
"Sayang malam ini kita menginap di rumah ayah ku," ucap Calvin.
"Ayah mu yang mana," tanya Sisil.
"Ayah kandung ku, dia marah karena tidak aku beri kabar saat aku menikah dengan mu, mungkin saja saat kita menginap di sana, ayah tidak akan marah lagi," jawab Calvin.
"Ow iya tidak papa, berapa hari kita akan menginap," tanya Sisil.
"Mungkin dua hari, kamu bersiap-siap ya, aku ambil Marcel dulu dari Alka."
Calvin langsung berjalan menuju kamar Alka, ia memang sangat sering meniti menitipkan anak nya pada Alka dan Amanda, lagi pula jika bersama mereka berdua Marcel memiliki teman yaitu William anak dari Alka dan Amanda.
"Terima kasih Alka Amanda," ucap Calvin.
"Mau di bawa ke mana anak mu," tanya Alka.
"Ke tempat kakek nya," jawab Calvin.
"Ayah kandung mu, kau tidak takut membawa anai mu ke sana."
__ADS_1
"Sedikit takut di sana ada wanita ular yang Mengejar-ngejar aku," kata Calvin.
"Siapa wanita itu," tanya Amanda.
"Kalian lupa Rebecca yang mengaku hamil anak ku," jawab Calvin.
"Ya ya ya kami ingat, Hati-hati saja," ucap Alka.
"Aku selalu berhati-hati pada nya, tapi aku sedikit tenang dia sudah menikah," kata Calvin.
Setelah selesai bersiap-siap mereka berdua langsung berangkat ke rumah Erwin. Di sana Piter sudah memberitahu keluarga nya jika Calvin akan datang dan menginap.
Wajah Rebecca saat senang mendengar kedatangan Calvin. Tetapi kesenangan itu langsung hilang ketika ia ingat jika malam ini jatah suami nya menginap di sini juga.
"Sayang, malam ini jatah ku kan," bisik Ari.
"Aku lelah mas, aku sedang hamil, kenapa kau selalu meminta nya pada ku. Istri tua mu kan ada."
"Tidak enak, aku hanya ingin dengan mu, tenang aku akan melakukan nya dengan perlahan. Jangan takut akan hal itu."
__ADS_1
Jika sudah melakukan nya mereka berdua seperti hilang kendali. Rebecca yang sebenarnya sangat suka dengan pria akan lupa jika diri nya sedang hamil jika Ari sudah menjalani tubuh nya. Malam ini Calvin dan Sisil aman karena Rebecca sudah ada pawang nya.
Sesampainya di rumah itu, Calvin langsung di sambut oleh Elisabeth dan Piter, sedangkan Erwin masih marah pada nya.
"Keponakan Paman tampan sekali," ucap Piter sambil mengambil Marcel dari tangan Sisil.
"Jangan sampai menangis, dan jaga dengan baik Piter. Aku akan mengantar istri ku ke dalam kamar dulu,"
Di lantai dua mata Calvin dan Sisil langsung saling menatap saat mendengar suara yang sangat tidak asing menurut mereka.
Mereka berdua berusaha tidak memperdulikan suara itu sampai tiba mereka masuk ke dalam kamar.
"Pasti wanita ular itu," ucap Calvin.
"Siapa sayang," tanya Sisil.
"Nama nya Rebecca, dia sangat suka dengan ku dan dia selalu mengejar-ngejar ku, dia juga pernah memfitnah aku," jawab Calvin.
"Apa sekarang dia masih suka dengan mu," tanya Sisil.
__ADS_1
"Seperti nya iya, dia masih suka dengan ku, aku rasa dia masih mengejar-ngejar aku dan ingin mendapatkan ku. Jika aku pria gila aku sudah memanfaatkan nya untuk memuaskan ***** ku, Tapi aku bukan pria seperti itu, kamu saja sudah sangat cukup untuk ku," jawab Calvin.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu merebutnya suami ku, walaupun pernikahan ini hanya rencana belaka tetap saja aku tidak akan membiarkan wanita itu dekat-dekat dengan suami ku. Hey ular jangan bermain-main dengan ku," batin Sisil dengan tangan nya mengepal.