
Semakin menjadi.
Dengan sangat perhatian vino menyuapi citra makan, ia tidak membiarkan citra bergerak sedikit pun dari atas tempat tidur nya. Mereka berdua di tinggal berdua di ruangan itu karena vino yang memintanya, vino tidak suka di ganggu banyak orang. Ia ingin selalu berdua bersama citra agar tidak repot jika ingin berbuat sesuatu pada citra.
"Be, tadi aku melihat ada orang yang menurut ku asing." ucap citra.
"Siapa." tanya vino.
"Yang berada di dekat ka jamal, aku ingin mengenal nya tetapi dia sudah pergi. Orang itu seperti nya tidak asing bagi ku." jawab citra.
"Dia mendonorkan dara nya untuk mu be." ucap vino.
"Aku harus berterimakasih pada nya." ujar citra.
"Kamu harus sehat dulu baru bisa berterimakasih pada nya." ucap vino.
Stiven dan bella sedang berada di dalam perjalanan pulang, saat sudah dekat dengan rumah mereka tiba-tiba ada sebuah mobil dengan kecepatan tinggi mengarah kearah mereka berdua. Stiven yang menyadari itu langsung membanting stir nya sehingga mereka berdua menabrak pembatas jalan.
"Aaahhh." teriak bella saat mobil mereka berdua manabrak pembatas jalan.
"Kamu tidak papa sayang." tanya stiven.
"Tidak mas." jawab bella.
Aldy dan ariska yang melihat kejadian itu langsung turun untuk membantu stiven saat mereka ingin turun tiba-tiba beberapa tembakan mengarah kearah mereka berdua.
Aldy kembali masuk kedalam mobil dan mengambil tembak untuk membalas tembakan itu. Setelah beberapa saat mereka beradu peluruh, orang asing itu pergi meninggalkan tempat itu.
Aldy langsung menelfon pasukan nya untuk menuju komplelas perumahan mereka. Setelah itu ia turun melihat keadaan bella dan stiven. Saat ingin mendekat tiba-tiba mobil yang di tumpangi meledak dan menimbulkan suara ledakan yang cukup besar.
"Stive." teriak aldy.
Sebelum ledakan terjadi bella dan stiven sudah berhasil keluar dari mobil itu, stiven mengamati gerak-gerik seseorang yang menurut nya mencurigakan.
__ADS_1
"Sayang." teriak ariska yang sudah bersama bella dan stiven.
Aldy langsung berlari menghampiri bella dan yang lainnya.
"Seperti nya mereka benar-benar mengibarkan bendera peperangan." ucap stiven.
"Iya stive." jawab aldy.
Tak lama pasukan yang di panggil aldy datang, aldy langsung menyebarkan puluhan pasukan nya untuk berjaga di kompleks perumahan ini. Stiven juga langsung menghubungi iqbaal ia meminta iqbaal mengirim pasukan nya juga, ia juga meminta iqbaal dan keluarga nya pindah sementara kerumah nya, karena situasi sedang memanas.
"Mas, vino dengan citra, mereka hanya berdua di rumah sakit." ucap bella.
"Stive, aku beri saran agar lebih aman, perawatan citra di pindah kan dirumah saja sampai situasi membaik." ucap aldy.
Stiven kembali menghubungi pihak rumah sakit, ia meminta penjagaan yang ketat di rumah sakit, dan menyimpan pengiriman citra kerumah nya. Situasi sekarang memang sangat buruk, karena mereka sudah berani berbuat labih. Stiven semakin geram dengan orang di balik masalah ini.
Sesampai nya di rumah mereka semua di larang itu masuk dulu karena rumah mereka dalam pemeriksaan oleh tim yang di utus iqbaal, takutnya para penjahat tadi meletakkan bahan peledak di rumah itu.
"Berhenti." teriak iqbaal.
Setelah semua di rasa aman barulah mereka masuk kedalam rumah, penjagaan di sekitar rumah mereka di tambah dengan sangat ketat, Kompleks perumahan itu juga sudah penuh dengan pasukan yang di utus aldy dan stiven.
"Ada apa yah, kenapa sampai banyak pasukan kalian." tanya andy yang baru datang bersama caitlin.
"Situasi sedang tidak baik an, untuk saat ini caitlin dan keluarga nya tinggal di rumah vino." jawab aldy.
Vino dan citra yang sedang asik berbincang terkejut karena kedatangan banyak dokter dan orang-orang berbaju hitam, vino menyadari orang itu suruan daddy nya ketika melihat lambang kalajengking di baju mereka.
"Ada apa dok." tanya vino.
"Nona citra akan di rawat di rumah sesuai dengan perintah tuan stiven." jawab dokter.
"Be ini ada apa." tanya citra.
__ADS_1
"Tenang lah, kita ikuti saja apa yang di katakan dokter, ini semua perintah daddy. Pasti ada masalah yang cukup besar." ucap vino.
Dengan pengawalan yang super ketat citra dan vino keluar dari rumah sakit, bagi vino ini hal yang biasa berbeda dengan citra yang merasa sangat asing dan sedikit takut. Vino dan citra langsung pulang menuju rumah dengan di kawal oleh beberapa mobil, Citra juga selalu dalam penajagaan dokter yang akan merawat citra selama perawatan.
Sementara itu di tempat lain.
"Gencar terus mereka, sampai mereka semua mati." ucap seseorang laki-laki di sambung telfon.
Dengan senyuman yang mengerikan laki-laki itu tertawa yang keras menyaksikan kepanikan keluarga vins dan moonly.
Jamal telah selesai melaksanakan ijab qobul, mereka langsung mengundang penghulu karena takut jika putri hamil diluan, jika putri hamil mereka berdua tidak akan bisa menikah.
Dengan senyuman yang bahagia jamal mencium dahi putri dan putri mencium tangan jamal, Perasaan mereka berdua mulai tumbuh ketika para saksi mengucapkan kata sah.Yang berarti mereka berdua sudah resmi menjadi suami istri di mata agama dan hukum.
"Bersiap lah aku akan menghabisi mu setelah ini." bisik jamal yang membuat putri menelan air luda nya secara kasar.
Dan benar saja ketika mereka putri sedang bersiap untuk mandi, jamal memeluk nya dengan erat dari arah belakang.
"Ayo kita bermain seperti kemarin." ucap jamal.
"Aku mandi dahulu." ujar putri.
"Kita akan mandi bersama ketika sudah selesai melakukan nya." ucap jamal dan langsung membalik tubuh putri.
Sekarang tidak ada alasan untuk putri menolak keinginan jamal, mau tidak mau ia harus melayani suaminya.
Jamal menggendong putri dan membawa nya naik ke atas kasur, ia merebahkan putri secara perlahan di atas kasur dan terjadi pertempuran yang sangat menguras tenaga dan gairah. Jamal benar-benar termakan oleh omongan dari vino dan ia memang sangat menikmati proses pemersatu tubuh mereka berdua.
"Cukup aku sudah lelah." keluh putri yang sudah berjam-jam melayani nafsu jamal.
"Sekali lagi." ucap jamal dan kembali mengerang putri yang sudah sangat lemas tak bertenaga.
Pertempuran itu selesai dengan jatuhnya jamal di atas tubuh putri, ia memuntah kan benih nya kedalam harim citra. Ia berharap salah satu dari mereka akan berubah menjadi bayi lucu yang menggemaskan.
__ADS_1
Note : kata end di sampul hanya pajangan semata.