
Hari ini anak-anak akan kembali ke Korea untuk melanjutkan pendidikan mereka, termasuk Nathan yang sudah sangat absen dari kuliah nya.
Mereka semua telah bersiap-siap untuk berangkat ke bandara, para orang tua dengan perasaan sedih hanya bisa melepaskan anak mereka demi masa depan yang mereka semua.
"Jaga diri mu dengan baik, ayah mengharapkan kau pulang membawa seorang cucu." Ucap Andy.
"Sayang jangan dengarkan ayah mu, jangan cepat-cepat menikah, mamah selalu mendoakan yang terbaik untuk mu." Kata Caitlin.
"Ayah bagaimana dengan ku, apa aku boleh membawa seorang cucu, 10 orang cucu dengan ibu yang berbeda-beda bagaimana? " Tanya Rey.
"Jangan main-main kau, jika sampai kau membawa cucu akan kau usir kau dari rumah, jaga nama baik ku." Jawab Aska.
"Ah ayah tidak seru, bunda aku akan membuat bunda bangga dengan mempunyai banyak cucu." Ucap Rey.
"Sayang jangan aneh-aneh, bunda sudah bangga dengan ketampanan mu." Anggun memang selalu bisa membuat Rey terbang melayang dengan segala macam pujian nya.
"Leo papah tau hubungan mu dengan Cherry, segera di selesaikan atau kau akan berurusan dengan Paman-paman mu ini." Bisik Jamal.
"Hadeh iya pah." Ucap Leo.
"Kau tidak ikut Cher." Tanya Nathan.
"No, aku bersama ayah ku saja." Jawab Cherry.
"Lihat Marvin dia hampir menangis melihat mu pergi, kau tidak berpamitan dengan nya." Bisikan Vino.
"Pria itu kenapa menjadi cengeng begini."
"Bagaimana tidak sedih, kau sudah lama tidak mau berbicara dengan nya, sekarang kau pergi tanpa berpamitan dengan nya dan kau masih marah pada nya." Ucap Vino.
__ADS_1
Nathan mendekati Marvin yang sedari tadi memperhatikan nya dari jauh.
"Ada yang ingin kau bicarakan." Tanya Nathan.
"Kau benar-benar pergi." Tanya Marvin.
"Untuk apa aku di sini, kau saja tidak mau menepati janji mu pada ku." Jawab Nathan.
"Sebelum pergi setidaknya maafkan aku dulu, aku benar-benar menyesal."
Nathan memeluk Marvin pertanda ia sudah memaafkan Marvin, untuk apa marah terlalu lama pada saudara kembar nya sendiri lagi pula semua juga sudah terjadi dan Elisa sudah pergi untuk selama nya.
"Aku maafkan mu." Ucap Nathan.
"Terimakasih nat, aku berharap kau akan menjadi orang yang sangat sukses, aku menunggu mu di sini."
"Apa." Tanya Marvin.
"Kau sudah malam pertama belum." Bisik Nathan.
"Sudah malam ke tiga, hahaha setiap malam aku menggempur nya."
"Oke bagus-bagus jangan lupa kirim ke aku Video nya, buat sehot mungkin." Bisik Nathan yang membuat Marvin langsung mendorong Nathan dari pelukan nya.
"Kau benar-benar gila, akan aku pikirkan." Ucap Marvin.
"Hahaha aku tunggu, sudah aku berangkat dulu." Nathan dan yang lainnya masuk ke dalam mobil dan langsung berangkat ke bandara.
"Ahhh." Ucap Amanda saat merasakan keram di perut nya.
__ADS_1
"Sayang ada apa." Tanya Alka.
"Keram, sakit." Jawab Amanda.
"Alka apa sudah waktunya." Tanya Aska.
"Belum pah, baru tujuan bulan lebih." Jawab Alka.
"Bawa istri mu masuk, ini cukup wajar dulu aku juga seperti Amanda." Ujar Anggun.
Amanda di bawa masuk ke dalam kamar oleh Alka, tak lama dokter yang di panggil oleh Aska datang untuk memeriksa kandungan Amanda.
"Bagaimana dok." Tanya Alka.
"Semuanya baik-baik saja."
"Kenapa perut istri saya sering keram dok, terutama saat menginjak usia 7 bulan kandungan nya." Tanya Alka.
"Kram perut saat hamil 7 bulan umumnya diakibatkan kontraksi braxton hicks dan nyeri ligamen perut. Merasakan perutnya kram selama masa kehamilan, termasuk kram perut saat hamil muda maupun saat 7 bulan kehamilan adalah hal yang wajar pada ibu hamil."
"Jadi wajar dok, oh iya satu lagi, apa boleh saya mengunjungi anak saya setiap saat." Tanya Alka.
"Mesum." Aska menepuk kepala Alka.
"Saya sudah sering mendengar pertanyaan ini, boleh apalagi saat sudah menginjak dekat-dekat waktu melahirkan biar mempermudah jalan lahirnya."
"Dok tapi mood saya tidak bagus, bagaimana." Protes Amanda.
"Nah kalau begitu tidak boleh, jangan merusak mood ibu hamil."
__ADS_1