
Amanda membuka mata nya, tidur nya malam ini benar-benar sangat nyenyak. Hari ini Amanda hari pertama Amanda magang di suatu perusahaan besar. Banyak perusahaan yang menawarkan untuk Amanda magang di sana, karena mungkin status Amanda sebagai salat satu anggota keluarga Vins. Amanda magang di Moonly grup, ia memilih Moonly grup karena Moonly bergerak di pidang parawisata dunia sama dengan perusahaan papah nya Aska.
"Kenapa harus aku yang membimbing gadis bodoh itu." Ucap Alka yang memang tidak pernah suka dengan Amanda.
"Alka, dia saudara mu, jaga bicara mu. Jika Vino tau kau menghina nya bisa habis kau di buat nya." Kata Andy.
"Kak, aku tidak suka dengan nya, aku juga heran kenapa kak Vino mengangkat gadis bodoh itu sebagai anak nya."
"Sudah jangan banyak bicara, bimbing dia sebaik mungkin, jangan sampai dia mengadu pada Vino dan Aska yang tidak-tidak, yang kena aku bukan diri mu." Ucap Andy.
"Terserah, kau memang tidak pernah mengerti diri ku." Alka pergi meninggalkan ruangan Andy.
Alka menunggu Amanda di lobi perusahaan, rasa kesal nya pada Amanda bertambah karena Amanda sudah telat beberapa menit.
"Bodoh, ceroboh, tidak disiplin siapa yang mau menikah dengan nya." Ucap Alka.
"Maaf al, aku telat." Amanda datang dengan nafas yang tidak beraturan.
"Kau pikir, aku banyak waktu untuk menunggu mu, kenapa kau telat? Sudah aku tidak perlu penjelasan mu." Alka pergi meninggalkan Amanda.
Amanda berjalan mengikuti Alka, walaupun Alka selalu kasar dan berkata tajam pada nya, Amanda tetap suka dengan Alka, sejak pertama kali Amanda melihat Alka waktu kecil dulu.
"Hey kau mendengar apa yang ku katakan, jangan melihat ku seperti itu." Tanya Alka.
"Eh iya, aku mendengar mu." Jawab Amanda.
"Ini ruangan ku dan ruangan mu, walaupun kita satu ruangan jangan banyak bicara, bertanya jika kau benar-benar bingung dan jangan dekat dekat dengan ku." Kata Alka.
"Baik bos." Ucap Amanda.
"Partty mana mungkin aku bisa datang, ayah pasti tidak akan mengizinkan ku." Batin Azka.
__ADS_1
"Kecuali jika aku membawa gadis itu." Ucap Alka sambil memandangi Amanda.
Jam cepat berlalu, Amanda sedang bersiap-siap untuk pulang. Tiba-tiba Alka menarik tangan Amanda, dan mendorong Amanda ke tembok. Tubuh mereka berdua saling menyentuh yang membuat Amanda seperti tersengat listrik.
"Alka, kenapa dengan mu." Tanya Amanda.
"Ceklekkk." Pintu terbuka secara tiba-tiba.
Mereka berdua kompak melihat ke arah pintu.
"Maaf, lanjutkan lah." Andy kembali menutup pintu.
"Ada apa dengan nya, tadi dia menghina Amanda sekarang dia sangat dekat dengan Amanda." Batin Andy.
"Hmmm, mau kah kau nanti malam pergi bersamaku." Tanya Alka.
"Nanti malam, kemana." Tanya Amanda.
"Tapi aku harus izin dengan ayah dan papah ku dulu." Ucap Amanda.
"Kau tenang saja, kau tunggu aku di apartemen mu, aku yang akan meminta izin pada mereka, jika kau harus pulang itu akan lama. Rumah ku dekat dengan rumah mereka, bagaimana kau mau." Tanya Alka.
"Iya aku mau." Jawab Amanda.
"Kalau begitu aku akan mengantar kan mu pulang." Ucap Alka.
"Tidak perlu, aku membawa mobil." Kata Amanda.
Setelah berjanjian dengan Alka, Amanda langsung pulang ke rumah. Pikiran nya melayang karena perubahan sifat Alka pada nya, tidak biasa nya Alka mengajak nya pergi, apalagi menghadiri sebuah pesta.
Pukul menunjukan 19.30 malam, Alka sudah berada di depan Apartemen Amanda, ia juga sudah izin pada Vino dan Aska, walaupun awal nya tidak di izinkan tetapi karena ia berjanji akan menjaga Amanda akhirnya Vino dan Aska mengizinkan nya membawa Amanda.
__ADS_1
"Maaf lama." Ucap Amanda.
"Tidak papa, ayo kita berangkat."
Mereka langsung berangkat menuju lokasi Partty, tak lama mereka berdua sampai dan langsung turun dari mobil.
"Alka, ini pesta seperti apa." Tanya Amanda yang bingung karena tidak sesuai dengan apa yang ia pikirkan.
"Sudah jangan banyak tanya, kau jangan jauh jauh dari ku, jangan meminum-minuman apapun, karena semua ini Alkohol, cari saja air mineral jika haus." Ucap Alka.
Alka membawa Amanda ke tempat teman nya, Amanda sangat merasa tidak nyaman di dekat teman teman Alka karena mereka semua bauk Alkohol.
"Aku duduk di sana." Ucap Amanda.
"Hmmm." Gumam Alka yang asik mengobrol dengan teman-teman nya.
"Siapa al, dia sangat cantik." Tanya Sean.
"Dia hanya sebagai senjata ku agar aku bisa keluar rumah, kalian kan tau jika semenjak Partty terakhir kita dulu ayah ku tidak pernah mengizinkan ku keluar lagi." Jawab Alka.
"Apa kau pernah tidur dengan nya." Tanya Jakson.
"Tidur dengan nya, dia tidak selera ku, dan asal kalian tau jangan sembarangan mendekati nya, dia berasal dari keluarga Vins." Jawab Alka.
"Aku mundur, aku tidak akan menyentuh nya." Ucap Sean.
"Apalagi aku." Ujar Jakson.
Karena asik mengontrol Alka tidak sadar jika diri nya minum terlalu banyak. Amanda juga sudah merasa sangat bosan dan tidak nyaman, ia berjalan mendekati Alka untuk mengajak nya pulang.
"
__ADS_1