Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 171 S2


__ADS_3

Ikatan batin.


Citra dan putri saling tatap menatap, mereka berdua saling menatap cukup lama seperti ada ikatan batin yang terjalin di antara mereka berdua. Vino dan yang lainnya diam seketika saat melihat itu, mereka bingung dengan tatapan citra ke putri dan putri ke citra seperti bukan tatapan biasa.


"Be." ucap vino yang membuyarkan semuanya.


"Iya ada apa." ucap citra sambil menoleh kearah vino.


"Apa kalian berdua saling mengenal." tanya vino.


"Tidak." jawab citra.


Putri dan jamal berjalan mendekati vino dan citra, jantung citra dan putri berdetak lebih cepat dari biasa nya. Mereka berdua merasakan hal aneh yang ada di dalam tubuh mereka.


"Putri." ucap citra.


"Iya ada apa." jawab putri.


"Terimakasih, telah mendonorkan dara untuk ku." ucap citra.


"Sama-sama, aku senang bisa membantu mu." jawab putri.


"Kenapa dara kita bisa sama, padahal papah ku bilang dara ku termasuk sulit di temukan." ucap citra.


"Sama seperti yang ku fikirkan." ucap putri.


"Apa jangan-jangan kalian berdua saudara." ujar andy.


"Saudara tidak mungkin." ucap putri dan citra.


"Apa kau punya tanda lahir citra." tanya caitlin.


"Ada di lengan atas nya." jawab vino.


"Vin, caitlin bertanya pada citra bukan pada mu." ucap andy.


"Aku yang mewakili, barusan tadi aku melihat nya." ucap vino.


"Be." ucap citra sambil menatap vino dengan tatapan membunuh.


"Di lengan." tanya putri.


"Iya." jawab citra sambil menunjuk kannya.


"Kenapa bisa seperti ini." ucap putri dan juga menunjukkan lengan nya yang juga terdapat tanda lahir persis sama dengan citra.


"Aku curiga, benar-benar kalian kakak adik atau kembar." ucap jamal.


"Vin, apa kau dan vira juga mememiliki tanda lahir." tanya andy.


"Iya, kami sama-sama memiliki tanda lahir di punggung." jawab vino.


"Kami tidak mungkin saudara atau kembar." ucap citra.

__ADS_1


"Iya mungkin hanya kebetulan." ucap putri.


"Jika tidak di selidiki akan membuat kita penasaran. Besok setelah acara pernikahan nya andy kalian berdua harus tes dna." ucap jamal.


"Aku setuju, firasat ku mengatakan ada hal besar di antara kalian berdua." ucap andy.


"Be." tanya citra.


"Kenapa tidak, dari pada membuat kita penasaran." ucap vino.


Mereka semua duduk di bawah sinar bulan sambil menyantap bebetapa cemilan dan makannya lainnya, aura kebahagiaan terpencar di wajah mereka semua.


"Kita main turth or dare." ucap jamal.


"Tidak buruk, kita main sekarang." ucap andy mengambil botol minuman untuk di putar di tengah mereka.


Andy memutar botol itu dan berhenti tepat di hadapan caitlin.


"Hmmm dare." ucap caitlin.


"Cium andy dengan agresif." ucap vino.


"Ha." ucap andy.


Tanpa aba-aba caitlin menarik leher andy dan mencium nya secara agresif, andy yang mendapat kan serangan secara tiba-tiba hanya bisa menikmati setiap serangan dari caitlin.


Nafas mereka berdua terenga-enga seperti habis selesai berlari maraton. Vino tersenyum puas saat melihat itu.


Jamal kembali memutar botol itu dan botol itu berhenti di depan vino.


"Turth." ucap vino.


"Bagian favorit mu di tubuh citra." tanya andy.


"Semua laki-kaki menyukai nya, bagian bawah dan atas." jawab vino.


"Benar vin, aku sangat menyukai kedua bagian itu, ingin rasa nya setiap saat menyentuh dan merasakan nya." ucap jamal.


"Sial aku menanyakan hal yang salah." batin andy.


Vino kembali memutar botol itu dan botol itu berhenti tepat di depan tubuh andy.


"Turth." ucap andy.


"Apa kau sudah melakukan itu pada caitlin." tanya jamal.


"Belum, kami akan melakukan nya besok." jawab andy.


"Selamat menikmati, aku dan citra harus pulang ada misi yang harus ku selesai kan." ucap vino.


"Misi." tanya jamal.


Vino berjalan mendekati jamal dan membisikan sesuatu pada jamal.

__ADS_1


"Apa kau tidak ingin segara mempunyai anak, ayo pulang terbar benih mu." bisik vino.


"Ayo be kita pulang." ucap vino.


Citra hanya bisa menganggukan kepalah nya seperti nya malam ini, malam yang sangat melelahkan bagi nya.


"Aku juga harus pulang." ucap jamal.


"Ada apa dengan kalian berdua." tanya andy kesal.


"Nikmati waktu berdua kalian, tapi ingat jangan sampai bobol." ucap jamal.


Kini hanya tinggal andy dan citra berdua yang berada di tempat itu, caitlin memeluk andy dengan erat rasa dingin angin malam membuat pelukan nya semakin erat.


"Masuk yuk dingin." ucap andy.


"Gendong." ucap caitlin.


Andy menggendong caitlin masuk kedalam rumah nya, bukannya membawa nya keruang keluarga. Andy malam membawa caitlin masuk kedalam kamar nya.


"Sayang, kenapa kedalam kamar." tanya caitlin.


"Temani aku tidur." jawab andy.


"Hanya tidur kan." tanya caitlin.


"Kalau lebih berarti aku khilaf." jawab andy.


Andy meletakan tubuh caitlin di atas kasur dan memeluk nya dengan sangat erat. Begitu juga dengan caitlin ia memeluk andy dengan erat. Andy menghujani wajah caitlin dengan ciuman nya.


"Sayang." ucap caitlin kesal.


Ciuman itu turun keleher dan meninggal kan bekas bercak merah.


"Sayang hentikan atau aku akan pulang." ancam caitlin.


"Ini stempel kepemilikan ku." ucap andy.


"Aku juga ingin meninggalkan bekas juga di tubuh mu." ucap caitlin.


Caitlin menarik naik baju andy hingga terlihat dada bidang nya. Caitlin mencium dada bidang andy sampai menimbulkan bekas merah.


"Ahhh." desah andy.


"Satu sama." ucap curling sambil menutup baju andy.


"Sekarang kita tidur, sebelum aku memakan mu." ucap andy.


Mereka berdua tidur dengan saling berpelukan, ingin rasa nya andy mencabik-cabik caitlin malam ini juga, tetapi ia memilih menahan nya untuk menghargai caitlin.


Berbeda dengan andy. Vino dan jamal sedang melakukan olahraga malam, mereka melakukan nya sampai benar-benar puas dan lelah. Ntah keberuntungan atau musiba bagi citra dan putri yang mendapat kan suami dengan nafsu tinggi.


__ADS_1


__ADS_2