvin benar-benar pindah dari kamar nya ke kamar Nathan. Dan mereka berdua sama-sama diam karena merasa sangat canggung, perselisihan di antara mereka berdua membuat hubungan mereka berdua semakin canggung.
"Kau, kapan kau pergi dari rumah ini." Tanya Nathan.
"Aku tidak tau, aku juga ingin pergi, tapi ayah dan bunda mu tidak memperbolehkan ku, bagaimana aku bisa pergi." Jawab Marvin.
"Dan kenapa kamar mu berantakan sekali, aku tidak bisa berada di tempat yang berantakan seperti ini." Ucap Marvin.
"Ini kamar laki-laki dan ini normal, jadi jangan banyak protes." Kata Nathan.
Yang di katakan Abraham memang benar apa ada nya, Marvin sudah tampak cemas dan gelisah, ia sangat menginginkan seorang wanita saat ini, tapi diri nya sana tidak bisa keluar dari rumah ini bagaimana dia bisa mendapatkan seorang wanita.
Marvin bangkit dari atas sofa berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Ia terpaksa melepaskan semua nya dengan berolahraga lima jari. Sedangkan Nathan memilih untuk tidur mengistirahatkan pikiran nya sebelum diri nya kembali ke Korea untuk melanjutkan pendidikan nya.
__ADS_1
Setelah kurang lebih 1 jam berada di dalam kamar mandi, Marvin keluar dari kamar mandi. Ia berjalan berkeliling kamar Nathan yang sangat besar sambil merapihkan barang-barang yang sangat berantakan.
"Sayang sudah cukup, ampun aku tidak akan memandangi Marvin lagi." Ucap Nila yang mendapatkan hukuman dari Calvin.
"Tidak ada, satu ronde lagi." Kata Calvin.
Setelah semua nya selesai, Calvin memeluk Nilai dengan erat, ia benar-benar merasa puas atas servis yang Nila berikan pada nya.
"Sayang aku merasa ada yang aneh dengan Marvin." Ucap Nila.
"Ada apa lagi, kamu belum cukup mendapatkan hukuman dari ku." Tanya Calvin.
"Sudah itu hanya perasaan mu saja, tidak ada seperti itu sayang." Kata Calvin.
Calvin memeluk Nila dan tak lama ia tertidur karena merasa kelelahan.
Sore hari nya Nathan dan Marvin masih tidur di atas ranjang yang sama, setelah berkemas tadi Marvin yang kelelahan ikut tidur bersama dengan Nathan.
Tak lama karena merasa ada yang memeluk nya Nathan terbangun dari tidur nya, ia melihat wajah Marvin yang tengah terlelap tidur. "Dia cukup mirip dengan ku, sifat nya juga sama dengan ku." Ucap Nathan.
__ADS_1
"Apa dia benar-benar saudara kembar ku, tapi aku tidak mau memiliki saudara kembar lagi, aku yang satu-satu nya, dia tidak boleh merebut semua dari ku." Batin Nathan.
Nathan menyingkirkan tangan Marvin dari atas tubuh nya dan langsung bangkit dari atas kasur untuk membersihkan diri.
"Sial dimana sabun ku, ah dia menghabiskan nya." Ucap Nathan.
"Sayang bagaimana hasil nya." Tanya Citra.
"Sabar sayang kita baru mengirim nya hari ini, mereka sedang bekerja keras dan akan mengatakan nya jika sudah ada hasil nya." Jawab Vino.
"Apa dugaan mu itu ada landasan yang kuat Vino." Tanya Bella.
"Ada mom, aku dan Citra merasakan ikatan yang sangat kuat dengan nya, bahkan Marvin yang kasar dan galak pada ku bisa sangat lembut pada Citra. Seperti aku dengan daddy dulu yang tidak pernah akur dan ketika bersama mommy aku sangat berbeda." Jawab Vino.
"Semoga saja yang kau katakan itu benar, jika memang dia anak mu, kita harus menuntut tuntas masalah ini." Kata Stiven.
"Iya dad, aku juga akan membiarkan masalah ini begitu saja." Ucap Vino.
"Marvin bangun ini sudah sore." Nathan menggoyang tubuh Marvin, ia sangat senang kamar nya sangat rapi dan ia yakin itu karena perbuat Marvin.
__ADS_1
"Hmmm, jangan ganggu aku atau kau akan mati." Ucap Marvin yang masih memejamkan mata nya.